<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Densus 88 Tangkap Dua Terduga&amp;nbsp;Teroris&amp;nbsp;di Bekasi, Kerja di Bengkel dan Penjual Donat</title><description>Tim Densus 88 Anti Teror melakukan operasi penangkapan dua terduga teroris di kawasan Bekasi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/04/338/3058377/densus-88-tangkap-dua-terduga-teroris-di-bekasi-kerja-di-bengkel-dan-penjual-donat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/04/338/3058377/densus-88-tangkap-dua-terduga-teroris-di-bekasi-kerja-di-bengkel-dan-penjual-donat"/><item><title>5 Fakta Densus 88 Tangkap Dua Terduga&amp;nbsp;Teroris&amp;nbsp;di Bekasi, Kerja di Bengkel dan Penjual Donat</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/04/338/3058377/densus-88-tangkap-dua-terduga-teroris-di-bekasi-kerja-di-bengkel-dan-penjual-donat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/04/338/3058377/densus-88-tangkap-dua-terduga-teroris-di-bekasi-kerja-di-bengkel-dan-penjual-donat</guid><pubDate>Rabu 04 September 2024 07:07 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/04/338/3058377/lokasi_penangkapan_terduga_teroris_di_bekasi-OgAE_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Lokasi penangkapan terduga teroris di Bekasi. (Foto: Okezone/Jonathan S)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/04/338/3058377/lokasi_penangkapan_terduga_teroris_di_bekasi-OgAE_large.jpeg</image><title>Lokasi penangkapan terduga teroris di Bekasi. (Foto: Okezone/Jonathan S)</title></images><description>JAKARTA - Tim Densus 88 Anti Teror melakukan operasi penangkapan dua terduga&amp;nbsp;teroris&amp;nbsp;di kawasan Bekasi, Selasa (3/9/2024). Hal itu dibenarkan oleh Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Dani Hamdani.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berikut sejumlah faktanya:&#13;
&#13;
1. Identitas Terduga Teroris&#13;
&#13;
Pemuda terduga pelaku&amp;nbsp;teroris&amp;nbsp;berinisial FNA (25) ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri di Jalan Pahlawan, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Penangkapan dilakukan pada Selasa (3/9) pagi hari.&#13;
&#13;
Sehari-hari, FNA disebut bekerja di bengkel milik ayahnya&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau bapaknya udah lama buka bengkel di sini, terus anaknya diajak kerja belum lama ini si, setiap hari buka jam 8 sampai sore biasanya,&amp;quot; tutup Pendi.&#13;
&#13;
Selain Febri, Densus 88 juga menangkap DFA di kawasan Kampung Rawa Roko, Jalan Makrik, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.&#13;
&#13;
2. Kronologi Penangkapan&#13;
&#13;
Operasi penangkapan Densus 88 diketahui oleh warga yang beraktivitas di sekitar lokasi. Adapun penangkapan dilakukan di sebuah bengkel yang terletak di ruas Jalan Pahlawan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Anaknya (FNA) duduk di sini, tahu-tahu aparat datang (menangkap),&amp;rdquo; kata Saksi Penangkapan, Pendi, Selasa (3/9/2024).&#13;
&#13;
Dalam penangkapan itu, ia mengaku banyak aparat yang kepolisian yang datang. Namun ia mengaku melihat aparat kepolisian tidak memakai seragam dinas kepolisian atau baju bertuliskan Densus 88.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Enggak pakai seragam, kaya pakaian preman biasa aja. Tapi kalau Babinsa sama Khamtibmasnya pakai seragam,&amp;rdquo; jelas Pendi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Sudah Diintai Sejak Juli&#13;
&#13;
FNA ternyata sudah diintai polisi sejak Juli 2024 lalu. Hal itu dikatakan oleh Ketua RT 04/RW 14 Kelurahan Margahayu, Ismail. Ismail mengaku pihak kepolisian telah meminta izin terhadap dirinya untuk&amp;nbsp; segera melakukan penjemputan terhadap Febri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Memang intel itu beberapa hari lalu, udah minta nomer saya. Saya disuruh keep jangan ngomong dulu. Sampai pada hari ini udah dilakukan penjemputan,&amp;rdquo; kata Ismail kepada wartawan, Selasa (3/9/2024).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;(diinformasikan sejak) Akhir Juli,&amp;rdquo; tambah Ismail.&#13;
&#13;
4. Dampingi Penggerebekan&#13;
&#13;
Ismail mengaku turut mendampingi penggerebekan yang akan dilakukan pihak kepolisian. Saat itu dirinya diperlihatkan surat perintah penangkapan dan penggerebekan.&#13;
&#13;
Namun pada saat itu, terduga pelaku ternyata tidak berada di rumah. FNA saat itu sudah berada di bengkel milik ayahnya di kawasan Jalan Raya Pahlawan, Aren Jaya, Bekasi Timur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kebetulan juga beliau sedang tidak berada di rumah, kebetulan dia sedang berada di tempat kerja orangtuanya di bengkel,&amp;rdquo; tambah dia.&#13;
5. Pedagang Donat&#13;
&#13;
Sementara itu terduga teroris DFA diketahui merupakan seorang pedagang donat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tadi sekitar jam 07.00 WIB saya ditelpon Binmaspol terkait ada salah satu warga yang bermasalah terkait kasus terorisme,&amp;rdquo; kata Ketua RT setempat, Suminta kepada wartawan, Selasa (3/9/2024).&#13;
&#13;
Setelah penangkapan, Suminta mengaku diminta untuk menghadap ke Kelurahan setempat. Saat itu, ia mengaku mendapati ada sosok yang telah ditangkap dan berada di dalam mobil.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya tadi di telepon Binmapos, disuruh menghadap Kelurahan, ternyata pelaku sudah ada di dalam mobil dan kita gak tahu penangkapannya di mana,&amp;rdquo; ungkap dia.&#13;
