<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Kiai Bingung Dengar Kata Internet</title><description>Kisah ini dikutip dari buku &amp;#39;Tertawa Bersama Gus Presiden Dur&amp;#39; karya Hermawan Sulistyo.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/01/337/3057032/humor-gus-dur-kiai-bingung-dengar-kata-internet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/01/337/3057032/humor-gus-dur-kiai-bingung-dengar-kata-internet"/><item><title>Humor Gus Dur: Kiai Bingung Dengar Kata Internet</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/01/337/3057032/humor-gus-dur-kiai-bingung-dengar-kata-internet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/01/337/3057032/humor-gus-dur-kiai-bingung-dengar-kata-internet</guid><pubDate>Minggu 01 September 2024 05:08 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/01/337/3057032/gus_dur-ZPW5_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur. (Foto: Ist/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/01/337/3057032/gus_dur-ZPW5_large.jpeg</image><title>Gus Dur. (Foto: Ist/Okezone)</title></images><description>GUS DUR pernah bercerita bahwa ada seorang kiai yang dengan penuh kebanggaan menceritakan pembangunan pesantrennya. Kisah ini dikutip dari buku &amp;#39;Tertawa Bersama Gus Presiden Dur&amp;#39; karya Hermawan Sulistyo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pesantren saya sudah jadi. Lengkap, bangunannya luas, bertingkat. Ada pula eternitnya,&amp;quot; kata kiai tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Eternit?&amp;quot; tanya Gus Dur. &amp;quot;Setiap bangunan kan memang ada eternitnya?&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lho, masak Gus Dur tidak tahu? Itu lho yang pakai komputer,&amp;quot; jawab kiai tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oh, internet,&amp;quot; jelas Gus Dur menjawab kebingungan pernyataan kiai itu bahwa pesantrennya sudah dipasang internet, tapi kiai itu salah menyebutkannya.&#13;
&#13;
Guyonan ini sudah ada pada akhir 1980-an. Kala itu keberadaan internet memang sudah ada, namun belum begitu populer di kalangan masyarakat luas seperti saat ini.&#13;
</description><content:encoded>GUS DUR pernah bercerita bahwa ada seorang kiai yang dengan penuh kebanggaan menceritakan pembangunan pesantrennya. Kisah ini dikutip dari buku &amp;#39;Tertawa Bersama Gus Presiden Dur&amp;#39; karya Hermawan Sulistyo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pesantren saya sudah jadi. Lengkap, bangunannya luas, bertingkat. Ada pula eternitnya,&amp;quot; kata kiai tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Eternit?&amp;quot; tanya Gus Dur. &amp;quot;Setiap bangunan kan memang ada eternitnya?&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lho, masak Gus Dur tidak tahu? Itu lho yang pakai komputer,&amp;quot; jawab kiai tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oh, internet,&amp;quot; jelas Gus Dur menjawab kebingungan pernyataan kiai itu bahwa pesantrennya sudah dipasang internet, tapi kiai itu salah menyebutkannya.&#13;
&#13;
Guyonan ini sudah ada pada akhir 1980-an. Kala itu keberadaan internet memang sudah ada, namun belum begitu populer di kalangan masyarakat luas seperti saat ini.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
