<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Korupsi, Satgassus Polri Awasi 12 Proyek Irigasi di NTT</title><description>Hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya praktik korupsi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/14/337/3063045/cegah-korupsi-satgassus-polri-awasi-12-proyek-irigasi-di-ntt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/14/337/3063045/cegah-korupsi-satgassus-polri-awasi-12-proyek-irigasi-di-ntt"/><item><title>Cegah Korupsi, Satgassus Polri Awasi 12 Proyek Irigasi di NTT</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/14/337/3063045/cegah-korupsi-satgassus-polri-awasi-12-proyek-irigasi-di-ntt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/14/337/3063045/cegah-korupsi-satgassus-polri-awasi-12-proyek-irigasi-di-ntt</guid><pubDate>Sabtu 14 September 2024 17:09 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/14/337/3063045/satgassus_polri_lakukan_pengawasan-Bqu2_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Satgassus Polri Lakukan Pengawasan. Foto: Humas Satgassus Polri. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/14/337/3063045/satgassus_polri_lakukan_pengawasan-Bqu2_large.jpeg</image><title>Satgassus Polri Lakukan Pengawasan. Foto: Humas Satgassus Polri. </title></images><description>JAKARTA - Yudi Purnomo Harahap Anggota Satgassus Pencegahan Korupsi Polri menyebut bahwa pihaknya terus melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada proyek-proyek Pemerintah. Adapun kali ini dilakukan bersama Kementerian Pertanian.&#13;
&#13;
Satgassus melakukan monev di 12 Titik Program Irigasi Perpompaan (Irpom) dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2022-2024. Hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya praktik korupsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rangkaian kegiatan ini dilakukan di Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT. Pada 9-13 September 2024,&amp;quot; kata Yudi, Jakarta, Sabtu (14/9/2024).&#13;
&#13;
Kegiatan pemantauan lapangan ini merupakan salah satu wujud tindak lanjut Mou antara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan Menteri Pertanian.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sekaligus juga Penugasan khusus dari Kapolri kepada Satgassus untuk terus melakukan pemantauan dan monev atas proyek-proyek yang dibiayai dari DAK Serta Program Irigasi Perpompaan agar upaya pencegahan korupsi dapat dilakukan lebih intensif dan massif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga ketahanan pangan bisa dipertahankan bahkan di tingkatkan. Jika penyaluran air ke Sawah petani tepat guna, maka petani akan lebih bisa meningkatkan volume jumlah panennya. Namun demikian proyek-proyek ini harus tetap dilaksanakan secara proper dan tidak mengesampingkan mutu apalagi dilakukan dengan cara-cara yang korup,&amp;quot; papar Yudi.&#13;
&#13;
Sementara, Harun Al Rasyid selaku ketua Tim menyatakan bahwa dari pemantauan 12 titik di lapangan, mayoritas sudah termanfaatkan. Namun masih terdapat beberapa kendala seperti yang disampaikan kelompok tani.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Satgassus menyarankan kepada Pemda, untuk membuat patokan harganya tidak hanya 1, tapi 3 misal, agar setiap kecamatan bisa memilih yang harganya mendekati, sebab ini kecamatannya banyak,&amp;quot; ucap Harun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sedangkan kepada poktan disarankan agar jika ada harga yang berbeda dari patokan, ditulis riilnya dan disimpan kwitansinya. Supaya ketika ada pemeriksaan bisa disampaikan dengan jujur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidah usah kawatir. Kalau jujur, pasti selamat. Ukuran mencuri itu, kalau dia melakukan sesuatu dan jika diketahui orang lain malu, maka itu tanda-tandanya, tidak mau disaksikan orang lain. Tanya pada diri sendiri, kalau saya melakukan itu, Tuhan marah apa tidak. tidak perlu tanya orang lain,&amp;quot; tutur Harun.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Yudi Purnomo Harahap Anggota Satgassus Pencegahan Korupsi Polri menyebut bahwa pihaknya terus melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada proyek-proyek Pemerintah. Adapun kali ini dilakukan bersama Kementerian Pertanian.&#13;
&#13;
Satgassus melakukan monev di 12 Titik Program Irigasi Perpompaan (Irpom) dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2022-2024. Hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya praktik korupsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rangkaian kegiatan ini dilakukan di Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT. Pada 9-13 September 2024,&amp;quot; kata Yudi, Jakarta, Sabtu (14/9/2024).&#13;
&#13;
Kegiatan pemantauan lapangan ini merupakan salah satu wujud tindak lanjut Mou antara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan Menteri Pertanian.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sekaligus juga Penugasan khusus dari Kapolri kepada Satgassus untuk terus melakukan pemantauan dan monev atas proyek-proyek yang dibiayai dari DAK Serta Program Irigasi Perpompaan agar upaya pencegahan korupsi dapat dilakukan lebih intensif dan massif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga ketahanan pangan bisa dipertahankan bahkan di tingkatkan. Jika penyaluran air ke Sawah petani tepat guna, maka petani akan lebih bisa meningkatkan volume jumlah panennya. Namun demikian proyek-proyek ini harus tetap dilaksanakan secara proper dan tidak mengesampingkan mutu apalagi dilakukan dengan cara-cara yang korup,&amp;quot; papar Yudi.&#13;
&#13;
Sementara, Harun Al Rasyid selaku ketua Tim menyatakan bahwa dari pemantauan 12 titik di lapangan, mayoritas sudah termanfaatkan. Namun masih terdapat beberapa kendala seperti yang disampaikan kelompok tani.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Satgassus menyarankan kepada Pemda, untuk membuat patokan harganya tidak hanya 1, tapi 3 misal, agar setiap kecamatan bisa memilih yang harganya mendekati, sebab ini kecamatannya banyak,&amp;quot; ucap Harun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sedangkan kepada poktan disarankan agar jika ada harga yang berbeda dari patokan, ditulis riilnya dan disimpan kwitansinya. Supaya ketika ada pemeriksaan bisa disampaikan dengan jujur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidah usah kawatir. Kalau jujur, pasti selamat. Ukuran mencuri itu, kalau dia melakukan sesuatu dan jika diketahui orang lain malu, maka itu tanda-tandanya, tidak mau disaksikan orang lain. Tanya pada diri sendiri, kalau saya melakukan itu, Tuhan marah apa tidak. tidak perlu tanya orang lain,&amp;quot; tutur Harun.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
