<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sungai Merah Banjiri Hanoi Vietnam saat Topan Yagi Tewaskan 150 Orang</title><description>Yagi, topan terkuat di Asia pada tahun 2024, membawa angin kencang dan hujan lebat saat bergerak ke arah barat setelah mendarat pada tanggal 7 September lalu.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/11/18/3061580/sungai-merah-banjiri-hanoi-vietnam-saat-topan-yagi-tewaskan-150-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/11/18/3061580/sungai-merah-banjiri-hanoi-vietnam-saat-topan-yagi-tewaskan-150-orang"/><item><title>Sungai Merah Banjiri Hanoi Vietnam saat Topan Yagi Tewaskan 150 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/11/18/3061580/sungai-merah-banjiri-hanoi-vietnam-saat-topan-yagi-tewaskan-150-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/11/18/3061580/sungai-merah-banjiri-hanoi-vietnam-saat-topan-yagi-tewaskan-150-orang</guid><pubDate>Rabu 11 September 2024 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/11/18/3061580/vietnam-Hr51_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ibu kota Vietnam, Hanoi, mengevakuasi ribuan orang yang tinggal di dekat Sungai Merah yang meluap saat airnya membanjiri jalan-jalan (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/11/18/3061580/vietnam-Hr51_large.jpg</image><title>Ibu kota Vietnam, Hanoi, mengevakuasi ribuan orang yang tinggal di dekat Sungai Merah yang meluap saat airnya membanjiri jalan-jalan (Foto: AP)</title></images><description>HANOI - Ibu kota Vietnam, Hanoi, mengevakuasi ribuan orang yang tinggal di dekat Sungai Merah yang meluap saat airnya membanjiri jalan-jalan. Evakuasi ini dilakukan beberapa hari setelah Topan Yagi menghantam wilayah utara negara itu dan menewaskan sedikitnya 152 orang.&#13;
&#13;
Yagi, topan terkuat di Asia pada tahun 2024, membawa angin kencang dan hujan lebat saat bergerak ke arah barat setelah mendarat pada tanggal 7 September lalu. Topa ini meruntuhkan sebuah jembatan minggu ini saat menghantam provinsi-provinsi di sepanjang Sungai Merah, yang merupakan sungai terbesar di wilayah itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini adalah banjir terburuk yang pernah saya lihat dalam 30 tahun,&amp;quot; kata penduduk Hanoi, Tran Le Quyen, 42 tahun, kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa ia harus memindahkan perabotan dari rumahnya yang banjir ke tempat yang lebih tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin pagi kering. Sekarang seluruh jalan banjir. Kami tidak bisa tidur tadi malam,&amp;rdquo; lanjutnya. Topan dan tanah longsor serta banjir yang terjadi setelahnya telah menewaskan 152 orang sementara 140 orang lainnya hilang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Rumah saya sekarang menjadi bagian dari sungai,&amp;rdquo; terang penduduk Nguyen Van Hung, 56 tahun, yang berasal dari lingkungan Hanoi di tepi Sungai Merah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di dekat pusat kota, yayasan amal Blue Dragon Children&amp;rsquo;s Foundation terpaksa mengevakuasi kantornya pada Selasa (10/9/2024), setelah pihak berwenang memperingatkan adanya risiko banjir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Orang-orang pindah dengan panik, memindahkan sepeda motor mereka, memindahkan barang-barang,&amp;rdquo; kata juru bicara Carlota Torres Lliro, yang menyatakan keprihatinannya terhadap puluhan anak-anak dan keluarga yang tinggal di daerah kumuh dan rumah-rumah sementara di tepi sungai.&#13;
&#13;
Topan Yagi menyebabkan malapetaka di banyak pabrik dan membanjiri gudang-gudang di pusat-pusat industri berorientasi ekspor pesisir di sebelah timur Hanoi. Topan ini memaksa penutupan, dengan beberapa pabrik diperkirakan baru akan kembali beroperasi penuh setelah berminggu-minggu.&#13;
&#13;
Gangguan tersebut mengancam rantai pasokan global karena Vietnam menjadi tuan rumah operasi besar perusahaan multinasional yang sebagian besar mengirim barang ke Amerika Serikat (AS), Eropa, dan negara maju lainnya.&#13;
</description><content:encoded>HANOI - Ibu kota Vietnam, Hanoi, mengevakuasi ribuan orang yang tinggal di dekat Sungai Merah yang meluap saat airnya membanjiri jalan-jalan. Evakuasi ini dilakukan beberapa hari setelah Topan Yagi menghantam wilayah utara negara itu dan menewaskan sedikitnya 152 orang.&#13;
&#13;
Yagi, topan terkuat di Asia pada tahun 2024, membawa angin kencang dan hujan lebat saat bergerak ke arah barat setelah mendarat pada tanggal 7 September lalu. Topa ini meruntuhkan sebuah jembatan minggu ini saat menghantam provinsi-provinsi di sepanjang Sungai Merah, yang merupakan sungai terbesar di wilayah itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini adalah banjir terburuk yang pernah saya lihat dalam 30 tahun,&amp;quot; kata penduduk Hanoi, Tran Le Quyen, 42 tahun, kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa ia harus memindahkan perabotan dari rumahnya yang banjir ke tempat yang lebih tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin pagi kering. Sekarang seluruh jalan banjir. Kami tidak bisa tidur tadi malam,&amp;rdquo; lanjutnya. Topan dan tanah longsor serta banjir yang terjadi setelahnya telah menewaskan 152 orang sementara 140 orang lainnya hilang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Rumah saya sekarang menjadi bagian dari sungai,&amp;rdquo; terang penduduk Nguyen Van Hung, 56 tahun, yang berasal dari lingkungan Hanoi di tepi Sungai Merah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di dekat pusat kota, yayasan amal Blue Dragon Children&amp;rsquo;s Foundation terpaksa mengevakuasi kantornya pada Selasa (10/9/2024), setelah pihak berwenang memperingatkan adanya risiko banjir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Orang-orang pindah dengan panik, memindahkan sepeda motor mereka, memindahkan barang-barang,&amp;rdquo; kata juru bicara Carlota Torres Lliro, yang menyatakan keprihatinannya terhadap puluhan anak-anak dan keluarga yang tinggal di daerah kumuh dan rumah-rumah sementara di tepi sungai.&#13;
&#13;
Topan Yagi menyebabkan malapetaka di banyak pabrik dan membanjiri gudang-gudang di pusat-pusat industri berorientasi ekspor pesisir di sebelah timur Hanoi. Topan ini memaksa penutupan, dengan beberapa pabrik diperkirakan baru akan kembali beroperasi penuh setelah berminggu-minggu.&#13;
&#13;
Gangguan tersebut mengancam rantai pasokan global karena Vietnam menjadi tuan rumah operasi besar perusahaan multinasional yang sebagian besar mengirim barang ke Amerika Serikat (AS), Eropa, dan negara maju lainnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
