<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Anak Palestina Mencoba Bertahan Hidup di Penjara Israel, Kerap Disiksa hingga Dilecehkan</title><description>Kisah Anak Palestina mencoba bertahan hidup di penjara Israel, disiksa hingga dilecehkan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/31/18/3056888/kisah-anak-palestina-mencoba-bertahan-hidup-di-penjara-israel-kerap-disiksa-hingga-dilecehkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/08/31/18/3056888/kisah-anak-palestina-mencoba-bertahan-hidup-di-penjara-israel-kerap-disiksa-hingga-dilecehkan"/><item><title>Kisah Anak Palestina Mencoba Bertahan Hidup di Penjara Israel, Kerap Disiksa hingga Dilecehkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/08/31/18/3056888/kisah-anak-palestina-mencoba-bertahan-hidup-di-penjara-israel-kerap-disiksa-hingga-dilecehkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/08/31/18/3056888/kisah-anak-palestina-mencoba-bertahan-hidup-di-penjara-israel-kerap-disiksa-hingga-dilecehkan</guid><pubDate>Sabtu 31 Agustus 2024 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/31/18/3056888/anak_palestina_mencoba_bertahan_hidup_di_penjara_israel-Ol6T_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah anak Palestina mencoba bertahan hidup di penjara Israel, disiksai hingga dilecehkan. (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/31/18/3056888/anak_palestina_mencoba_bertahan_hidup_di_penjara_israel-Ol6T_large.jpg</image><title>Kisah anak Palestina mencoba bertahan hidup di penjara Israel, disiksai hingga dilecehkan. (Reuters)</title></images><description>TEPI BARAT - Anak-anak Palestina menjalani kehidupan sulit saat berada ditahanan di penjara Israel. Mereka mencoba bertahan hidup di tengah penyiksaan, penghinaan, perlakuan buruk, dan pelecehan yang terjadi saat ditahan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada 3 Oktober 2023, ia ditembak di paha kanan oleh pasukan Israel di sebuah menara pengawas dekat kota Hebron di Tepi Barat yang diduduki.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Hussein jatuh ke tanah dan melihat dua tentara Israel berjalan ke arahnya. Mereka memukulinya, menendang kepalanya hingga ia kehilangan kesadaran.&#13;
&#13;
Ia terbangun tiga hari kemudian di sebuah rumah sakit, hanya untuk menyadari bahwa ia telah menjalani operasi dan akan dibawa ke Penjara Ofer.&#13;
&#13;
Itu hanya beberapa hari sebelum Israel melancarkan serangan berkelanjutannya ke Gaza dan terakhir kalinya ia menerima perawatan medis di tahanan.&#13;
&#13;
Tak Bisa Berjalan&#13;
&#13;
Hussein adalah salah satu dari ratusan anak yang ditahan Israel selama bertahun-tahun. Jumlah itu telah berlipat ganda secara dramatis sejak Israel memulai serangannya di Gaza pada 7 Oktober dan mengintensifkan penggerebekan harian dan kampanye penangkapan massal di Tepi Barat.&#13;
&#13;
Hussein dulu suka pergi ke pusat kebugaran, menantang dirinya untuk mengangkat beban lebih banyak. Ia juga suka bermain sepak bola dengan teman-temannya.&#13;
&amp;nbsp;Namun, sekarang ia pincang, membutuhkan kruk untuk berjalan, dan menghabiskan sebagian besar harinya berbaring di kasur.&#13;
&#13;
Ia akan memerlukan operasi implan sendi setelah ia selesai tumbuh pada usia 18 tahun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya benar-benar berjuang. Saya tidak bisa berjalan dengan baik atau mengejar teman-teman saya lagi,&amp;quot; kata Hussein mengutip&amp;nbsp;Al Jazeera, Sabtu (31/8/2024).&#13;
&#13;
Kelalaian medis hanyalah salah satu dari sekian banyak bentuk pelecehan, penyiksaan, penghinaan, dan perlakuan buruk yang dihadapi tahanan Palestina di fasilitas penahanan Israel, menurut beberapa kelompok hak asasi manusia.&#13;
&#13;
