<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Pilu Bocah SD Dicabuli Tetangga Sendiri di Cimahi hingga Trauma Berat</title><description>Seorang bocah berusia 12 tahun asal Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat menjadi korban pencabulan hingga mengalami depresi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/13/525/3062498/kronologi-pilu-bocah-sd-dicabuli-tetangga-sendiri-di-cimahi-hingga-trauma-berat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/13/525/3062498/kronologi-pilu-bocah-sd-dicabuli-tetangga-sendiri-di-cimahi-hingga-trauma-berat"/><item><title>Kronologi Pilu Bocah SD Dicabuli Tetangga Sendiri di Cimahi hingga Trauma Berat</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/13/525/3062498/kronologi-pilu-bocah-sd-dicabuli-tetangga-sendiri-di-cimahi-hingga-trauma-berat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/13/525/3062498/kronologi-pilu-bocah-sd-dicabuli-tetangga-sendiri-di-cimahi-hingga-trauma-berat</guid><pubDate>Jum'at 13 September 2024 12:10 WIB</pubDate><dc:creator>Ferry Bangkit Rizki</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/13/525/3062498/pencabulan-L1rq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pencabulan (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/13/525/3062498/pencabulan-L1rq_large.jpg</image><title>Ilustrasi pencabulan (Foto: Freepik)</title></images><description>CIMAHI - Seorang bocah berusia 12 tahun asal Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat menjadi korban pencabulan hingga mengalami depresi. Pelakunya diduga tetangga sendiri.&#13;
&#13;
Peristiwa pilu yang dialami bocah SD itu diungkapkan kakak korban berinisial R saat dikonfirmasi. Saat itu, N mengalami pendarahan selama beberapa pekan pada bagian organ intimnya hingga terungkap pada Juni lalu adanya pencabulan. Korban pun dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Awalnya kita gak curiga, karena memang adik saya ini sudah menstruasi. Cuma karena pendarahannya lama, akhirnya dibawa ke RS Mitra Kasih Cimahi, tapi dokter gak bilang apa-apa dari hasil pemeriksaannya,&amp;quot; ungkap R saat dihubungi, Jumat (13/9/2024).&#13;
&#13;
Keluarga kemudian mendapatkan rekomendasi merujuk N ke rumah sakit di daerah Pasteur, Kota Bandung. Dari pemeriksaan di rumah sakit tersebut, ternyata ada luka pada organ intim N.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saat itu, N tak mau menceritakan kejadian apa yang dialaminya. Namun setelah didesak pihak keluarga, barulah N mengaku bahwa ia baru saja dicabuli tetangganya sendiri berinisial MR (33).&#13;
&#13;
&amp;quot;Awalnya adik saya gak ngaku, mungkin karena takut karena diancam atau bagaimana. Cuma setelah dibujuk terus, dia akhirnya ngaku dicabuli terduga pelaku MR, masih tetangga,&amp;quot; kata R.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban akhirnya menceritakan secara detail kejadian pilu yang dialaminya. Saat itu, korban bersama teman-temannya sedang bermain, termasuk keponakan terduga pelaku. Kemudian, terduga pelaku mengajak korban ke rumahnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Adik saya lagi main sama teman-temannya, termasuk keponakan terduga pelaku itu masih temannya adik saya. Nah, mereka diajak ke rumah pelaku, di situ adik saya enggak boleh pulang, padahal anak-anak yang lain sudah pulang,&amp;quot; ujar R.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
N kemudian diajak masuk ke kamar terduga pelaku. Seketika terduga pelaku MR langsung melancarkan ulah bejatnya pada N dengan meraba-raba organ intim korban. &amp;quot;Ya akhirnya kejadiannya di dalam kamar itu. Pengakuan adik saya memang sampai disetubuhi satu kali,&amp;quot; ucap R.&#13;
&#13;
Beberapa saat usai kejadian memilukan itu, perangai N kemudian berubah drastis. Ia menjadi bocah yang pendiam dan lebih banyak merenung. Bahkan, tak lagi mau bermain dengan teman-temannya di luar rumah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi adik saya trauma berat sampai sekarang, lebih banyak merenung. Sekolah juga enggak mau, karena belum stabil. Kondisi kesehatannya menurun, sering transfusi darah karena ngedrop kondisinya,&amp;quot; kata R.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
