<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perlukah Pemilihan Ulang Jika Kotak Kosong Menang di Pilkada 2024? Ini Kata Komisi II DPR</title><description>Ahmad Doli Kurnia Tandjung menilai bahwa perlu ada pemilihan ulang jika ada calon tunggal kalah dengan kotak kosong.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/02/337/3057626/perlukah-pemilihan-ulang-jika-kotak-kosong-menang-di-pilkada-2024-ini-kata-komisi-ii-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/02/337/3057626/perlukah-pemilihan-ulang-jika-kotak-kosong-menang-di-pilkada-2024-ini-kata-komisi-ii-dpr"/><item><title>Perlukah Pemilihan Ulang Jika Kotak Kosong Menang di Pilkada 2024? Ini Kata Komisi II DPR</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/02/337/3057626/perlukah-pemilihan-ulang-jika-kotak-kosong-menang-di-pilkada-2024-ini-kata-komisi-ii-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/02/337/3057626/perlukah-pemilihan-ulang-jika-kotak-kosong-menang-di-pilkada-2024-ini-kata-komisi-ii-dpr</guid><pubDate>Senin 02 September 2024 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/02/337/3057626/pilkada_2024-gPdq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pilkada 2024. (Foto: Ilustrasi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/02/337/3057626/pilkada_2024-gPdq_large.jpg</image><title>Pilkada 2024. (Foto: Ilustrasi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menilai bahwa perlu ada pemilihan ulang jika ada calon tunggal kalah dengan kotak kosong dalam kontestasi Pilkada serentak 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya cenderung memilih harus dilakukan pemilihan ulang segera, agar semua daerah memiliki kepala daerah definif (hasil Pemilihan). Jangan sampai ada daerah tidak punya kepala daerah definitif,&amp;quot; kata Doli kepada wartawan, Senin (2/9/2024).&#13;
&#13;
Legislator Partai Golkar itu mengakui jika sampai saat ini belum ada regulasi khusus yang mengatur terkait kotak kosong menang saat berhadapan dengan calon tunggal di Pilkada nanti.&#13;
&#13;
Sehingga, Doli menilai hal itu perlu dibahas lebih lanjut oleh penyelenggara pemilu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya kira memang hal itu perlu dibahas lebih lanjut ya. Karena di UU belum ada pengaturan lebih tegas soal konsekuensi bila kotak kosong menang dalam sebuah Pilkada,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kendati demikian, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait kapan akan membahas bersama pemerintah dan DPR sebagai pembuat undang-undang untuk membahas regulasi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kami tunggu saja segera surat dari KPU untuk kita gelar rapat konsultasi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan terdapat 43 wilayah dengan pasangan calon tunggal alias melawan kotak kosong di&amp;nbsp;Pilkada 2024.&#13;
&#13;
Berikut 43 wilayah dengan pasangan calon tunggal melawan kotak kosong:&#13;
&#13;
A. Pilkada Tingkat Provinsi&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Papua Barat 1 Paslon (calon Gubernur dan Wakil Gubernur)&#13;
&#13;
B. Pilkada Kabupaten / Kota (5 Pilwalkot&amp;nbsp; dan 37 Pilbup)&#13;
&#13;
1. Aceh 2 kabupaten (Aceh Utara dan Aceh Taming)&#13;
&#13;
2. Sumatera Utara 6 kabupaten (Tapanuli Tengah, Asahan, Pakpak Bharat, Serdang Berdagai, Labuhanbatu Utara, dan Nias Utara)&#13;
&#13;
3. Sumatera Barat 1 kabupaten (Dharmasraya)&#13;
&#13;
4. Jambi 1 kabupaten (Batanghari)&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
5. Sumatera Selatan 2 kabupaten (Ogan Ilir dan Empat Lawang)&#13;
&#13;
6. Bengkulu 1 kabupaten (Bengkulu Utara)&#13;
&#13;
7. Lampung 3 kabupaten (Lampung Barat, Lampung Timur, dan Tulang Bawang Barat)&#13;
&#13;
8. Kepulauan Bangka Belitung 2 kabupaten dan 1 kota (Bangka, Bangka Selatan, dan Kota Pangkal Pinang)&#13;
&#13;
9. Kepulauan Riau 1 kabupaten (Bintan)&#13;
&#13;
10. Jawa Barat 1 kabupaten (Ciamis)&#13;
&#13;
11. Jawa Tengah 3 kabupaten (Banyumas, Sukoharjo, dan Brebes)&#13;
&#13;
12. Jawa Timur 3 kabupaten dan 2 kota (Trenggalek, Ngawi, Gresik, Kota Pasuruan, dan Kota Surabaya)&#13;
