<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Maurizio, Remaja 18 Tahun yang Dapat Tanda Tangan Paus Fransiskus&amp;nbsp;</title><description>Maurizio, remaja berumur 18 tahun dari Keuskupan Agung Jakarta menitihkan air mata ketika bercerita mengenai pengalamannya, yang berhasil menembus kerumunan untuk mendekat ke Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/05/337/3059008/cerita-maurizio-remaja-18-tahun-yang-dapat-tanda-tangan-paus-fransiskus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/05/337/3059008/cerita-maurizio-remaja-18-tahun-yang-dapat-tanda-tangan-paus-fransiskus"/><item><title>Cerita Maurizio, Remaja 18 Tahun yang Dapat Tanda Tangan Paus Fransiskus&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/05/337/3059008/cerita-maurizio-remaja-18-tahun-yang-dapat-tanda-tangan-paus-fransiskus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/05/337/3059008/cerita-maurizio-remaja-18-tahun-yang-dapat-tanda-tangan-paus-fransiskus</guid><pubDate>Kamis 05 September 2024 13:34 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/05/337/3059008/maurizio_menangis_saat_mendapatkan_tanda_tangan_paus_fransiskus-LB0f_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Maurizio menangis saat mendapatkan tanda tangan Paus Fransiskus  (foto: Okezone/Riana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/05/337/3059008/maurizio_menangis_saat_mendapatkan_tanda_tangan_paus_fransiskus-LB0f_large.jpg</image><title>Maurizio menangis saat mendapatkan tanda tangan Paus Fransiskus  (foto: Okezone/Riana)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Maurizio, remaja berumur 18 tahun dari Keuskupan Agung Jakarta menitihkan air mata ketika bercerita mengenai pengalamannya, yang berhasil menembus kerumunan untuk mendekat ke Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus.&#13;
&#13;
Diketahui, hari ini Paus Fransiskus bertolak dari Kedutaan Besar (Kedubes) Vatikan menuju Masjid Istiqlal untuk melakukan pertemuan antaragama, Kamis (5/9/2024).&#13;
&#13;
Masyarakat yang mengetahui hal itu pun sengaja menunggu Paus Fransiskus di depan Kedubes Vatikan, dan Maurizio merupakan satu di antaranya.&#13;
&#13;
Maurizio bercerita, dirinya sempat pesimis saat melihat kerumunan masyarakat yang ingin melihat Paus Fransiskus secara langsung. Namun, itu tidak mengurungkan niatnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi dari awal di depan kantor kedutaan (besar Vatikan) saya belum dapat, jalan terus di depan (kantor) kementerian (perdagangan) baru bisa,&amp;quot; katanya saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2024).&#13;
&#13;
Pria 18 tahun itu pun terus mencoba hingga menemukan celah yang membawanya ke depan mobil Paus Fransiskus. Tidak berhenti di situ, Maurizio hampir terbawa arus dan kembali ke barisan belakang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun dia menguatkan kaki dan tekadnya, dia tetap bertahan walaupun pasukan pengamanan terus mendorongnya agar menjauhi mobil Paus Fransiskus.&#13;
&#13;
Perjuangannya yang tidak sia-sia, buku yang dibawanya pun ditandatangani langsung oleh pemimpin tertinggi gereja katolik dunia itu. Terlihat, Maurizio membawa buku ruah atau buku bacaan dan renungan harian katolik dengan sampul bergambar Paus Fransiskus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini buku liturgi, kebetulan ada (foto cover) Paus Fransiskus-nya jadi saya kira pas, dan tadi merangsek merangsek merangsek, ternyata bisa dapat (tanda tangan) beliau,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Maurizio, remaja berumur 18 tahun dari Keuskupan Agung Jakarta menitihkan air mata ketika bercerita mengenai pengalamannya, yang berhasil menembus kerumunan untuk mendekat ke Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus.&#13;
&#13;
Diketahui, hari ini Paus Fransiskus bertolak dari Kedutaan Besar (Kedubes) Vatikan menuju Masjid Istiqlal untuk melakukan pertemuan antaragama, Kamis (5/9/2024).&#13;
&#13;
Masyarakat yang mengetahui hal itu pun sengaja menunggu Paus Fransiskus di depan Kedubes Vatikan, dan Maurizio merupakan satu di antaranya.&#13;
&#13;
Maurizio bercerita, dirinya sempat pesimis saat melihat kerumunan masyarakat yang ingin melihat Paus Fransiskus secara langsung. Namun, itu tidak mengurungkan niatnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi dari awal di depan kantor kedutaan (besar Vatikan) saya belum dapat, jalan terus di depan (kantor) kementerian (perdagangan) baru bisa,&amp;quot; katanya saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2024).&#13;
&#13;
Pria 18 tahun itu pun terus mencoba hingga menemukan celah yang membawanya ke depan mobil Paus Fransiskus. Tidak berhenti di situ, Maurizio hampir terbawa arus dan kembali ke barisan belakang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun dia menguatkan kaki dan tekadnya, dia tetap bertahan walaupun pasukan pengamanan terus mendorongnya agar menjauhi mobil Paus Fransiskus.&#13;
&#13;
Perjuangannya yang tidak sia-sia, buku yang dibawanya pun ditandatangani langsung oleh pemimpin tertinggi gereja katolik dunia itu. Terlihat, Maurizio membawa buku ruah atau buku bacaan dan renungan harian katolik dengan sampul bergambar Paus Fransiskus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini buku liturgi, kebetulan ada (foto cover) Paus Fransiskus-nya jadi saya kira pas, dan tadi merangsek merangsek merangsek, ternyata bisa dapat (tanda tangan) beliau,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
