<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Gerbang Rp33 Miliar di Kendari Ternyata Dibangun Pakai Papan Semen hingga Jadi Kandang Ayam&amp;nbsp;</title><description>Anggaran Rp33,8 miliar untuk gerbang tersebut menggunakan APBD Provinsi Sulawesi Tenggara.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/12/340/3062112/heboh-gerbang-rp33-miliar-di-kendari-ternyata-dibangun-pakai-papan-semen-hingga-jadi-kandang-ayam-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/12/340/3062112/heboh-gerbang-rp33-miliar-di-kendari-ternyata-dibangun-pakai-papan-semen-hingga-jadi-kandang-ayam-nbsp"/><item><title>Heboh Gerbang Rp33 Miliar di Kendari Ternyata Dibangun Pakai Papan Semen hingga Jadi Kandang Ayam&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/12/340/3062112/heboh-gerbang-rp33-miliar-di-kendari-ternyata-dibangun-pakai-papan-semen-hingga-jadi-kandang-ayam-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/12/340/3062112/heboh-gerbang-rp33-miliar-di-kendari-ternyata-dibangun-pakai-papan-semen-hingga-jadi-kandang-ayam-nbsp</guid><pubDate>Kamis 12 September 2024 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Mukhtaruddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/12/340/3062112/gerbang_di_kendari_dijadikan_tempat_bertedung_ayam-J4k0_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Gerbang di Kendari dijadikan tempat bertedung ayam (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/12/340/3062112/gerbang_di_kendari_dijadikan_tempat_bertedung_ayam-J4k0_large.JPG</image><title>Gerbang di Kendari dijadikan tempat bertedung ayam (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Sebuah gerbang jalan di Kendari-Tonoripa Sulawesi Tenggara yang menelan anggaran hingga Rp33,8 miliar ternyata dibangun dari papan semen atau glass reinforced concrete (GRC) Board.&#13;
&#13;
Anggaran Rp33,8 miliar untuk gerbang tersebut menggunakan APBD Provinsi Sulawesi Tenggara.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Alih-alih memakai tembok beton sebagai kontruksi, penggunaan GRC Board, membuat gerbang tersebut berlubang dan rusak di mana-mana.&#13;
&#13;
Bahkan, salah satu kamera netizen menangkap gerbang tersebut menjadi kandang ayam, karena hewan ternak tersebut nampak hidup di dalam kontruksi bangunan yang ternyata kosong.&#13;
&#13;
Untuk diketahui proyek tersebut dimulai sejak Agustus 2022 di masa pemerintahan Gubernur Ali Mazi dan selesai sekitar Februari 2024, dengan konstruksi delapan tiang menjulang tinggi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu warga Kota Kendari, Kandi yang ditemui pada 12 September 2024, membenarkan banyaknya kerusakan di sejumlah pilar gerbang tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejak viral, pihak terkait telah melakukan pembenahan,&amp;quot; ujar Kandi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sebuah gerbang jalan di Kendari-Tonoripa Sulawesi Tenggara yang menelan anggaran hingga Rp33,8 miliar ternyata dibangun dari papan semen atau glass reinforced concrete (GRC) Board.&#13;
&#13;
Anggaran Rp33,8 miliar untuk gerbang tersebut menggunakan APBD Provinsi Sulawesi Tenggara.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Alih-alih memakai tembok beton sebagai kontruksi, penggunaan GRC Board, membuat gerbang tersebut berlubang dan rusak di mana-mana.&#13;
&#13;
Bahkan, salah satu kamera netizen menangkap gerbang tersebut menjadi kandang ayam, karena hewan ternak tersebut nampak hidup di dalam kontruksi bangunan yang ternyata kosong.&#13;
&#13;
Untuk diketahui proyek tersebut dimulai sejak Agustus 2022 di masa pemerintahan Gubernur Ali Mazi dan selesai sekitar Februari 2024, dengan konstruksi delapan tiang menjulang tinggi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu warga Kota Kendari, Kandi yang ditemui pada 12 September 2024, membenarkan banyaknya kerusakan di sejumlah pilar gerbang tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejak viral, pihak terkait telah melakukan pembenahan,&amp;quot; ujar Kandi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