Bersama dengan badan-badan PBB, mereka telah mengungkap pelecehan sistematis yang sedang dilakukan.&#13;
&#13;
Lebih dari 700 penangkapan anak-anak telah didokumentasikan oleh Masyarakat Tahanan Palestina sejak 7 Oktober. Saat ini, 250 dari mereka masih berada di tahanan Israel.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jumlah ini, terutama dibandingkan dengan periode sebelumnya, sangat tinggi,&amp;quot; kata juru bicara Masyarakat Tahanan Palestina, Amani Sarahneh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sarahneh menambahkan, anak-anak dilecehkan dan disiksa dengan cara yang sama seperti tahanan Palestina dewasa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seorang anak Palestina kemungkinan akan mengalami setiap taktik penyiksaan yang dapat Anda bayangkan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, pasukan Israel telah menggunakannya terhadap anak-anak Palestina selama bertahun-tahun.&#13;
&#13;
Tahanan Palestina dipukuli, dibiarkan kedinginan dalam waktu lama, dan tidak diberi makan, tidur, air, dan perhatian medis, sebuah laporan oleh Kantor Hak Asasi Manusia PBB bulan lalu mengungkapkan.&#13;
&#13;
Anak-anak saat ini hidup &amp;ldquo;dalam keadaan kelaparan terus-menerus di dalam penjara Israel&amp;rdquo;, kata Sarhaneh.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Cukup untuk tetap hidup&#13;
&#13;
Ketika Wassim meninggalkan tahanan, ia mengalami kekurangan vitamin, zat besi, dan kalsium.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penjara itu tidak layak huni,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya meminta perawatan medis setiap hari, tetapi tidak ada dokter yang datang. Mereka bahkan tidak ada (di penjara-red),&amp;rdquo; kata Wassim.&#13;
&#13;
Ransum makanan juga sebagian besar tidak memadai. Hussein mengatakan bahwa ia dan sembilan tahanan lainnya di selnya akan menerima makanan dalam &amp;ldquo;gelas plastik kecil&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu cukup untuk membuat kami tetap hidup,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hampir setiap hari, nasi putih. Terkadang, nasinya kurang matang. Kami makan, kenyang selama lima menit, lalu melanjutkan sisa hari seolah-olah kami sedang berpuasa.,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mengemis minta air, dan akhirnya minum air yang terkontaminasi dari kamar mandi. Kami terpaksa. Kami tidak punya pilihan lain,&amp;rdquo; kenangnya.&#13;
&#13;
Pihak berwenang penjara Israel menutup kantin tempat para tahanan dapat membeli makanan dan perlengkapan dasar serta menyingkirkan perangkat listrik termasuk kompor listrik dan ketel.&#13;
&#13;
Ayah Hussein, Omar mengatakan ia sangat khawatir tentang putranya, terutama setelah 7 Oktober.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah perang di Gaza, ketika kami mendengar betapa buruknya keadaan warga Palestina di penjara Israel, kami sangat terpukul,&amp;rdquo; kata Omar, mengutip Al Jazeera.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami menangis siang dan malam,&amp;rdquo; kenangnya.&#13;
&#13;
Omar berharap Hussein akan dibebaskan pada bulan November ketika Israel dan Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara yang mencakup pertukaran puluhan tahanan Palestina dengan beberapa tawanan yang ditahan di Gaza.&#13;
&#13;
Namun, meskipun mengalami cedera, Hussein tidak dibebaskan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka merampas masa kecilnya, dan sisa hidupnya,&amp;quot; kata Omar.&#13;
&#13;
Menurut Omar, Hussein yang jauh lebih pendiam kini tengah berjuang untuk kembali berintegrasi dengan komunitasnya. Di tengah keramaian, ia sering kali menyendiri di sudut dan sering terbangun karena mimpi buruk.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hanya Ingin Kerja dan Bangun Rumah&#13;
