<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Mantan Menteri Orde Baru Meninggal saat Eksekusi, Begini Pembelaan PN Jaksel &amp;nbsp;</title><description>Dia meninggal setelah terjadi kericuhan saat mempertahankan asetnya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/13/338/3062650/anak-mantan-menteri-orde-baru-meninggal-saat-eksekusi-begini-pembelaan-pn-jaksel-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/13/338/3062650/anak-mantan-menteri-orde-baru-meninggal-saat-eksekusi-begini-pembelaan-pn-jaksel-nbsp"/><item><title>Anak Mantan Menteri Orde Baru Meninggal saat Eksekusi, Begini Pembelaan PN Jaksel &amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/13/338/3062650/anak-mantan-menteri-orde-baru-meninggal-saat-eksekusi-begini-pembelaan-pn-jaksel-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/13/338/3062650/anak-mantan-menteri-orde-baru-meninggal-saat-eksekusi-begini-pembelaan-pn-jaksel-nbsp</guid><pubDate>Jum'at 13 September 2024 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/13/338/3062650/eksekusi-Bqov_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anak Mantan Menteri Orde Baru Meninggal saat Eksekusi/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/13/338/3062650/eksekusi-Bqov_large.jpg</image><title>Anak Mantan Menteri Orde Baru Meninggal saat Eksekusi/ist</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melakukan eksekusi sebuah bangunan di Jalan Lebak Bulus III No 15, Cilandak, Jakarta, pada Kamis pagi, 12 September 2024. Pemilik gedung, Hanif Radinal, anak&amp;nbsp;dari Radinal Mochtar, mantan menteri di era Presiden Soeharto, meninggal setelah terjadi kericuhan saat mempertahankan asetnya.&#13;
&#13;
Humas PN Jakarta Selatan, Djuyamto, menegaskan bahwa kematian almarhum bukan disebabkan oleh bentrokan fisik atau tindakan kekerasan dari petugas eksekusi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahwa meninggalnya almarhum Hanif bukan karena adanya bentrokan fisik atau kekerasan dari petugas eksekusi,&amp;quot; kata Djuyamto, Jumat (13/9/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski demikian Djuyamto mengatakan bahwa saat dilakukan upaya eksekusi terjadi perdebatan. Peristiwa bermula ketika terjadi perdebatan antara almarhum dengan juru sita terkait proses pelaksanaan eksekusi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada awalnya terjadi perdebatan antara almarhum dan juru sita PN Jakarta Selatan, namun tiba-tiba almarhum terjatuh lemas,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Juru Sita langsung berusaha memberikan pertolongan dengan menggendong almarhum masuk ke dalam rumah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, kondisi almarhum semakin memburuk dan akhirnya dibawa ke RS Mayapada namun tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut. &amp;quot;Namun tidak tertolong,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Djuyamto menyampaikan PN Jakarta Selatan juga menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Rasich Hanif.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;ldquo;Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melakukan eksekusi sebuah bangunan di Jalan Lebak Bulus III No 15, Cilandak, Jakarta, pada Kamis pagi, 12 September 2024. Pemilik gedung, Hanif Radinal, anak&amp;nbsp;dari Radinal Mochtar, mantan menteri di era Presiden Soeharto, meninggal setelah terjadi kericuhan saat mempertahankan asetnya.&#13;
&#13;
Humas PN Jakarta Selatan, Djuyamto, menegaskan bahwa kematian almarhum bukan disebabkan oleh bentrokan fisik atau tindakan kekerasan dari petugas eksekusi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahwa meninggalnya almarhum Hanif bukan karena adanya bentrokan fisik atau kekerasan dari petugas eksekusi,&amp;quot; kata Djuyamto, Jumat (13/9/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski demikian Djuyamto mengatakan bahwa saat dilakukan upaya eksekusi terjadi perdebatan. Peristiwa bermula ketika terjadi perdebatan antara almarhum dengan juru sita terkait proses pelaksanaan eksekusi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada awalnya terjadi perdebatan antara almarhum dan juru sita PN Jakarta Selatan, namun tiba-tiba almarhum terjatuh lemas,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Juru Sita langsung berusaha memberikan pertolongan dengan menggendong almarhum masuk ke dalam rumah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, kondisi almarhum semakin memburuk dan akhirnya dibawa ke RS Mayapada namun tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut. &amp;quot;Namun tidak tertolong,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Djuyamto menyampaikan PN Jakarta Selatan juga menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Rasich Hanif.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;ldquo;Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
