<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan Tak Turun Berbulan-bulan, 225 Kecamatan di NTT Siaga Kekeringan</title><description>Sejumlah titik bahkan mengalami kekeringan ekstrem dampak tidak turunnya hujan selama berbulan-bulan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/06/340/3059577/hujan-tak-turun-berbulan-bulan-225-kecamatan-di-ntt-siaga-kekeringan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/06/340/3059577/hujan-tak-turun-berbulan-bulan-225-kecamatan-di-ntt-siaga-kekeringan"/><item><title>Hujan Tak Turun Berbulan-bulan, 225 Kecamatan di NTT Siaga Kekeringan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/06/340/3059577/hujan-tak-turun-berbulan-bulan-225-kecamatan-di-ntt-siaga-kekeringan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/06/340/3059577/hujan-tak-turun-berbulan-bulan-225-kecamatan-di-ntt-siaga-kekeringan</guid><pubDate>Jum'at 06 September 2024 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Ponsius Econg</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/06/340/3059577/ilustrasi_kekeringan-Rkl6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kekeringan. (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/06/340/3059577/ilustrasi_kekeringan-Rkl6_large.jpg</image><title>Ilustrasi kekeringan. (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>KUPANG - Kekeringan sedang melanda hampir seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah titik bahkan mengalami kekeringan ekstrem dampak tidak turunnya hujan selama berbulan-bulan.&amp;nbsp;Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di antaranya telah menetapkan siaga kekeringan di 225 dari 309 wilayah kecamatan yang tersebar di berbagai kabupaten di provinsi tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Selain itu, sebanyak 28 kecamatan bahkan masuk kategori awas kekeringan. Kemudian 20 kecamatan&amp;nbsp; masuk kategori waspada kekeringan,&amp;quot; ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, Rahmatulloh Adji, Jumat (6/9/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pihaknya mencatat paling banyak siaga kekeringan itu di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebanyak 28 kecamatan, diikuti Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Utara (TTU) masing-masing 21 kecamatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk Kabupaten Timor Tengah Selatan, hampir semua kecamatan mengalami kekeringan. Dari 32 kecamatan di daerah itu hanya satu kecamatan yang tidak masuk dalam kategori kekeringan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Selanjutnya ada 2 kabupaten di ujung timur Pulau Flores, yakni Kabupaten Flores Timur dan Sikka. Siaga kekeringan masing-masing melanda 20 dan 15 kecamatan di 2 daerah kabupaten tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Siaga kekeringan paling sedikit di Kabupaten Manggarai Timur (3), Manggarai, Nagekeo dan Sumba Tengah masing-masing 5 kecamatan, dan masing-masing 6 kecamatan di Manggarai Barat dan Sumba Barat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sedangkan untuk kategori awas kekeringan, paling banyak di Sumba Timur (9) dan Kota Kupang (6). Paling sedikit di TTS (1), diikuti masing-masing 2 kecamatan di Sikka dan Rote Ndao, lalu masing-masing 3 kecamatan di Sabu Raijua dan Kupang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, suatu wilayah masuk kategori siaga kekeringan jika tidak pernah turun hujan selama lebih dari 1 bulan (31 hari). Selanjutnya masuk kategori awas kekeringan apabila tanpa hujan selama 2 bulan (61 hari).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saat ini, kata dia, anomali suhu muka laut di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur umumnya cenderung netral hingga lebih hangat dari klimatologisnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu diprediksi akan terus hangat dengan anomali suhu muka laut berkisar antara +0.5 sampai +1.0 Celsius pada periode September 2024 hingga Februari 2025,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>KUPANG - Kekeringan sedang melanda hampir seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah titik bahkan mengalami kekeringan ekstrem dampak tidak turunnya hujan selama berbulan-bulan.&amp;nbsp;Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di antaranya telah menetapkan siaga kekeringan di 225 dari 309 wilayah kecamatan yang tersebar di berbagai kabupaten di provinsi tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Selain itu, sebanyak 28 kecamatan bahkan masuk kategori awas kekeringan. Kemudian 20 kecamatan&amp;nbsp; masuk kategori waspada kekeringan,&amp;quot; ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, Rahmatulloh Adji, Jumat (6/9/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pihaknya mencatat paling banyak siaga kekeringan itu di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebanyak 28 kecamatan, diikuti Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Utara (TTU) masing-masing 21 kecamatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk Kabupaten Timor Tengah Selatan, hampir semua kecamatan mengalami kekeringan. Dari 32 kecamatan di daerah itu hanya satu kecamatan yang tidak masuk dalam kategori kekeringan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Selanjutnya ada 2 kabupaten di ujung timur Pulau Flores, yakni Kabupaten Flores Timur dan Sikka. Siaga kekeringan masing-masing melanda 20 dan 15 kecamatan di 2 daerah kabupaten tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Siaga kekeringan paling sedikit di Kabupaten Manggarai Timur (3), Manggarai, Nagekeo dan Sumba Tengah masing-masing 5 kecamatan, dan masing-masing 6 kecamatan di Manggarai Barat dan Sumba Barat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sedangkan untuk kategori awas kekeringan, paling banyak di Sumba Timur (9) dan Kota Kupang (6). Paling sedikit di TTS (1), diikuti masing-masing 2 kecamatan di Sikka dan Rote Ndao, lalu masing-masing 3 kecamatan di Sabu Raijua dan Kupang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, suatu wilayah masuk kategori siaga kekeringan jika tidak pernah turun hujan selama lebih dari 1 bulan (31 hari). Selanjutnya masuk kategori awas kekeringan apabila tanpa hujan selama 2 bulan (61 hari).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saat ini, kata dia, anomali suhu muka laut di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur umumnya cenderung netral hingga lebih hangat dari klimatologisnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu diprediksi akan terus hangat dengan anomali suhu muka laut berkisar antara +0.5 sampai +1.0 Celsius pada periode September 2024 hingga Februari 2025,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