&#13;
Di Kota al-Mughayyir, dekat Ramallah, seorang anak laki-laki Palestina lainnya dibebaskan pada tanggal 8 Agustus.&#13;
&#13;
Ahmed Abu Naim, kini berusia 18 tahun, telah keluar masuk fasilitas penahanan Israel sejak ia berusia 15 tahun, terkadang ditahan di bawah penahanan administratif &amp;ndash; ditahan untuk periode enam bulan yang dapat diperpanjang dengan dalih bukti rahasia.&#13;
&#13;
Ada &amp;quot;peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengerikan&amp;quot; dalam jumlah anak yang ditahan secara administratif, menurut Serhaneh dari Masyarakat Tahanan Palestina.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia mengatakan sedikitnya 40 anak ditahan di bawah praktik yang banyak dikritik tersebut.&#13;
&#13;
Ketika diminta untuk membandingkan penahanan sebelum dan sesudah 7 Oktober, Abu Naim berkata, &amp;ldquo;Penangkapan terakhir saya berbeda; jauh lebih buruk daripada sebelumnya.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Penangkapan pertama berlangsung selama dua hari. Penangkapan keduanya, ia ditahan selama lebih dari setahun.&#13;
&#13;
Ketiga kalinya, ia menghabiskan enam bulan di tahanan.&#13;
&#13;
Ia mengatakan pengalaman terbarunya &amp;quot;1.000 kali lebih keras&amp;quot;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka tidak memperlakukan kami berbeda karena kami masih di bawah umur,&amp;quot; kata Abu Naim.&#13;
&#13;
Ia mengingat pernah dipukuli dengan kejam &amp;quot;berkali-kali&amp;quot;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami bahkan kadang disemprot gas,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Mengenakan topi bisbol, ia mencoba berbicara dengan berani, ingin terlihat lebih tua dan lebih kuat.&#13;
&#13;
Abu Naim telah pulih dari kudis, penyakit kulit yang menyebar di penjara Megiddo, tempat ia ditahan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Standar kebersihan sangat buruk. Kami tidak diizinkan untuk membersihkan dan tidak memiliki akses ke sabun atau deterjen,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sel yang penuh sesak sering kali menampung dua kali lebih banyak tahanan daripada yang seharusnya, dengan banyak yang tidur di lantai atau kasur berjamur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semua orang di sana terkena kudis, termasuk saya sendiri,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sekali lagi, tidak ada respons medis terhadap wabah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentu saja, mereka tidak memberi kami perawatan medis apa pun. Saya harus membeli obat sendiri saat pulang,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Setelah 7 Oktober, penggeledahan sel menjadi lebih sering, kata Abu Naim.&#13;
&#13;
Saat penjaga penjara memasuki sel, semua tahanan harus berlutut, dengan tangan di atas kepala. Jika tidak, mereka akan &amp;quot;melepaskan anjing ke arah kami&amp;quot;, katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Para penjaga akan memukul siapa pun, tidak peduli apakah Anda terluka saat mereka menangkap Anda. Mereka akan menendang perut, tulang rusuk, bahu Anda,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Selain itu, kunjungan keluarga, serta kunjungan rutin ke pengacara, juga &amp;quot;benar-benar berhenti&amp;quot;, kata Serhaneh dari Masyarakat Tahanan Palestina, yang memengaruhi perilaku dan moral di antara tahanan anak.&#13;
&#13;