R menyebut keluarga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Cimahi. Ia berharap polisi bisa segera menangkap terduga pelaku MR yang kabarnya saat ini melarikan diri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Keluarga ingin pelakunya segera ditangkap, apalagi ayah saya dan korban ini sedang sakit kanker, enggak tahu kejadian ini karena kita gak mau kenapa-kenapa,&amp;quot; pungkas R.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kepala Seksi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat mengatakan, saat ini kasus dugaan pencabulan tersebut dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cimahi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Benar Unit PPA Sat Reskrim Polres Cimahi sedang menangani kasus tersebut. Status penanganan perkara sudah tahap sidik bahkan terlapor sudah 2 kali dipanggil dalam kapasitas masih saksi. Namun, terlapor 2 kali panggilan tidak hadir,&amp;quot; kata Gofur.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>CIMAHI - Seorang bocah berusia 12 tahun asal Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat menjadi korban pencabulan hingga mengalami depresi. Pelakunya diduga tetangga sendiri.&#13;
&#13;
Peristiwa pilu yang dialami bocah SD itu diungkapkan kakak korban berinisial R saat dikonfirmasi. Saat itu, N mengalami pendarahan selama beberapa pekan pada bagian organ intimnya hingga terungkap pada Juni lalu adanya pencabulan. Korban pun dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Awalnya kita gak curiga, karena memang adik saya ini sudah menstruasi. Cuma karena pendarahannya lama, akhirnya dibawa ke RS Mitra Kasih Cimahi, tapi dokter gak bilang apa-apa dari hasil pemeriksaannya,&amp;quot; ungkap R saat dihubungi, Jumat (13/9/2024).&#13;
&#13;
Keluarga kemudian mendapatkan rekomendasi merujuk N ke rumah sakit di daerah Pasteur, Kota Bandung. Dari pemeriksaan di rumah sakit tersebut, ternyata ada luka pada organ intim N.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saat itu, N tak mau menceritakan kejadian apa yang dialaminya. Namun setelah didesak pihak keluarga, barulah N mengaku bahwa ia baru saja dicabuli tetangganya sendiri berinisial MR (33).&#13;
&#13;
&amp;quot;Awalnya adik saya gak ngaku, mungkin karena takut karena diancam atau bagaimana. Cuma setelah dibujuk terus, dia akhirnya ngaku dicabuli terduga pelaku MR, masih tetangga,&amp;quot; kata R.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban akhirnya menceritakan secara detail kejadian pilu yang dialaminya. Saat itu, korban bersama teman-temannya sedang bermain, termasuk keponakan terduga pelaku. Kemudian, terduga pelaku mengajak korban ke rumahnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Adik saya lagi main sama teman-temannya, termasuk keponakan terduga pelaku itu masih temannya adik saya. Nah, mereka diajak ke rumah pelaku, di situ adik saya enggak boleh pulang, padahal anak-anak yang lain sudah pulang,&amp;quot; ujar R.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
N kemudian diajak masuk ke kamar terduga pelaku. Seketika terduga pelaku MR langsung melancarkan ulah bejatnya pada N dengan meraba-raba organ intim korban. &amp;quot;Ya akhirnya kejadiannya di dalam kamar itu. Pengakuan adik saya memang sampai disetubuhi satu kali,&amp;quot; ucap R.&#13;
&#13;
Beberapa saat usai kejadian memilukan itu, perangai N kemudian berubah drastis. Ia menjadi bocah yang pendiam dan lebih banyak merenung. Bahkan, tak lagi mau bermain dengan teman-temannya di luar rumah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi adik saya trauma berat sampai sekarang, lebih banyak merenung. Sekolah juga enggak mau, karena belum stabil. Kondisi kesehatannya menurun, sering transfusi darah karena ngedrop kondisinya,&amp;quot; kata R.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
R menyebut keluarga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Cimahi. Ia berharap polisi bisa segera menangkap terduga pelaku MR yang kabarnya saat ini melarikan diri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Keluarga ingin pelakunya segera ditangkap, apalagi ayah saya dan korban ini sedang sakit kanker, enggak tahu kejadian ini karena kita gak mau kenapa-kenapa,&amp;quot; pungkas R.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kepala Seksi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat mengatakan, saat ini kasus dugaan pencabulan tersebut dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cimahi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Benar Unit PPA Sat Reskrim Polres Cimahi sedang menangani kasus tersebut. Status penanganan perkara sudah tahap sidik bahkan terlapor sudah 2 kali dipanggil dalam kapasitas masih saksi. Namun, terlapor 2 kali panggilan tidak hadir,&amp;quot; kata Gofur.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
