<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemkab Terkendala Biaya Cetak e-KTP, 14.000 Warga NTT Terancam Tak Ikut Pilkada</title><description>Belasan ribu warga Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dan terancam tidak bisa mengikuti Pilkada 2024.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/06/340/3059275/pemkab-terkendala-biaya-cetak-e-ktp-14-000-warga-ntt-terancam-tak-ikut-pilkada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/06/340/3059275/pemkab-terkendala-biaya-cetak-e-ktp-14-000-warga-ntt-terancam-tak-ikut-pilkada"/><item><title>Pemkab Terkendala Biaya Cetak e-KTP, 14.000 Warga NTT Terancam Tak Ikut Pilkada</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/06/340/3059275/pemkab-terkendala-biaya-cetak-e-ktp-14-000-warga-ntt-terancam-tak-ikut-pilkada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/06/340/3059275/pemkab-terkendala-biaya-cetak-e-ktp-14-000-warga-ntt-terancam-tak-ikut-pilkada</guid><pubDate>Jum'at 06 September 2024 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ponsius Econg</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/05/340/3059275/belasan_ribu_warga_ntt_terancam_tak_bisa_ikut_pilkada_2024-Z8mc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">14.000 Warga NTT terancam tak bisa ikut Pilkada 2024 (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/05/340/3059275/belasan_ribu_warga_ntt_terancam_tak_bisa_ikut_pilkada_2024-Z8mc_large.jpg</image><title>14.000 Warga NTT terancam tak bisa ikut Pilkada 2024 (Foto : Okezone.com)</title></images><description>FLORES TIMUR - Belasan ribu warga Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dan terancam tidak bisa mengikuti Pilkada 2024.&#13;
&#13;
Pemerintah Daerah setempat saat ini dihadapkan pada kendala berarti secara keuangan untuk mencetak e-KTP sesuai yang jumlah dibutuhkan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Flores Timur, Yoseph Soecipto Keraf mengatakan, sekitar 14 ribu e-KTP belum bisa dicetak sekarang karena kurangnya anggaran.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Situasi saat ini sangat penting dan mendesak. Kami butuh tambahan anggaran sekitar Rp300 juta untuk mencetak lebih dari 14.000 e-KTP,&amp;quot; ungkap Keraf, Kamis (5/9/2024).&#13;
&#13;
Pihaknya mengkhawatirkan akan ada &amp;nbsp;banyak orang yang tidak bisa menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada 2024, baik untuk Pilbup Flores Timur maupun Pilgub NTT.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Disdukcapil Kabupaten Flores Timur dikatakannya telah mengajukan anggaran pada APBD-Perubahan untuk pembiayaan pencetakan e-KTP sesuai kebutuhan, tetapi hanya sebagian kecil yang disetujui.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita menginginkan warga tetap punya hak memilih. Kami sudah ajukan (anggaran pencetakan e-KTP), tapi hanya disetujui Rp56 juta,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ada banyak warga dikatakannya yang berusia 17 tahun ke atas atau yang memasuki usia 17 tahun sebelum hari pemungutan suara, 27 November 2024 mendatang.ada Namun, pihaknya tidak bisa menjangkau semuanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sesuai kondisi keuangan yang ada, pihak Disdukcapil Kabupaten Flores Timur terpaksa memilih dan hanya akan berkonsentrasi pada wilayah tertentu yang paling banyak pemilihnya belum memiliki e-KTP.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keraf menyebut hanya akan berkonsentrasi di 3 wilayah kecamatan, yakni Larantuka, Adonara Timur dan Witihama. Pihaknya berencana akan melakukannya dengan sistem &amp;#39;jemput bola&amp;#39; atau mendatangi langsung lokasi agar benar-benar optimal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jumlah warga di tiga kecamatan ini yang belum punya e-KTP di atas 1.000 pemilih,&amp;quot; ujar Keraf.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>FLORES TIMUR - Belasan ribu warga Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dan terancam tidak bisa mengikuti Pilkada 2024.&#13;
&#13;
Pemerintah Daerah setempat saat ini dihadapkan pada kendala berarti secara keuangan untuk mencetak e-KTP sesuai yang jumlah dibutuhkan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Flores Timur, Yoseph Soecipto Keraf mengatakan, sekitar 14 ribu e-KTP belum bisa dicetak sekarang karena kurangnya anggaran.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Situasi saat ini sangat penting dan mendesak. Kami butuh tambahan anggaran sekitar Rp300 juta untuk mencetak lebih dari 14.000 e-KTP,&amp;quot; ungkap Keraf, Kamis (5/9/2024).&#13;
&#13;
Pihaknya mengkhawatirkan akan ada &amp;nbsp;banyak orang yang tidak bisa menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada 2024, baik untuk Pilbup Flores Timur maupun Pilgub NTT.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Disdukcapil Kabupaten Flores Timur dikatakannya telah mengajukan anggaran pada APBD-Perubahan untuk pembiayaan pencetakan e-KTP sesuai kebutuhan, tetapi hanya sebagian kecil yang disetujui.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita menginginkan warga tetap punya hak memilih. Kami sudah ajukan (anggaran pencetakan e-KTP), tapi hanya disetujui Rp56 juta,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ada banyak warga dikatakannya yang berusia 17 tahun ke atas atau yang memasuki usia 17 tahun sebelum hari pemungutan suara, 27 November 2024 mendatang.ada Namun, pihaknya tidak bisa menjangkau semuanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sesuai kondisi keuangan yang ada, pihak Disdukcapil Kabupaten Flores Timur terpaksa memilih dan hanya akan berkonsentrasi pada wilayah tertentu yang paling banyak pemilihnya belum memiliki e-KTP.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keraf menyebut hanya akan berkonsentrasi di 3 wilayah kecamatan, yakni Larantuka, Adonara Timur dan Witihama. Pihaknya berencana akan melakukannya dengan sistem &amp;#39;jemput bola&amp;#39; atau mendatangi langsung lokasi agar benar-benar optimal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jumlah warga di tiga kecamatan ini yang belum punya e-KTP di atas 1.000 pemilih,&amp;quot; ujar Keraf.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