Abu Naim tidak memiliki akses ke televisi atau radio yang dapat membantu menghabiskan waktu, terutama dalam 50 hari pertama serangan Israel di Gaza.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tidak tahu apa yang terjadi di dunia luar. Setiap satu atau dua bulan, Anda akan mendengar berita dari seorang tahanan baru,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Desa saya diserang oleh pemukim ilegal dan ayah saya tertembak dan terluka, tetapi saya baru mengetahuinya saat saya tiba di rumah,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
&#13;
Abu Naim mengatakan bahwa ia sekarang ingin bekerja dengan ayahnya di bidang konstruksi alih-alih kembali ke sekolah.&#13;
&#13;
Sebagai anak tertua dari 10 bersaudara, ia selalu merasa memiliki rasa tanggung jawab yang kuat terhadap keluarganya dan kesejahteraan mereka.&#13;
&#13;
Ketika ditanya tentang mimpinya, ia berkata: &amp;ldquo;Sederhana saja, tidak akan ditangkap lagi. Saya hanya ingin bekerja dan membangun rumah.&amp;rdquo;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>TEPI BARAT - Anak-anak Palestina menjalani kehidupan sulit saat berada ditahanan di penjara Israel. Mereka mencoba bertahan hidup di tengah penyiksaan, penghinaan, perlakuan buruk, dan pelecehan yang terjadi saat ditahan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada 3 Oktober 2023, ia ditembak di paha kanan oleh pasukan Israel di sebuah menara pengawas dekat kota Hebron di Tepi Barat yang diduduki.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Hussein jatuh ke tanah dan melihat dua tentara Israel berjalan ke arahnya. Mereka memukulinya, menendang kepalanya hingga ia kehilangan kesadaran.&#13;
&#13;
Ia terbangun tiga hari kemudian di sebuah rumah sakit, hanya untuk menyadari bahwa ia telah menjalani operasi dan akan dibawa ke Penjara Ofer.&#13;
&#13;
Itu hanya beberapa hari sebelum Israel melancarkan serangan berkelanjutannya ke Gaza dan terakhir kalinya ia menerima perawatan medis di tahanan.&#13;
&#13;
Tak Bisa Berjalan&#13;
&#13;
Hussein adalah salah satu dari ratusan anak yang ditahan Israel selama bertahun-tahun. Jumlah itu telah berlipat ganda secara dramatis sejak Israel memulai serangannya di Gaza pada 7 Oktober dan mengintensifkan penggerebekan harian dan kampanye penangkapan massal di Tepi Barat.&#13;
&#13;
Hussein dulu suka pergi ke pusat kebugaran, menantang dirinya untuk mengangkat beban lebih banyak. Ia juga suka bermain sepak bola dengan teman-temannya.&#13;
&amp;nbsp;Namun, sekarang ia pincang, membutuhkan kruk untuk berjalan, dan menghabiskan sebagian besar harinya berbaring di kasur.&#13;
&#13;
Ia akan memerlukan operasi implan sendi setelah ia selesai tumbuh pada usia 18 tahun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya benar-benar berjuang. Saya tidak bisa berjalan dengan baik atau mengejar teman-teman saya lagi,&amp;quot; kata Hussein mengutip&amp;nbsp;Al Jazeera, Sabtu (31/8/2024).&#13;
&#13;
Kelalaian medis hanyalah salah satu dari sekian banyak bentuk pelecehan, penyiksaan, penghinaan, dan perlakuan buruk yang dihadapi tahanan Palestina di fasilitas penahanan Israel, menurut beberapa kelompok hak asasi manusia.&#13;
&#13;
Bersama dengan badan-badan PBB, mereka telah mengungkap pelecehan sistematis yang sedang dilakukan.&#13;
&#13;
Lebih dari 700 penangkapan anak-anak telah didokumentasikan oleh Masyarakat Tahanan Palestina sejak 7 Oktober. Saat ini, 250 dari mereka masih berada di tahanan Israel.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jumlah ini, terutama dibandingkan dengan periode sebelumnya, sangat tinggi,&amp;quot; kata juru bicara Masyarakat Tahanan Palestina, Amani Sarahneh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sarahneh menambahkan, anak-anak dilecehkan dan disiksa dengan cara yang sama seperti tahanan Palestina dewasa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seorang anak Palestina kemungkinan akan mengalami setiap taktik penyiksaan yang dapat Anda bayangkan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, pasukan Israel telah menggunakannya terhadap anak-anak Palestina selama bertahun-tahun.&#13;
