<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Paus Fransiskus: Setan Selalu Berada di Saku Celana Kita</title><description>Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik se-Dunia dan Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus mengingatkan kepada ribuan umat bahwa setan selalu berada di dalam saku masing-masing.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/04/337/3058758/paus-fransiskus-setan-selalu-berada-di-saku-celana-kita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/04/337/3058758/paus-fransiskus-setan-selalu-berada-di-saku-celana-kita"/><item><title>Paus Fransiskus: Setan Selalu Berada di Saku Celana Kita</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/04/337/3058758/paus-fransiskus-setan-selalu-berada-di-saku-celana-kita</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/04/337/3058758/paus-fransiskus-setan-selalu-berada-di-saku-celana-kita</guid><pubDate>Rabu 04 September 2024 21:17 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/04/337/3058758/paus_fransiskus-Ydir_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus (Foto: Tangkapan layar/Widya M)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/04/337/3058758/paus_fransiskus-Ydir_large.jpg</image><title>Paus Fransiskus (Foto: Tangkapan layar/Widya M)</title></images><description>JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik se-Dunia dan Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus mengingatkan kepada ribuan umat bahwa setan selalu berada di dalam saku masing-masing. Hal ini terjadi jika tidak menerapkan bela rasa yang mana mementingkan diri sendiri dengan menjaga jarak dari semua orang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Setan selalu ada dalam saku kita, Apakah Anda percaya? Jadi mereka berpikir bahwa mereka lebih cerdas dan bebas dalam mencapai tujuan-tujuan mereka Ini adalah cara yang salah dalam melihat realitas,&amp;quot; kata Paus dalam audiensi di Gereja Katedral Jakarta,Rabu (4/9/2024).&#13;
&#13;
Lantas dia memberikan contoh, dia mengenal orang kaya dari Buenos Aires, Argentina yang selalu ingin menerima dari orang mengeruk kekayaan melalui orang lain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Lalu orang-orang sekitarnya membuat sebuah lelucon mengatakan &amp;quot;Anak yang Malang&amp;quot; &amp;#39;orang yang malang&amp;#39; karena dia begitu ingin mendapatkan dari yang lain tetapi kemudian tidak bisa menutup peti jenazahnya sendiri,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa yang membuat dunia bergerak maju bukanlah perhitungan kepentingan pribadi yang umumnya berujung pada kerusakan ciptaan dan pemecahan komunitas. Tetapi mempersembahkan kasih kepada sesama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Bela rasa tidak menggelapkan fisik kehidupan yang sejati sebaliknya Bela rasa membuat kita mampu melihat berbagai hal lebih baik dalam terang kasih secara spontan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita melihat realitas dengan baik hanya dengan mata hati. Oleh karena itu, tolong jangan lupa setan selalu ada di dalam saku!&amp;quot; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik se-Dunia dan Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus mengingatkan kepada ribuan umat bahwa setan selalu berada di dalam saku masing-masing. Hal ini terjadi jika tidak menerapkan bela rasa yang mana mementingkan diri sendiri dengan menjaga jarak dari semua orang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Setan selalu ada dalam saku kita, Apakah Anda percaya? Jadi mereka berpikir bahwa mereka lebih cerdas dan bebas dalam mencapai tujuan-tujuan mereka Ini adalah cara yang salah dalam melihat realitas,&amp;quot; kata Paus dalam audiensi di Gereja Katedral Jakarta,Rabu (4/9/2024).&#13;
&#13;
Lantas dia memberikan contoh, dia mengenal orang kaya dari Buenos Aires, Argentina yang selalu ingin menerima dari orang mengeruk kekayaan melalui orang lain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Lalu orang-orang sekitarnya membuat sebuah lelucon mengatakan &amp;quot;Anak yang Malang&amp;quot; &amp;#39;orang yang malang&amp;#39; karena dia begitu ingin mendapatkan dari yang lain tetapi kemudian tidak bisa menutup peti jenazahnya sendiri,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa yang membuat dunia bergerak maju bukanlah perhitungan kepentingan pribadi yang umumnya berujung pada kerusakan ciptaan dan pemecahan komunitas. Tetapi mempersembahkan kasih kepada sesama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Bela rasa tidak menggelapkan fisik kehidupan yang sejati sebaliknya Bela rasa membuat kita mampu melihat berbagai hal lebih baik dalam terang kasih secara spontan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita melihat realitas dengan baik hanya dengan mata hati. Oleh karena itu, tolong jangan lupa setan selalu ada di dalam saku!&amp;quot; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
