<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gus Ipul: Tak Ada Sejarah Muktamar Tandingan di NU!</title><description>Ia merasa aneh jika belakangan berhembus isu tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/11/337/3061724/gus-ipul-tak-ada-sejarah-muktamar-tandingan-di-nu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/11/337/3061724/gus-ipul-tak-ada-sejarah-muktamar-tandingan-di-nu"/><item><title>Gus Ipul: Tak Ada Sejarah Muktamar Tandingan di NU!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/11/337/3061724/gus-ipul-tak-ada-sejarah-muktamar-tandingan-di-nu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/11/337/3061724/gus-ipul-tak-ada-sejarah-muktamar-tandingan-di-nu</guid><pubDate>Rabu 11 September 2024 19:33 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/11/337/3061724/sekjen_pbnu_gus_ipul-ElFh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen PBNU Gus Ipul. Foto: Okezone/Refi Sandi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/11/337/3061724/sekjen_pbnu_gus_ipul-ElFh_large.jpg</image><title>Sekjen PBNU Gus Ipul. Foto: Okezone/Refi Sandi.</title></images><description>JAKARTA - Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan tidak ada sejarah Muktamar tandingan di internal Nahdlatul Ulama (NU). Ia merasa aneh jika belakangan berhembus isu tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sebenarnya menyesalkan saja. Tiap orang boleh punya ide, tapi NU ini keramat, yang didirikan oleh kekasih-kekasih Allah. Jadi tidak ada sejarahnya NU itu Muktamar Luar Biasa atau MLB tandingan,&amp;quot; ujar Gus Ipul kepada wartawan, Rabu (11/9/2024).&#13;
&#13;
Dia meyakini MLB tandingan itu tak akan terwujud. Sebab orang-orang yang menggagas hal tersebut pastinya tak memiliki suara di NU.&#13;
&#13;
&amp;quot;Biasanya pikiran-pikiran seperti itu sulit terwujud. Untuk apa? atas dasar alasan apa? kalau memang mau ganti itu ada mekanismenya di NU. Di NU itu sudah ada mekanismenya. Saya rasa sia-sia lah, dan tak akan dapat dukungan,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Enggak lah ga punya hak suara. Darimana punya hak suara. NU ini dijaga dengan kiai-kiai itu. Kiai-kiai itu punya pertimbangan-pertimbangan yang matang,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Diberitakan sebelumnya, Presidium penyelenggara Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama telah menerima ratusan pengaduan, kritik, dan saran dari seluruh lapisan Nahdliyyin di Indonesia.&#13;
&#13;
Aduan-aduan tersebut, yang telah dirangkum dalam &amp;quot;Risalah Bangkalan&amp;quot;, mayoritas menyoroti dugaan pelanggaran konstitusi NU, khususnya Khittah Nahdliyyah, oleh PBNU.&#13;
&#13;
Selain itu, banyak pula aduan terkait intervensi PBNU terhadap Pansus Haji DPR-RI.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami dapati ratusan pengaduan, kritik dan saran dari sturuktur dan kultur Nahdlatul Ulama (NU) se-Indonesia. Bahkan, ada masukan dari PCI NU. Seluruh pengaduan tersebut dimuat dalam &amp;quot;Risalah Bangkalan&amp;rdquo;,&amp;quot;kata Ketua organizer committee (OC), KH Imam Baihaqi Sarang di Cirebon, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (10/9/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kiai imam mengatakan secara prinsip rekaman dari Hotline Pengaduan Presidium selama 3 hari itu memuat 4 (empat) penilaian, yakni menilai; pertama, PBNU melanggar Konstitusi NU, khususnya Khittah Nahdliyyah.&#13;
&#13;
Kedua, PBNU intervensi terhadap Pansus Haji DPR-RI.&#13;
&#13;
Ketiga, PBNU merubah wajah dan tampilan Jam‟iyyah, termasuk menjadi korporasi industri ekstraksi sumber daya&#13;
alam (tambang), dan Keempat PBNU merusak persatuan dan kesatuan jam‟iyyah dan jama‟ah NU melalui tata kelola, tata kerja, kinerja dan performa kepemimpinan PBNU dalam penyelenggaraan jam‟iyyah,&amp;quot;ucapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan tidak ada sejarah Muktamar tandingan di internal Nahdlatul Ulama (NU). Ia merasa aneh jika belakangan berhembus isu tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sebenarnya menyesalkan saja. Tiap orang boleh punya ide, tapi NU ini keramat, yang didirikan oleh kekasih-kekasih Allah. Jadi tidak ada sejarahnya NU itu Muktamar Luar Biasa atau MLB tandingan,&amp;quot; ujar Gus Ipul kepada wartawan, Rabu (11/9/2024).&#13;
&#13;
Dia meyakini MLB tandingan itu tak akan terwujud. Sebab orang-orang yang menggagas hal tersebut pastinya tak memiliki suara di NU.&#13;
&#13;
&amp;quot;Biasanya pikiran-pikiran seperti itu sulit terwujud. Untuk apa? atas dasar alasan apa? kalau memang mau ganti itu ada mekanismenya di NU. Di NU itu sudah ada mekanismenya. Saya rasa sia-sia lah, dan tak akan dapat dukungan,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Enggak lah ga punya hak suara. Darimana punya hak suara. NU ini dijaga dengan kiai-kiai itu. Kiai-kiai itu punya pertimbangan-pertimbangan yang matang,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Diberitakan sebelumnya, Presidium penyelenggara Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama telah menerima ratusan pengaduan, kritik, dan saran dari seluruh lapisan Nahdliyyin di Indonesia.&#13;
&#13;
Aduan-aduan tersebut, yang telah dirangkum dalam &amp;quot;Risalah Bangkalan&amp;quot;, mayoritas menyoroti dugaan pelanggaran konstitusi NU, khususnya Khittah Nahdliyyah, oleh PBNU.&#13;
&#13;
Selain itu, banyak pula aduan terkait intervensi PBNU terhadap Pansus Haji DPR-RI.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami dapati ratusan pengaduan, kritik dan saran dari sturuktur dan kultur Nahdlatul Ulama (NU) se-Indonesia. Bahkan, ada masukan dari PCI NU. Seluruh pengaduan tersebut dimuat dalam &amp;quot;Risalah Bangkalan&amp;rdquo;,&amp;quot;kata Ketua organizer committee (OC), KH Imam Baihaqi Sarang di Cirebon, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (10/9/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kiai imam mengatakan secara prinsip rekaman dari Hotline Pengaduan Presidium selama 3 hari itu memuat 4 (empat) penilaian, yakni menilai; pertama, PBNU melanggar Konstitusi NU, khususnya Khittah Nahdliyyah.&#13;
&#13;
Kedua, PBNU intervensi terhadap Pansus Haji DPR-RI.&#13;
&#13;
Ketiga, PBNU merubah wajah dan tampilan Jam‟iyyah, termasuk menjadi korporasi industri ekstraksi sumber daya&#13;
alam (tambang), dan Keempat PBNU merusak persatuan dan kesatuan jam‟iyyah dan jama‟ah NU melalui tata kelola, tata kerja, kinerja dan performa kepemimpinan PBNU dalam penyelenggaraan jam‟iyyah,&amp;quot;ucapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
