<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Azan Magrib Diganti Running Text saat Misa Paus Fransiskus, Begini Respons Uskup Agung Jakarta</title><description>Sekretaris Jendral Keuskupan Agung Jakarta, Romo V. Adi Prasojo mengatakan bahwa hal ini wujud saling menghormati antarsesama.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/04/337/3058765/azan-magrib-diganti-running-text-saat-misa-paus-fransiskus-begini-respons-uskup-agung-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/04/337/3058765/azan-magrib-diganti-running-text-saat-misa-paus-fransiskus-begini-respons-uskup-agung-jakarta"/><item><title>Azan Magrib Diganti Running Text saat Misa Paus Fransiskus, Begini Respons Uskup Agung Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/04/337/3058765/azan-magrib-diganti-running-text-saat-misa-paus-fransiskus-begini-respons-uskup-agung-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/04/337/3058765/azan-magrib-diganti-running-text-saat-misa-paus-fransiskus-begini-respons-uskup-agung-jakarta</guid><pubDate>Rabu 04 September 2024 21:32 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/04/337/3058765/paus_fransiskus-onCH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/04/337/3058765/paus_fransiskus-onCH_large.jpg</image><title>Paus Fransiskus (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau kepada stasiun televisi agar menyiarkan azan magrib dalam format teks berjalan. Terutama saat menayangkan acara Misa Kudus yang dipimpin Paus Fransiskus di GBK, Jakarta, Kamis (5/9/2024).&#13;
&#13;
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jendral Keuskupan Agung Jakarta, Romo V. Adi Prasojo mengatakan bahwa hal ini wujud saling menghormati antarsesama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kita hidup berdampingan beragam kita saling menghormati satu sama lain. Maka itu ada kebijakan dari pemerintah bahwa sampai mengganggu kewajiban saudari-saudari muslim untuk salat magrib,&amp;quot; ujar Adi kepada wartawan di Gereja Katedral, Jakarta Rabu (4/9/2024).&#13;
&#13;
Meski demikian pihaknya tetap memberikan informasi kepada umat Muslim untuk mengadakan salat magrib. &amp;quot;Maka tetap beri informasi saatnya untuk mengadakan salat magrib sebagai usaha untuk saling menghargai,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait dengan kebebasan beragama kita saling menghormati maka kita bersama-sama menghindari kekerasan ekstremisme ataupun intoleransi karena sejatinya sudah memiliki gen dari keberagaman,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau kepada stasiun televisi agar menyiarkan azan magrib dalam format teks berjalan. Terutama saat menayangkan acara Misa Kudus yang dipimpin Paus Fransiskus di GBK, Jakarta, Kamis (5/9/2024).&#13;
&#13;
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jendral Keuskupan Agung Jakarta, Romo V. Adi Prasojo mengatakan bahwa hal ini wujud saling menghormati antarsesama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kita hidup berdampingan beragam kita saling menghormati satu sama lain. Maka itu ada kebijakan dari pemerintah bahwa sampai mengganggu kewajiban saudari-saudari muslim untuk salat magrib,&amp;quot; ujar Adi kepada wartawan di Gereja Katedral, Jakarta Rabu (4/9/2024).&#13;
&#13;
Meski demikian pihaknya tetap memberikan informasi kepada umat Muslim untuk mengadakan salat magrib. &amp;quot;Maka tetap beri informasi saatnya untuk mengadakan salat magrib sebagai usaha untuk saling menghargai,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait dengan kebebasan beragama kita saling menghormati maka kita bersama-sama menghindari kekerasan ekstremisme ataupun intoleransi karena sejatinya sudah memiliki gen dari keberagaman,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