&#13;
Tahanan Palestina dipukuli, dibiarkan kedinginan dalam waktu lama, dan tidak diberi makan, tidur, air, dan perhatian medis, sebuah laporan oleh Kantor Hak Asasi Manusia PBB bulan lalu mengungkapkan.&#13;
&#13;
Anak-anak saat ini hidup &amp;ldquo;dalam keadaan kelaparan terus-menerus di dalam penjara Israel&amp;rdquo;, kata Sarhaneh.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Cukup untuk tetap hidup&#13;
&#13;
Ketika Wassim meninggalkan tahanan, ia mengalami kekurangan vitamin, zat besi, dan kalsium.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penjara itu tidak layak huni,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya meminta perawatan medis setiap hari, tetapi tidak ada dokter yang datang. Mereka bahkan tidak ada (di penjara-red),&amp;rdquo; kata Wassim.&#13;
&#13;
Ransum makanan juga sebagian besar tidak memadai. Hussein mengatakan bahwa ia dan sembilan tahanan lainnya di selnya akan menerima makanan dalam &amp;ldquo;gelas plastik kecil&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu cukup untuk membuat kami tetap hidup,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hampir setiap hari, nasi putih. Terkadang, nasinya kurang matang. Kami makan, kenyang selama lima menit, lalu melanjutkan sisa hari seolah-olah kami sedang berpuasa.,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mengemis minta air, dan akhirnya minum air yang terkontaminasi dari kamar mandi. Kami terpaksa. Kami tidak punya pilihan lain,&amp;rdquo; kenangnya.&#13;
&#13;
Pihak berwenang penjara Israel menutup kantin tempat para tahanan dapat membeli makanan dan perlengkapan dasar serta menyingkirkan perangkat listrik termasuk kompor listrik dan ketel.&#13;
&#13;
Ayah Hussein, Omar mengatakan ia sangat khawatir tentang putranya, terutama setelah 7 Oktober.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah perang di Gaza, ketika kami mendengar betapa buruknya keadaan warga Palestina di penjara Israel, kami sangat terpukul,&amp;rdquo; kata Omar, mengutip Al Jazeera.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami menangis siang dan malam,&amp;rdquo; kenangnya.&#13;
&#13;
Omar berharap Hussein akan dibebaskan pada bulan November ketika Israel dan Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara yang mencakup pertukaran puluhan tahanan Palestina dengan beberapa tawanan yang ditahan di Gaza.&#13;
&#13;
Namun, meskipun mengalami cedera, Hussein tidak dibebaskan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka merampas masa kecilnya, dan sisa hidupnya,&amp;quot; kata Omar.&#13;
&#13;
Menurut Omar, Hussein yang jauh lebih pendiam kini tengah berjuang untuk kembali berintegrasi dengan komunitasnya. Di tengah keramaian, ia sering kali menyendiri di sudut dan sering terbangun karena mimpi buruk.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hanya Ingin Kerja dan Bangun Rumah&#13;
&#13;
Di Kota al-Mughayyir, dekat Ramallah, seorang anak laki-laki Palestina lainnya dibebaskan pada tanggal 8 Agustus.&#13;
&#13;
Ahmed Abu Naim, kini berusia 18 tahun, telah keluar masuk fasilitas penahanan Israel sejak ia berusia 15 tahun, terkadang ditahan di bawah penahanan administratif &amp;ndash; ditahan untuk periode enam bulan yang dapat diperpanjang dengan dalih bukti rahasia.&#13;
&#13;
Ada &amp;quot;peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengerikan&amp;quot; dalam jumlah anak yang ditahan secara administratif, menurut Serhaneh dari Masyarakat Tahanan Palestina.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia mengatakan sedikitnya 40 anak ditahan di bawah praktik yang banyak dikritik tersebut.&#13;
