<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Laporkan Senior dr Aulia Risma Lestari ke Polda Jateng</title><description>Dia tak menyebut identitas para terlapor. Namun dirinya menegaskan para terlapor juga merupakan mahasiswa PPDS FK Undip yang tak lain adalah senior dari korban.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/04/512/3058755/keluarga-laporkan-senior-dr-aulia-risma-lestari-ke-polda-jateng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/04/512/3058755/keluarga-laporkan-senior-dr-aulia-risma-lestari-ke-polda-jateng"/><item><title>Keluarga Laporkan Senior dr Aulia Risma Lestari ke Polda Jateng</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/04/512/3058755/keluarga-laporkan-senior-dr-aulia-risma-lestari-ke-polda-jateng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/04/512/3058755/keluarga-laporkan-senior-dr-aulia-risma-lestari-ke-polda-jateng</guid><pubDate>Rabu 04 September 2024 21:13 WIB</pubDate><dc:creator>Eka Setiawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/04/512/3058755/keluarga_dokter_aulia_risma_lestari_melapor_ke_poilda_jateng-He4W_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keluarga dokter Aulia Risma Lestari melapor ke Poilda Jateng (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/04/512/3058755/keluarga_dokter_aulia_risma_lestari_melapor_ke_poilda_jateng-He4W_large.jpg</image><title>Keluarga dokter Aulia Risma Lestari melapor ke Poilda Jateng (Foto: MPI)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Proses pengaduan keluarga almarhumah dr&amp;nbsp;Aulia Risma Lestari (ARL) mahasiswa PPDS Anestesi FK Undip ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng sudah selesai, Rabu (4/9/2024) petang. Mereka yang datang melapor adalah ibu korban yakni Nuzmatun Malinag, adik kandung korban Nadia dan kuasa hukumnya Misyal Ahmad.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mereka melaporkan sejumlah senior korban terkait dugaan pemerasan, pengancaman hingga intimidasi kepada korban. &amp;ldquo;Jadi almarhumah adalah mahasiswa PPDS dari Undip yang mengalami bullying, ada intimidasi, pengancaman, buktinya sudah kita kasih ke Polda Jateng,&amp;rdquo; kata Misyal Ahmad usai pelaporan di Mapolda Jateng, Kota Semarang.&#13;
&#13;
Dia tak menyebut identitas para terlapor. Namun dirinya menegaskan para terlapor juga merupakan mahasiswa PPDS FK Undip yang tak lain adalah senior dari korban.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami belum berani sebut nama, karena almarhumah sudah meninggal, jadi ini diproses kepolisian. Terlapornya dari mahasiswa, seniornya lebih dari satu orang,&amp;rdquo; lanjut dia. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejumlah bukti yang diserahkan ke polisi di antaranya chat dari ponsel korban, termasuk rekening. Semuanya masih dilakukan pemeriksaan. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia berharap, kasus ini bisa menemukan titik terang dan menciptakan keadilan bagi korban. Dia juga berharap langkah ini juga jadi satu dorongan bagi mahasiswa PPDS lainnya untuk berani melapor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Supaya dunia kesehatan kita tidak lagi terkontamintasi hal-hal negatif. Kita kawal bersama karena kasus harus tuntas,&amp;rdquo; tandasnya.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Proses pengaduan keluarga almarhumah dr&amp;nbsp;Aulia Risma Lestari (ARL) mahasiswa PPDS Anestesi FK Undip ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng sudah selesai, Rabu (4/9/2024) petang. Mereka yang datang melapor adalah ibu korban yakni Nuzmatun Malinag, adik kandung korban Nadia dan kuasa hukumnya Misyal Ahmad.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mereka melaporkan sejumlah senior korban terkait dugaan pemerasan, pengancaman hingga intimidasi kepada korban. &amp;ldquo;Jadi almarhumah adalah mahasiswa PPDS dari Undip yang mengalami bullying, ada intimidasi, pengancaman, buktinya sudah kita kasih ke Polda Jateng,&amp;rdquo; kata Misyal Ahmad usai pelaporan di Mapolda Jateng, Kota Semarang.&#13;
&#13;
Dia tak menyebut identitas para terlapor. Namun dirinya menegaskan para terlapor juga merupakan mahasiswa PPDS FK Undip yang tak lain adalah senior dari korban.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami belum berani sebut nama, karena almarhumah sudah meninggal, jadi ini diproses kepolisian. Terlapornya dari mahasiswa, seniornya lebih dari satu orang,&amp;rdquo; lanjut dia. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejumlah bukti yang diserahkan ke polisi di antaranya chat dari ponsel korban, termasuk rekening. Semuanya masih dilakukan pemeriksaan. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia berharap, kasus ini bisa menemukan titik terang dan menciptakan keadilan bagi korban. Dia juga berharap langkah ini juga jadi satu dorongan bagi mahasiswa PPDS lainnya untuk berani melapor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Supaya dunia kesehatan kita tidak lagi terkontamintasi hal-hal negatif. Kita kawal bersama karena kasus harus tuntas,&amp;rdquo; tandasnya.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