&#13;
Suminta menyebut dia tidak mengenal sosok terduga pelaku, sebab menurutnya pelaku pun tidak melaporkan diri ke RT setempat. Namun, pelaku disebut bekerja sebagai penjual donat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;(aktivitas) jualan donat, tapi jualannya di daerah Jembatan Satu Rawalumbu,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dalam penggeledahan itu, petugas Densus 88 Anti Teror Mabes Polri turut mengamankan barang bukti. Barang bukti yang diamankan berupa buku dan satu kartu keluarga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada (barang bukti diamankan). Yang ditemukan itu tiga buku dan satu buah kartu keluarga,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Densus 88 Anti Teror melakukan operasi penangkapan dua terduga&amp;nbsp;teroris&amp;nbsp;di kawasan Bekasi, Selasa (3/9/2024). Hal itu dibenarkan oleh Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Dani Hamdani.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berikut sejumlah faktanya:&#13;
&#13;
1. Identitas Terduga Teroris&#13;
&#13;
Pemuda terduga pelaku&amp;nbsp;teroris&amp;nbsp;berinisial FNA (25) ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri di Jalan Pahlawan, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Penangkapan dilakukan pada Selasa (3/9) pagi hari.&#13;
&#13;
Sehari-hari, FNA disebut bekerja di bengkel milik ayahnya&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau bapaknya udah lama buka bengkel di sini, terus anaknya diajak kerja belum lama ini si, setiap hari buka jam 8 sampai sore biasanya,&amp;quot; tutup Pendi.&#13;
&#13;
Selain Febri, Densus 88 juga menangkap DFA di kawasan Kampung Rawa Roko, Jalan Makrik, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.&#13;
&#13;
2. Kronologi Penangkapan&#13;
&#13;
Operasi penangkapan Densus 88 diketahui oleh warga yang beraktivitas di sekitar lokasi. Adapun penangkapan dilakukan di sebuah bengkel yang terletak di ruas Jalan Pahlawan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Anaknya (FNA) duduk di sini, tahu-tahu aparat datang (menangkap),&amp;rdquo; kata Saksi Penangkapan, Pendi, Selasa (3/9/2024).&#13;
&#13;
Dalam penangkapan itu, ia mengaku banyak aparat yang kepolisian yang datang. Namun ia mengaku melihat aparat kepolisian tidak memakai seragam dinas kepolisian atau baju bertuliskan Densus 88.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Enggak pakai seragam, kaya pakaian preman biasa aja. Tapi kalau Babinsa sama Khamtibmasnya pakai seragam,&amp;rdquo; jelas Pendi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Sudah Diintai Sejak Juli&#13;
&#13;
FNA ternyata sudah diintai polisi sejak Juli 2024 lalu. Hal itu dikatakan oleh Ketua RT 04/RW 14 Kelurahan Margahayu, Ismail. Ismail mengaku pihak kepolisian telah meminta izin terhadap dirinya untuk&amp;nbsp; segera melakukan penjemputan terhadap Febri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Memang intel itu beberapa hari lalu, udah minta nomer saya. Saya disuruh keep jangan ngomong dulu. Sampai pada hari ini udah dilakukan penjemputan,&amp;rdquo; kata Ismail kepada wartawan, Selasa (3/9/2024).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;(diinformasikan sejak) Akhir Juli,&amp;rdquo; tambah Ismail.&#13;
&#13;
4. Dampingi Penggerebekan&#13;
&#13;
Ismail mengaku turut mendampingi penggerebekan yang akan dilakukan pihak kepolisian. Saat itu dirinya diperlihatkan surat perintah penangkapan dan penggerebekan.&#13;
&#13;
Namun pada saat itu, terduga pelaku ternyata tidak berada di rumah. FNA saat itu sudah berada di bengkel milik ayahnya di kawasan Jalan Raya Pahlawan, Aren Jaya, Bekasi Timur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kebetulan juga beliau sedang tidak berada di rumah, kebetulan dia sedang berada di tempat kerja orangtuanya di bengkel,&amp;rdquo; tambah dia.&#13;
5. Pedagang Donat&#13;
&#13;
Sementara itu terduga teroris DFA diketahui merupakan seorang pedagang donat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tadi sekitar jam 07.00 WIB saya ditelpon Binmaspol terkait ada salah satu warga yang bermasalah terkait kasus terorisme,&amp;rdquo; kata Ketua RT setempat, Suminta kepada wartawan, Selasa (3/9/2024).&#13;
&#13;
Setelah penangkapan, Suminta mengaku diminta untuk menghadap ke Kelurahan setempat. Saat itu, ia mengaku mendapati ada sosok yang telah ditangkap dan berada di dalam mobil.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya tadi di telepon Binmapos, disuruh menghadap Kelurahan, ternyata pelaku sudah ada di dalam mobil dan kita gak tahu penangkapannya di mana,&amp;rdquo; ungkap dia.&#13;
&#13;
Suminta menyebut dia tidak mengenal sosok terduga pelaku, sebab menurutnya pelaku pun tidak melaporkan diri ke RT setempat. Namun, pelaku disebut bekerja sebagai penjual donat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;(aktivitas) jualan donat, tapi jualannya di daerah Jembatan Satu Rawalumbu,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dalam penggeledahan itu, petugas Densus 88 Anti Teror Mabes Polri turut mengamankan barang bukti. Barang bukti yang diamankan berupa buku dan satu kartu keluarga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada (barang bukti diamankan). Yang ditemukan itu tiga buku dan satu buah kartu keluarga,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
