<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jumat Siang, Gunungkidul 2 Kali Digoyang Gempa dalam 10 Menit</title><description>Pusat gempa tersebut sama-sama berada di kedalaman 10 km.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/13/510/3062596/jumat-siang-gunungkidul-2-kali-digoyang-gempa-dalam-10-menit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/13/510/3062596/jumat-siang-gunungkidul-2-kali-digoyang-gempa-dalam-10-menit"/><item><title>Jumat Siang, Gunungkidul 2 Kali Digoyang Gempa dalam 10 Menit</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/13/510/3062596/jumat-siang-gunungkidul-2-kali-digoyang-gempa-dalam-10-menit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/13/510/3062596/jumat-siang-gunungkidul-2-kali-digoyang-gempa-dalam-10-menit</guid><pubDate>Jum'at 13 September 2024 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/13/510/3062596/ilustrasi-yVeM_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi gempa (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/13/510/3062596/ilustrasi-yVeM_large.jpeg</image><title>Ilustrasi gempa (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dua kali digoyang gempa dalam 10 menit pada Jumat (13/9/2024) siang. Pertama pukul 14.02 WIB dengan kekuatan magnitudonya 4,2. Kemudian pada pukul 14.12 WIB terjadi lagi gempa M4,6.&#13;
&#13;
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa dua gempa tersebut berada di kedalaman 10 km.&#13;
&#13;
BMKG melaporkan pusat gempa M4,2 di 119 Km barat daya Gunungkidul. Episenter gempa berlokasi di koordinat 9,05 Lintang Selatan &amp;ndash; 110,43 Bujur Timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gempa Mag:4.2, 13-Sep-2024 14:02:28WIB, Lok:9.05LS, 110.43BT (119 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY), Kedlmn:10 Km,&amp;rdquo; lapor BMKG dalam keterangan resminya.&#13;
&#13;
Sementara itu titik gempa kedua M4,6 di 127 km barat daya Gunungkidul. Lokasnya pada koordinat 9.13 Lintang Selatan &amp;ndash; 110.46 Bujur Timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gempa Mag:4.6, 13-Sep-2024 14:12:49WIB, Lok:9.13LS, 110.46BT (127 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY), Kedlmn:10 Km,&amp;quot; tulis BMKG.&#13;
&#13;
BMKG mengatakan informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga belum dipastikan dampak gempa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dua kali digoyang gempa dalam 10 menit pada Jumat (13/9/2024) siang. Pertama pukul 14.02 WIB dengan kekuatan magnitudonya 4,2. Kemudian pada pukul 14.12 WIB terjadi lagi gempa M4,6.&#13;
&#13;
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa dua gempa tersebut berada di kedalaman 10 km.&#13;
&#13;
BMKG melaporkan pusat gempa M4,2 di 119 Km barat daya Gunungkidul. Episenter gempa berlokasi di koordinat 9,05 Lintang Selatan &amp;ndash; 110,43 Bujur Timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gempa Mag:4.2, 13-Sep-2024 14:02:28WIB, Lok:9.05LS, 110.43BT (119 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY), Kedlmn:10 Km,&amp;rdquo; lapor BMKG dalam keterangan resminya.&#13;
&#13;
Sementara itu titik gempa kedua M4,6 di 127 km barat daya Gunungkidul. Lokasnya pada koordinat 9.13 Lintang Selatan &amp;ndash; 110.46 Bujur Timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gempa Mag:4.6, 13-Sep-2024 14:12:49WIB, Lok:9.13LS, 110.46BT (127 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY), Kedlmn:10 Km,&amp;quot; tulis BMKG.&#13;
&#13;
BMKG mengatakan informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga belum dipastikan dampak gempa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
