<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kalah Perang di Pulau Jawa, Komandan Perang Pasukan Tartar Cina Dihukum Cambuk</title><description>Kalah berperang dengan Pasukan Jawa yang menerapkan strategi cerdik membuat tentara Tartar Cina menarik keseluruhan pasukannya. Penarikan ini setelah tentara Cina itu harus kehilangan 3 ribu pasukan di Pulau Jawa.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/07/337/3059808/kalah-perang-di-pulau-jawa-komandan-perang-pasukan-tartar-cina-dihukum-cambuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/07/337/3059808/kalah-perang-di-pulau-jawa-komandan-perang-pasukan-tartar-cina-dihukum-cambuk"/><item><title>Kalah Perang di Pulau Jawa, Komandan Perang Pasukan Tartar Cina Dihukum Cambuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/07/337/3059808/kalah-perang-di-pulau-jawa-komandan-perang-pasukan-tartar-cina-dihukum-cambuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/07/337/3059808/kalah-perang-di-pulau-jawa-komandan-perang-pasukan-tartar-cina-dihukum-cambuk</guid><pubDate>Sabtu 07 September 2024 07:32 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/07/337/3059808/peperangan_kerajaan-uYtJ_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Peperangan Kerajaan (foto: wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/07/337/3059808/peperangan_kerajaan-uYtJ_large.png</image><title>Peperangan Kerajaan (foto: wikipedia)</title></images><description>&#13;
&#13;
PASUKAN Cina mengalami kekalahan perang melawan koalisi pasukan Jawa - Madura. Pasukan itu dipimpin oleh Raden Wijaya dan Arya Wiraraja di pasukan Madura. Serangan ke tentara Tartar Cina itu dilangsungkan usai penaklukkan Kerajaan Gelang-gelang di Daha, yang dipimpin Jayakatwang.&#13;
&#13;
Kalah berperang dengan Pasukan Jawa yang menerapkan strategi cerdik membuat tentara Tartar Cina menarik keseluruhan pasukannya. Penarikan ini setelah tentara Cina itu harus kehilangan 3 ribu pasukan di Pulau Jawa.&#13;
&#13;
Dikutip darı buku &amp;quot;Pararaton : Biografi Para Raja Singhasari - Majapahit&amp;quot; mengisahkan, bagaimana pasukan Tartar itu akhirnya kembali pulang ke Cina menggunakan kapal-kapal. Mereka berhasil membawa seratus orang tawanan perang, di antaranya merupakan para perwira kerajaan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara, Jayakatwang dan anaknya telah berhasil dibunuh terlebih dahulu. Pasukan Tartar ini akhirnya meninggalkan Pulau Jawa tanggal 24 bulan empat atau tepatnya 31 Mei 1293.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah berlayar selama 68 hari, mereka tiba di Pelabuhan Qu&amp;acirc;n- zhōu. Oleh-oleh yang dibawa dari Jawa berupa benda-benda emas, dupa, wewangian, kain, cula badak, gading, dan sebagainya. Seluruh barang tersebut ditaksir bernilai 500.000 tahil perak.&#13;
&#13;
Selain itu, mereka juga membawa peta, catatan kependudukan, serta surat dengan huruf emas yang ditulis raja Wūlī (mungkin sama dengan Mauliwarmadewa, yaitu gelar raja Malayu di Dharmaśrāya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tapi kematian ribuan pasukan Tartar membuat kaisar Khubilai Khan sangat marah. Ia harus kehilangan 3 ribu pasukan ketika berperang di Jawa. Akhirnya dua komandan perang Tartar yakni Shĩ B&amp;igrave; dan Yikėm&amp;ograve;s&amp;egrave; dijatuhi hukuman cambuk masing-masing tujuh belas kali, dan sepertiga harta mereka disita.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebaliknya, G&amp;atilde;o Xīng mendapat hadiah 50 tahil emas karena tidak tertipu oleh muslihat Raden Wijaya. Demikianlah kisah serangan pasukan Yu&amp;aacute;n ke Pulau Jawa pada ta- hun 1293 menurut berita Cina dalam naskah Yu&amp;aacute;nshi.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
PASUKAN Cina mengalami kekalahan perang melawan koalisi pasukan Jawa - Madura. Pasukan itu dipimpin oleh Raden Wijaya dan Arya Wiraraja di pasukan Madura. Serangan ke tentara Tartar Cina itu dilangsungkan usai penaklukkan Kerajaan Gelang-gelang di Daha, yang dipimpin Jayakatwang.&#13;
&#13;
Kalah berperang dengan Pasukan Jawa yang menerapkan strategi cerdik membuat tentara Tartar Cina menarik keseluruhan pasukannya. Penarikan ini setelah tentara Cina itu harus kehilangan 3 ribu pasukan di Pulau Jawa.&#13;
&#13;
Dikutip darı buku &amp;quot;Pararaton : Biografi Para Raja Singhasari - Majapahit&amp;quot; mengisahkan, bagaimana pasukan Tartar itu akhirnya kembali pulang ke Cina menggunakan kapal-kapal. Mereka berhasil membawa seratus orang tawanan perang, di antaranya merupakan para perwira kerajaan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara, Jayakatwang dan anaknya telah berhasil dibunuh terlebih dahulu. Pasukan Tartar ini akhirnya meninggalkan Pulau Jawa tanggal 24 bulan empat atau tepatnya 31 Mei 1293.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah berlayar selama 68 hari, mereka tiba di Pelabuhan Qu&amp;acirc;n- zhōu. Oleh-oleh yang dibawa dari Jawa berupa benda-benda emas, dupa, wewangian, kain, cula badak, gading, dan sebagainya. Seluruh barang tersebut ditaksir bernilai 500.000 tahil perak.&#13;
&#13;
Selain itu, mereka juga membawa peta, catatan kependudukan, serta surat dengan huruf emas yang ditulis raja Wūlī (mungkin sama dengan Mauliwarmadewa, yaitu gelar raja Malayu di Dharmaśrāya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tapi kematian ribuan pasukan Tartar membuat kaisar Khubilai Khan sangat marah. Ia harus kehilangan 3 ribu pasukan ketika berperang di Jawa. Akhirnya dua komandan perang Tartar yakni Shĩ B&amp;igrave; dan Yikėm&amp;ograve;s&amp;egrave; dijatuhi hukuman cambuk masing-masing tujuh belas kali, dan sepertiga harta mereka disita.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebaliknya, G&amp;atilde;o Xīng mendapat hadiah 50 tahil emas karena tidak tertipu oleh muslihat Raden Wijaya. Demikianlah kisah serangan pasukan Yu&amp;aacute;n ke Pulau Jawa pada ta- hun 1293 menurut berita Cina dalam naskah Yu&amp;aacute;nshi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
