<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukan DPA, DPR-Pemerintah Ubah Nomenklatur Wantimpres Jadi Wantimpres RI</title><description>Panitia Kerja (Panja) RUU Watimpres DPR RI bersama Pemerintah menyepakati tak ubah nomenklatur Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menjadi Dewan Pertimbangan Agung (DPA).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/10/337/3061120/bukan-dpa-dpr-pemerintah-ubah-nomenklatur-wantimpres-jadi-wantimpres-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/10/337/3061120/bukan-dpa-dpr-pemerintah-ubah-nomenklatur-wantimpres-jadi-wantimpres-ri"/><item><title>Bukan DPA, DPR-Pemerintah Ubah Nomenklatur Wantimpres Jadi Wantimpres RI</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/10/337/3061120/bukan-dpa-dpr-pemerintah-ubah-nomenklatur-wantimpres-jadi-wantimpres-ri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/10/337/3061120/bukan-dpa-dpr-pemerintah-ubah-nomenklatur-wantimpres-jadi-wantimpres-ri</guid><pubDate>Selasa 10 September 2024 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/10/337/3061120/rapat_komisi_dengan_pemerintah-ie87_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Rapat komisi dengan pemerintah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/10/337/3061120/rapat_komisi_dengan_pemerintah-ie87_large.JPG</image><title>Rapat komisi dengan pemerintah</title></images><description>JAKARTA - Panitia Kerja (Panja) RUU Watimpres DPR RI bersama Pemerintah menyepakati tak ubah nomenklatur Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menjadi Dewan Pertimbangan Agung (DPA).&#13;
&#13;
Kesepakatan itu diambil dalam usulan RUU Watimpres yang dibahas, Selasa (10/9/2024) ini. Dengan demikian, DPR dan Pemerintah menyepakati nomenklatur menjadi Dewan Pertinbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI).&#13;
&#13;
Hal itu dilandasi lantaran mayoritas perwakilan fraksi anggota Panja menyatakan usulan agar Dewan Pertimbangan Presiden ditambahkan namanya dengan diksi &amp;quot;Republik Indonesia.&amp;quot; Lantas, Awiek meminta persetuhuan ke pemerintah, soal pengubahan nama itu&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Silakan dari pemerintah. Meskipun usulannya mengubah itu. Tetapi ada perkembangan diskusi,&amp;quot; kata Wakil Ketua Baleg DPR RI Achmad Baidowi dalam rapat di DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/9/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami setuju Pak ketua ditambah Republik Indonesia tadi,&amp;quot; kata Menteri PAN RB, Abdullah Azwar Anas yang mewakili Pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setuju ya. Dibungkus nih?&amp;quot; tanya pria yang akrab disapa Awiek.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setuju,&amp;quot; ucap para peserta rapat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia,&amp;quot; kata Awiek.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekedar informasi, Baleg DPR RI sebelummya mengusulkan nomenklatur Wantimpres diubah menjadi Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Namun dalam daftar inventarisasi masalah (DIM), pemerintah mengusulkan nomenklatur tidak diubah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di sini ada perubahan waktu kita mengusulkan itu namanya Dewan Pertimbangan Agung tapi pemerintah menginginkan namanya tetap Dewan Pertimbangan Presiden sesuai nama yang lama dan ini kita kembalikan ke fraksi-fraksi apakah tetap dengan usulannya ataupun nanti ada modifikasi boleh, kan ini sifatnya pembahasan,&amp;quot; ucap Awiek.&#13;
&#13;
Dari pembahasan fraksi-fraksi itu akhirnya Baleg dan DPR RI pun menyepakati nama nomenklatur RUU Wantimpres diubah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Panitia Kerja (Panja) RUU Watimpres DPR RI bersama Pemerintah menyepakati tak ubah nomenklatur Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menjadi Dewan Pertimbangan Agung (DPA).&#13;
&#13;
Kesepakatan itu diambil dalam usulan RUU Watimpres yang dibahas, Selasa (10/9/2024) ini. Dengan demikian, DPR dan Pemerintah menyepakati nomenklatur menjadi Dewan Pertinbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI).&#13;
&#13;
Hal itu dilandasi lantaran mayoritas perwakilan fraksi anggota Panja menyatakan usulan agar Dewan Pertimbangan Presiden ditambahkan namanya dengan diksi &amp;quot;Republik Indonesia.&amp;quot; Lantas, Awiek meminta persetuhuan ke pemerintah, soal pengubahan nama itu&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Silakan dari pemerintah. Meskipun usulannya mengubah itu. Tetapi ada perkembangan diskusi,&amp;quot; kata Wakil Ketua Baleg DPR RI Achmad Baidowi dalam rapat di DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/9/2024).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami setuju Pak ketua ditambah Republik Indonesia tadi,&amp;quot; kata Menteri PAN RB, Abdullah Azwar Anas yang mewakili Pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setuju ya. Dibungkus nih?&amp;quot; tanya pria yang akrab disapa Awiek.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setuju,&amp;quot; ucap para peserta rapat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia,&amp;quot; kata Awiek.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekedar informasi, Baleg DPR RI sebelummya mengusulkan nomenklatur Wantimpres diubah menjadi Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Namun dalam daftar inventarisasi masalah (DIM), pemerintah mengusulkan nomenklatur tidak diubah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di sini ada perubahan waktu kita mengusulkan itu namanya Dewan Pertimbangan Agung tapi pemerintah menginginkan namanya tetap Dewan Pertimbangan Presiden sesuai nama yang lama dan ini kita kembalikan ke fraksi-fraksi apakah tetap dengan usulannya ataupun nanti ada modifikasi boleh, kan ini sifatnya pembahasan,&amp;quot; ucap Awiek.&#13;
&#13;
Dari pembahasan fraksi-fraksi itu akhirnya Baleg dan DPR RI pun menyepakati nama nomenklatur RUU Wantimpres diubah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
