<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Azan Magrib Pakai Running Text untuk Toleransi Beragama saat Misa Paus Fransiskus &amp;nbsp;</title><description>Menurutnya, imbauan Kemenkominfo bersifat temporer dan dalam rangka toleransi beragama saat Paus Fransiskus memimpin Misa di Indonesia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/04/337/3058578/azan-magrib-pakai-running-text-untuk-toleransi-beragama-saat-misa-paus-fransiskus-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/04/337/3058578/azan-magrib-pakai-running-text-untuk-toleransi-beragama-saat-misa-paus-fransiskus-nbsp"/><item><title> Azan Magrib Pakai Running Text untuk Toleransi Beragama saat Misa Paus Fransiskus &amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/04/337/3058578/azan-magrib-pakai-running-text-untuk-toleransi-beragama-saat-misa-paus-fransiskus-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/04/337/3058578/azan-magrib-pakai-running-text-untuk-toleransi-beragama-saat-misa-paus-fransiskus-nbsp</guid><pubDate>Rabu 04 September 2024 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/04/337/3058578/paus_fransiskus-Wckw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus (Foto: istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/04/337/3058578/paus_fransiskus-Wckw_large.jpg</image><title>Paus Fransiskus (Foto: istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merespons positif imbauan Kominfo terhadap lembaga penyiaran TV&amp;nbsp;selama gelaran Misa dihadiri Paus Fransiskus di GBK, Jakarta, Kamis 5 September 2024. Siaran azan Magrib di TV sementara diganti dalam bentuk running text (tulisan bergerak).&#13;
&#13;
Sekjen Falakiyah PBNU Kiai Asmui&amp;nbsp;mendukung, surat imbauan dari Kominfo tersebut. Menurutnya, imbauan Kemenkominfo bersifat temporer dan dalam rangka toleransi beragama saat Paus Fransiskus memimpin Misa di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menurut saya pribadi, tidak masalah jika hanya sekedar&amp;nbsp;temporary.&amp;nbsp;Karena sama-sama menghormati dan menghargai keyakinan agama lain,&amp;quot; kata Kiai Asmui, Rabu (4/9/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kemenkominfo meminta, siaran azan Magrib biasanya dikumandangkan serentak melalui televisi diganti melalui&amp;nbsp;running text&amp;nbsp;(tulisan bergerak). Hal ini&amp;nbsp;menindaklanjuti permintaan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengimbau televisi menampilkan&amp;nbsp;running text&amp;nbsp;saat azan Magrib.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kementerian Agama menyarankan terkait Misa dipimpin oleh Paus Fransiskus pada tanggal 5 September 2024 pada pukul 17.00-19.00 WIB. Agar disiarkan secara langsung dengan tidak terputus pada seluruh televisi nasional,&amp;quot; demikian surat Ditjen Bimas Islam dan Katolik Kemenag, dikutip Selasa (3/9/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan jadwal dari Kemenag, misa dilakukan di antara pukul 17.00 sampai 19.00 WIB. Sehingga diimbau azan Magrib disiarkan melalui&amp;nbsp;running text.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk penerapan ini, Kemenag kemudian menyurati Kominfo untuk mengimplementasikannya. &amp;quot;Teknis penayangan siaran kedua momen tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Pool TV,&amp;quot; bunyi surat Kemenag.&#13;
&#13;
Atas permintaan Kemenag tersebut, Kemenkominfo melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Pos dan Informatika Wayan Toni Supriyanto, mengeluarkan surat tertanggal 2 September 2024. Surat bernomor B-2026/DJPPI/HM.05.08/09/2024 itu ditujukan kepada para Direktur Utama Lembaga Penyiaran serta para Ketua Asosiasi dan Persatuan Lembaga Penyiaran.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merespons positif imbauan Kominfo terhadap lembaga penyiaran TV&amp;nbsp;selama gelaran Misa dihadiri Paus Fransiskus di GBK, Jakarta, Kamis 5 September 2024. Siaran azan Magrib di TV sementara diganti dalam bentuk running text (tulisan bergerak).&#13;
&#13;
Sekjen Falakiyah PBNU Kiai Asmui&amp;nbsp;mendukung, surat imbauan dari Kominfo tersebut. Menurutnya, imbauan Kemenkominfo bersifat temporer dan dalam rangka toleransi beragama saat Paus Fransiskus memimpin Misa di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menurut saya pribadi, tidak masalah jika hanya sekedar&amp;nbsp;temporary.&amp;nbsp;Karena sama-sama menghormati dan menghargai keyakinan agama lain,&amp;quot; kata Kiai Asmui, Rabu (4/9/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kemenkominfo meminta, siaran azan Magrib biasanya dikumandangkan serentak melalui televisi diganti melalui&amp;nbsp;running text&amp;nbsp;(tulisan bergerak). Hal ini&amp;nbsp;menindaklanjuti permintaan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengimbau televisi menampilkan&amp;nbsp;running text&amp;nbsp;saat azan Magrib.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kementerian Agama menyarankan terkait Misa dipimpin oleh Paus Fransiskus pada tanggal 5 September 2024 pada pukul 17.00-19.00 WIB. Agar disiarkan secara langsung dengan tidak terputus pada seluruh televisi nasional,&amp;quot; demikian surat Ditjen Bimas Islam dan Katolik Kemenag, dikutip Selasa (3/9/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan jadwal dari Kemenag, misa dilakukan di antara pukul 17.00 sampai 19.00 WIB. Sehingga diimbau azan Magrib disiarkan melalui&amp;nbsp;running text.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk penerapan ini, Kemenag kemudian menyurati Kominfo untuk mengimplementasikannya. &amp;quot;Teknis penayangan siaran kedua momen tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Pool TV,&amp;quot; bunyi surat Kemenag.&#13;
&#13;
Atas permintaan Kemenag tersebut, Kemenkominfo melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Pos dan Informatika Wayan Toni Supriyanto, mengeluarkan surat tertanggal 2 September 2024. Surat bernomor B-2026/DJPPI/HM.05.08/09/2024 itu ditujukan kepada para Direktur Utama Lembaga Penyiaran serta para Ketua Asosiasi dan Persatuan Lembaga Penyiaran.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
