<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamenag Dorong Modernisasi Tata Kelola Wakaf di Indonesia</title><description>Wamenag mengungkapkan pentingnya upaya modernisasi tata kelola wakaf Indonesia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/01/337/3057019/wamenag-dorong-modernisasi-tata-kelola-wakaf-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/01/337/3057019/wamenag-dorong-modernisasi-tata-kelola-wakaf-di-indonesia"/><item><title>Wamenag Dorong Modernisasi Tata Kelola Wakaf di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/01/337/3057019/wamenag-dorong-modernisasi-tata-kelola-wakaf-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/01/337/3057019/wamenag-dorong-modernisasi-tata-kelola-wakaf-di-indonesia</guid><pubDate>Minggu 01 September 2024 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>Sucipto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/01/337/3057019/kemenag-regZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/01/337/3057019/kemenag-regZ_large.jpg</image><title> Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki </title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki meluncurkan Gerakan Indonesia Berwakaf, bersamaan dengan Malam Puncak Harlah ke-17 BWI di Jakarta. Wamenag didampingi Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kamaruddin Amin.&#13;
&#13;
Wamenag mengungkapkan pentingnya upaya modernisasi tata kelola wakaf Indonesia. Untuk itu, pihaknya mendorong BWI untuk menyiapkan satu perangkat atau sistem yang mampu mengintegrasikan data wakaf nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekaligus dapat meningkatkan literasi wakaf Masyarakat,&amp;rdquo; ujar Wamenag, Saiful Rahmat Dasuki, Sabtu (31/8/2024).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal tersebut tidak hanya memastikan tata kelola wakaf menjadi optimal, tetapi juga menjamin perlindungan aset wakaf dari potensi penyalahgunaan yang tidak sesuai syariat Islam,&amp;rdquo;tandasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kamaruddin Amin menambahkan, pihaknya terus berupaya melakukan pencatatan terhadap seluruh lembaga dan nazir wakaf di Indonesia.&#13;
&#13;
Kata dia, Upaya itu dilakukan melalui cabang-cabang BWI yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. BWI juga telah meluncurkan aplikasi Satu Wakaf yang dapat diakses melalui telepon seluler.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam berwakaf, sehingga kegiatan berwakaf menjadi lebih terintegrasi dan transparan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain itu, untuk mendongkrak capaian potensi wakaf uang nasional, pihaknya akan gencar menyosialisasikan Gerakan Indonesia Berwakaf ke Ormas, masjid, hingga calon pengantin (Catin).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejumlah langkah dilakukan termasuk sosialisasi kepada berbagai Kementerian atau lembaga, organisasi kemasyarakatan, masjid, calon pengantin, jemaah haji dan umrah, serta seluruh elemen masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dirjen Bimas Islam Kemenag itu juga menjelaskan, potensi wakaf uang nasional sendiri diperkirakan mencapai Rp180 triliun setiap tahun. Namun, realisasi wakaf uang yang terkumpul secara nasional baru mencapai Rp2,5 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini, realisasi wakaf uang yang terkumpul secara nasional baru mencapai Rp2,5 triliun. Kita optimis, ini akan terus berkembang,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, dia pun mengajak seluruh elemen bangsa dapat berpartisipasi dalam Gerakan Indonesia Berwakaf.&#13;
&#13;
Menurutnya, wakaf bagi bangsa Indonesia, tidak hanya bermanfaat untuk ibadah, tetapi juga untuk meningkatkan sosio-ekonomi masyarakat. Hal tersebut, imbuhnya, dapat membantu mengurangi ketimpangan sosial yang terjadi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami memberi literasi kepada masyarakat bahwa berwakaf tidak harus berupa aset atau tanah, tetapi bisa juga dalam bentuk wakaf uang, yang bisa dimulai dari Rp20 ribu saja,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Kamaruddin menyebut, jika seratus juta orang kelas menengah di Indonesia berwakaf setidaknya Rp20 ribu per tahun, potensinya akan mencapai angka yang fantastis.&#13;
&#13;
Dia berharap, berbagai upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil, sehingga dana wakaf dapat memberi manfaat yang lebih besar bagi bangsa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Coba bayangkan, jika seratus juta orang kelas menengah di Indonesia berwakaf setidaknya Rp20 ribu saja per tahun, potensinya sangat besar sekali,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki meluncurkan Gerakan Indonesia Berwakaf, bersamaan dengan Malam Puncak Harlah ke-17 BWI di Jakarta. Wamenag didampingi Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kamaruddin Amin.&#13;
&#13;
Wamenag mengungkapkan pentingnya upaya modernisasi tata kelola wakaf Indonesia. Untuk itu, pihaknya mendorong BWI untuk menyiapkan satu perangkat atau sistem yang mampu mengintegrasikan data wakaf nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekaligus dapat meningkatkan literasi wakaf Masyarakat,&amp;rdquo; ujar Wamenag, Saiful Rahmat Dasuki, Sabtu (31/8/2024).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal tersebut tidak hanya memastikan tata kelola wakaf menjadi optimal, tetapi juga menjamin perlindungan aset wakaf dari potensi penyalahgunaan yang tidak sesuai syariat Islam,&amp;rdquo;tandasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kamaruddin Amin menambahkan, pihaknya terus berupaya melakukan pencatatan terhadap seluruh lembaga dan nazir wakaf di Indonesia.&#13;
&#13;
Kata dia, Upaya itu dilakukan melalui cabang-cabang BWI yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. BWI juga telah meluncurkan aplikasi Satu Wakaf yang dapat diakses melalui telepon seluler.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam berwakaf, sehingga kegiatan berwakaf menjadi lebih terintegrasi dan transparan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain itu, untuk mendongkrak capaian potensi wakaf uang nasional, pihaknya akan gencar menyosialisasikan Gerakan Indonesia Berwakaf ke Ormas, masjid, hingga calon pengantin (Catin).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejumlah langkah dilakukan termasuk sosialisasi kepada berbagai Kementerian atau lembaga, organisasi kemasyarakatan, masjid, calon pengantin, jemaah haji dan umrah, serta seluruh elemen masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dirjen Bimas Islam Kemenag itu juga menjelaskan, potensi wakaf uang nasional sendiri diperkirakan mencapai Rp180 triliun setiap tahun. Namun, realisasi wakaf uang yang terkumpul secara nasional baru mencapai Rp2,5 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini, realisasi wakaf uang yang terkumpul secara nasional baru mencapai Rp2,5 triliun. Kita optimis, ini akan terus berkembang,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, dia pun mengajak seluruh elemen bangsa dapat berpartisipasi dalam Gerakan Indonesia Berwakaf.&#13;
&#13;
Menurutnya, wakaf bagi bangsa Indonesia, tidak hanya bermanfaat untuk ibadah, tetapi juga untuk meningkatkan sosio-ekonomi masyarakat. Hal tersebut, imbuhnya, dapat membantu mengurangi ketimpangan sosial yang terjadi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami memberi literasi kepada masyarakat bahwa berwakaf tidak harus berupa aset atau tanah, tetapi bisa juga dalam bentuk wakaf uang, yang bisa dimulai dari Rp20 ribu saja,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Kamaruddin menyebut, jika seratus juta orang kelas menengah di Indonesia berwakaf setidaknya Rp20 ribu per tahun, potensinya akan mencapai angka yang fantastis.&#13;
&#13;
Dia berharap, berbagai upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil, sehingga dana wakaf dapat memberi manfaat yang lebih besar bagi bangsa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Coba bayangkan, jika seratus juta orang kelas menengah di Indonesia berwakaf setidaknya Rp20 ribu saja per tahun, potensinya sangat besar sekali,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