&#13;
13. Kalimantan Barat 1 kabupaten (Bengkayang)&#13;
&#13;
14. Kalimantan Selatan 2 kabupaten (Tanah Bumbu dan Balangan)&#13;
&#13;
15. Kalimantan Timur 1 kota (Kota Samarinda)&#13;
&#13;
16. Kalimantan Utara 1 kabupaten dan 1 kota (Malinau dan Kota Tarakan)&#13;
&#13;
17. Sulawesi Utara 1 kabupaten (Kepulauan Siau Tagulandang Biaro)&#13;
&#13;
18. Sulawesi Selatan 1 kabupaten (Maros)&#13;
&#13;
19. Sulawesi Tenggara 1 kabupaten (Muna Barat)&#13;
&#13;
20. Gorontalo 1 kabupaten (Puhowato)&#13;
&#13;
21. Sulawesi Barat 1 kabupaten (Pasangkayu)&#13;
&#13;
22. Papua Barat 2 kabupaten (Manokwari dan Kaimana)&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menilai bahwa perlu ada pemilihan ulang jika ada calon tunggal kalah dengan kotak kosong dalam kontestasi Pilkada serentak 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya cenderung memilih harus dilakukan pemilihan ulang segera, agar semua daerah memiliki kepala daerah definif (hasil Pemilihan). Jangan sampai ada daerah tidak punya kepala daerah definitif,&amp;quot; kata Doli kepada wartawan, Senin (2/9/2024).&#13;
&#13;
Legislator Partai Golkar itu mengakui jika sampai saat ini belum ada regulasi khusus yang mengatur terkait kotak kosong menang saat berhadapan dengan calon tunggal di Pilkada nanti.&#13;
&#13;
Sehingga, Doli menilai hal itu perlu dibahas lebih lanjut oleh penyelenggara pemilu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya kira memang hal itu perlu dibahas lebih lanjut ya. Karena di UU belum ada pengaturan lebih tegas soal konsekuensi bila kotak kosong menang dalam sebuah Pilkada,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kendati demikian, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait kapan akan membahas bersama pemerintah dan DPR sebagai pembuat undang-undang untuk membahas regulasi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kami tunggu saja segera surat dari KPU untuk kita gelar rapat konsultasi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan terdapat 43 wilayah dengan pasangan calon tunggal alias melawan kotak kosong di&amp;nbsp;Pilkada 2024.&#13;
&#13;
Berikut 43 wilayah dengan pasangan calon tunggal melawan kotak kosong:&#13;
&#13;
A. Pilkada Tingkat Provinsi&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Papua Barat 1 Paslon (calon Gubernur dan Wakil Gubernur)&#13;
&#13;
B. Pilkada Kabupaten / Kota (5 Pilwalkot&amp;nbsp; dan 37 Pilbup)&#13;
&#13;
1. Aceh 2 kabupaten (Aceh Utara dan Aceh Taming)&#13;
&#13;
2. Sumatera Utara 6 kabupaten (Tapanuli Tengah, Asahan, Pakpak Bharat, Serdang Berdagai, Labuhanbatu Utara, dan Nias Utara)&#13;
&#13;
3. Sumatera Barat 1 kabupaten (Dharmasraya)&#13;
&#13;
4. Jambi 1 kabupaten (Batanghari)&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
5. Sumatera Selatan 2 kabupaten (Ogan Ilir dan Empat Lawang)&#13;
&#13;
6. Bengkulu 1 kabupaten (Bengkulu Utara)&#13;
&#13;
7. Lampung 3 kabupaten (Lampung Barat, Lampung Timur, dan Tulang Bawang Barat)&#13;
&#13;
8. Kepulauan Bangka Belitung 2 kabupaten dan 1 kota (Bangka, Bangka Selatan, dan Kota Pangkal Pinang)&#13;
&#13;
9. Kepulauan Riau 1 kabupaten (Bintan)&#13;
&#13;
10. Jawa Barat 1 kabupaten (Ciamis)&#13;
&#13;
11. Jawa Tengah 3 kabupaten (Banyumas, Sukoharjo, dan Brebes)&#13;
&#13;
12. Jawa Timur 3 kabupaten dan 2 kota (Trenggalek, Ngawi, Gresik, Kota Pasuruan, dan Kota Surabaya)&#13;
&#13;
13. Kalimantan Barat 1 kabupaten (Bengkayang)&#13;
&#13;
14. Kalimantan Selatan 2 kabupaten (Tanah Bumbu dan Balangan)&#13;
&#13;
15. Kalimantan Timur 1 kota (Kota Samarinda)&#13;
&#13;
16. Kalimantan Utara 1 kabupaten dan 1 kota (Malinau dan Kota Tarakan)&#13;
&#13;
17. Sulawesi Utara 1 kabupaten (Kepulauan Siau Tagulandang Biaro)&#13;
&#13;
18. Sulawesi Selatan 1 kabupaten (Maros)&#13;
&#13;
19. Sulawesi Tenggara 1 kabupaten (Muna Barat)&#13;
&#13;
20. Gorontalo 1 kabupaten (Puhowato)&#13;
&#13;
21. Sulawesi Barat 1 kabupaten (Pasangkayu)&#13;
&#13;
22. Papua Barat 2 kabupaten (Manokwari dan Kaimana)&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
