<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Gaji Presiden Diberikan untuk Menteri Bersepatu Jelek</title><description>Gus Dur sering melakukan hal tersebut. Menteri Negara Riset dan Teknologi Prof AS Hikam juga pernah kebagian rezeki.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/11/337/3061698/humor-gus-dur-gaji-presiden-diberikan-untuk-menteri-bersepatu-jelek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/11/337/3061698/humor-gus-dur-gaji-presiden-diberikan-untuk-menteri-bersepatu-jelek"/><item><title>Humor Gus Dur: Gaji Presiden Diberikan untuk Menteri Bersepatu Jelek</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/11/337/3061698/humor-gus-dur-gaji-presiden-diberikan-untuk-menteri-bersepatu-jelek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/11/337/3061698/humor-gus-dur-gaji-presiden-diberikan-untuk-menteri-bersepatu-jelek</guid><pubDate>Kamis 12 September 2024 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/11/337/3061698/gus_dur-ydpx_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/11/337/3061698/gus_dur-ydpx_large.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: Ist)</title></images><description>GUS DUR ternyata memiliki cara unik dalam memberikan perhatian terhadap orang lain, apalagi itu menterinya. Kala itu, pemilik nama Abdurrahman Wahid itu menandatangani bukti penerimaan gaji pertamanya sebagai presiden.&#13;
&#13;
Kental dalam ingatan Mahfud MD. Saat itu, usai tandatangan gaji, Gus Dur langsung menyerahkannya kepada Menteri Luar Negeri Alwi Shihab. Ia menyuruh Alwi untuk membeli jas yang baru.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kamu harus membeli jas yang bagus. Menteri Luar Negeri jangan memalukan,&amp;quot; cerita Mahfud dalam buku &amp;#39;Setahun Bersama Gus Dur: Kenangan Menjadi Menteri di Saat Sulit&amp;#39;.&#13;
&#13;
Gus Dur sering melakukan hal tersebut. Menteri Negara Riset dan Teknologi Prof AS Hikam juga pernah kebagian rezeki. Bermula saat Gus Dur melihat sepatu menterinya itu sudah jelek.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nih, beli sepatu dan jas. Masak, Menristek sepatunya jelek,&amp;quot; kata Gus Dur sambil tertawa.&#13;
&#13;
Asistennya, Arifin Junaidi pun dibuat penasaran dengan kelakuan Gus Dur. Ia pun memberanikan diri untuk menanyakan kenapa gajinya diberikan kepada orang lain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, sudah gaji bulan berikutnya untuk kamu saja,&amp;quot; kata Gus Dur.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Arifin Junaidi pun terkejut dan merasa kikuk dengan pernyataan Gus Dur. &amp;quot;Bukan begitu maksud saya, Gus. Kenapa tidak menyimpan gaji untuk kebutuhan Gus Dur sebagai Presiden?&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;quot;Lha, semua kebutuhan saya sudah disediakan (Istana). Saya nggak butuh apa-apa, biar dipakai yang butuh saja,&amp;quot; imbuh Gus Dur.&#13;
&#13;
Mahfud MD yang menjabat Menteri Pertahanan kala itu&amp;nbsp;menilai sikap Gus Dur mencerminkan kepribadian yang selalu memperhatikan orang lain. Bahkan, diklaim menjadi satu-satunya Presiden yang tak mengambil gajinya.&#13;
</description><content:encoded>GUS DUR ternyata memiliki cara unik dalam memberikan perhatian terhadap orang lain, apalagi itu menterinya. Kala itu, pemilik nama Abdurrahman Wahid itu menandatangani bukti penerimaan gaji pertamanya sebagai presiden.&#13;
&#13;
Kental dalam ingatan Mahfud MD. Saat itu, usai tandatangan gaji, Gus Dur langsung menyerahkannya kepada Menteri Luar Negeri Alwi Shihab. Ia menyuruh Alwi untuk membeli jas yang baru.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kamu harus membeli jas yang bagus. Menteri Luar Negeri jangan memalukan,&amp;quot; cerita Mahfud dalam buku &amp;#39;Setahun Bersama Gus Dur: Kenangan Menjadi Menteri di Saat Sulit&amp;#39;.&#13;
&#13;
Gus Dur sering melakukan hal tersebut. Menteri Negara Riset dan Teknologi Prof AS Hikam juga pernah kebagian rezeki. Bermula saat Gus Dur melihat sepatu menterinya itu sudah jelek.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nih, beli sepatu dan jas. Masak, Menristek sepatunya jelek,&amp;quot; kata Gus Dur sambil tertawa.&#13;
&#13;
Asistennya, Arifin Junaidi pun dibuat penasaran dengan kelakuan Gus Dur. Ia pun memberanikan diri untuk menanyakan kenapa gajinya diberikan kepada orang lain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, sudah gaji bulan berikutnya untuk kamu saja,&amp;quot; kata Gus Dur.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Arifin Junaidi pun terkejut dan merasa kikuk dengan pernyataan Gus Dur. &amp;quot;Bukan begitu maksud saya, Gus. Kenapa tidak menyimpan gaji untuk kebutuhan Gus Dur sebagai Presiden?&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;quot;Lha, semua kebutuhan saya sudah disediakan (Istana). Saya nggak butuh apa-apa, biar dipakai yang butuh saja,&amp;quot; imbuh Gus Dur.&#13;
&#13;
Mahfud MD yang menjabat Menteri Pertahanan kala itu&amp;nbsp;menilai sikap Gus Dur mencerminkan kepribadian yang selalu memperhatikan orang lain. Bahkan, diklaim menjadi satu-satunya Presiden yang tak mengambil gajinya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