&#13;
Ketika diminta untuk membandingkan penahanan sebelum dan sesudah 7 Oktober, Abu Naim berkata, &amp;ldquo;Penangkapan terakhir saya berbeda; jauh lebih buruk daripada sebelumnya.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Penangkapan pertama berlangsung selama dua hari. Penangkapan keduanya, ia ditahan selama lebih dari setahun.&#13;
&#13;
Ketiga kalinya, ia menghabiskan enam bulan di tahanan.&#13;
&#13;
Ia mengatakan pengalaman terbarunya &amp;quot;1.000 kali lebih keras&amp;quot;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka tidak memperlakukan kami berbeda karena kami masih di bawah umur,&amp;quot; kata Abu Naim.&#13;
&#13;
Ia mengingat pernah dipukuli dengan kejam &amp;quot;berkali-kali&amp;quot;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami bahkan kadang disemprot gas,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Mengenakan topi bisbol, ia mencoba berbicara dengan berani, ingin terlihat lebih tua dan lebih kuat.&#13;
&#13;
Abu Naim telah pulih dari kudis, penyakit kulit yang menyebar di penjara Megiddo, tempat ia ditahan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Standar kebersihan sangat buruk. Kami tidak diizinkan untuk membersihkan dan tidak memiliki akses ke sabun atau deterjen,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sel yang penuh sesak sering kali menampung dua kali lebih banyak tahanan daripada yang seharusnya, dengan banyak yang tidur di lantai atau kasur berjamur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semua orang di sana terkena kudis, termasuk saya sendiri,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sekali lagi, tidak ada respons medis terhadap wabah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentu saja, mereka tidak memberi kami perawatan medis apa pun. Saya harus membeli obat sendiri saat pulang,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Setelah 7 Oktober, penggeledahan sel menjadi lebih sering, kata Abu Naim.&#13;
&#13;
Saat penjaga penjara memasuki sel, semua tahanan harus berlutut, dengan tangan di atas kepala. Jika tidak, mereka akan &amp;quot;melepaskan anjing ke arah kami&amp;quot;, katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Para penjaga akan memukul siapa pun, tidak peduli apakah Anda terluka saat mereka menangkap Anda. Mereka akan menendang perut, tulang rusuk, bahu Anda,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Selain itu, kunjungan keluarga, serta kunjungan rutin ke pengacara, juga &amp;quot;benar-benar berhenti&amp;quot;, kata Serhaneh dari Masyarakat Tahanan Palestina, yang memengaruhi perilaku dan moral di antara tahanan anak.&#13;
&#13;
Abu Naim tidak memiliki akses ke televisi atau radio yang dapat membantu menghabiskan waktu, terutama dalam 50 hari pertama serangan Israel di Gaza.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tidak tahu apa yang terjadi di dunia luar. Setiap satu atau dua bulan, Anda akan mendengar berita dari seorang tahanan baru,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Desa saya diserang oleh pemukim ilegal dan ayah saya tertembak dan terluka, tetapi saya baru mengetahuinya saat saya tiba di rumah,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
&#13;
Abu Naim mengatakan bahwa ia sekarang ingin bekerja dengan ayahnya di bidang konstruksi alih-alih kembali ke sekolah.&#13;
&#13;
Sebagai anak tertua dari 10 bersaudara, ia selalu merasa memiliki rasa tanggung jawab yang kuat terhadap keluarganya dan kesejahteraan mereka.&#13;
&#13;
Ketika ditanya tentang mimpinya, ia berkata: &amp;ldquo;Sederhana saja, tidak akan ditangkap lagi. Saya hanya ingin bekerja dan membangun rumah.&amp;rdquo;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
