<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Bullying dan Dugaan Pelecehan Seksual di Binus School, Ini Rekaman CCTV-nya</title><description>Menurutnya, yang sebenarnya terjadi bukanlah perundungan ataupun pelecehan seksual seperti yang diungkapkan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/15/338/3063180/heboh-bullying-dan-dugaan-pelecehan-seksual-di-binus-school-ini-rekaman-cctv-nya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/15/338/3063180/heboh-bullying-dan-dugaan-pelecehan-seksual-di-binus-school-ini-rekaman-cctv-nya"/><item><title>Heboh Bullying dan Dugaan Pelecehan Seksual di Binus School, Ini Rekaman CCTV-nya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/15/338/3063180/heboh-bullying-dan-dugaan-pelecehan-seksual-di-binus-school-ini-rekaman-cctv-nya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/15/338/3063180/heboh-bullying-dan-dugaan-pelecehan-seksual-di-binus-school-ini-rekaman-cctv-nya</guid><pubDate>Minggu 15 September 2024 08:39 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/15/338/3063180/viral-SH79_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Heboh Bullying dan Dugaan Pelecehan Seksual di Binus School,</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/15/338/3063180/viral-SH79_large.jpg</image><title>Heboh Bullying dan Dugaan Pelecehan Seksual di Binus School,</title></images><description>JAKARTA - Binus School Simprug membantah adanya dugaan bullying, pelecehan seksual dan pengeroyokan yang dialami salah satu muridnya berinisial RE (16).&#13;
&#13;
Kuasa Hukum Binus School, Otto Hasibuan, menjelaskan peristiwa itu diduga terjadi pada 30-31 Januari 2024 lalu. Namun, menurutnya, yang sebenarnya terjadi bukanlah perundungan ataupun pelecehan seksual seperti yang diungkapkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika dia mengatakan bahwa dia dikatakan dibully. Kita lihat faktanya adalah memang adalah perkelahian diantara mereka,&amp;quot; kata Otto dalam jumpa pers, &amp;nbsp;dikutip, Minggu (15/9/2024).&#13;
&#13;
Otto mengatakan, fakta itu didapatkan dari beberapa potongan CCTV yang merekam kejadian tersebut yang melibatkan RE. Di mana ada 2 lokasi kejadian, yakni kantin dan toilet sekolah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada rekaman CCTV di kantin, terlihat RE terlibat kontak fisik dengan salah satu siswa lainnya. Dalam rekaman itu, RE justru terlihat menjambak rambut siswa lain tersebut.&#13;
&#13;
Selanjutnya, ada 2 rekaman CCTV di depan toilet yang memperlihatkan RE bersama belasan siswa lainnya masuk ke dalam toilet. Rekaman ini juga membantah RE dipaksa masuk ke toilet untuk dirundung.&#13;
&#13;
Selain itu, ditunjukan pula rekaman yang di ambil dari salah satu ponsel siswa yang menunjukan aktivitas di dalam kamar mandi. Rupanya, di sana RE berkelahi dengan salah satu siswa.&#13;
&#13;
Perkelahian itu memang disaksikan oleh sejumlah siswa lainnha. Namun, setelah RE dan salah satu siswa lainnya berkelahi sempat dipisahkan oleh siswa lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ternyata di sana itu yang terjadi adalah adanya istilahnya siswa ini sepakat untuk bertinju, berkelahi. Jadi, satu lawan satu berkelahi. Setelah itu selesai,&amp;quot; ujar Otto.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski kasus ini sudah ditangani polisi, Otto berharap kasus ini bisa diselesaikan secara restorative justice.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah itu yang ingin kami sampaikan, jadi kalau fakta-fakta ini sudah diproses oleh polisi dan kami silahkan, kami mendukung upaya kepolisian untuk memproses ini. Walaupun sebenarnya terhadap anak-anak di bawah umur, kita mengutamakan restoratif justice,&amp;quot; jelas dia.&#13;
&#13;
Sebelumnya, viral kasus dugaan perundungan atau bullying di Binus School Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polisi turun tangan menangani kasus bullying yang dialami siswa berinisial RE (16) ini.&#13;
&#13;
Dewi mengungkapkan, kasus ini juga telah naik ke tahap penyidikan. Ada empat siswa yang menjadi terlapor yakni berinisial KU, RA, KY dan CA&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya sudah naik penyidikan sejak Senin kemarin dengan terlapor empat orang setelah dilakukan gelar perkara,&amp;quot; kata Nurma saat dihubungi, Sabtu (14/9/2024).&#13;
&#13;
Polisi juga telah memeriksa lebih dari 18 orang saksi terkait kasus ini.&#13;
&#13;
Sebelumnya, kuasa hukum RE, Sunan Kalijaga menerangkan, peristiwa bullying itu terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pelecehan, penghinaan hingga penganiayaan pada akhir Januari 2024 lalu. Geng pembully juga mengancam akan menghabisi korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dapat informasi juga, bahwa saat mencoba mencari alternatif sekolah melalui belajar online, itu pun masih dibully, masih diintimidasi. Jangan sampai ada kesan pelaku pengeroyokan tetap bersekolah seperti tidak ada masalah,&amp;quot; kata Sunan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Binus School Simprug membantah adanya dugaan bullying, pelecehan seksual dan pengeroyokan yang dialami salah satu muridnya berinisial RE (16).&#13;
&#13;
Kuasa Hukum Binus School, Otto Hasibuan, menjelaskan peristiwa itu diduga terjadi pada 30-31 Januari 2024 lalu. Namun, menurutnya, yang sebenarnya terjadi bukanlah perundungan ataupun pelecehan seksual seperti yang diungkapkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika dia mengatakan bahwa dia dikatakan dibully. Kita lihat faktanya adalah memang adalah perkelahian diantara mereka,&amp;quot; kata Otto dalam jumpa pers, &amp;nbsp;dikutip, Minggu (15/9/2024).&#13;
&#13;
Otto mengatakan, fakta itu didapatkan dari beberapa potongan CCTV yang merekam kejadian tersebut yang melibatkan RE. Di mana ada 2 lokasi kejadian, yakni kantin dan toilet sekolah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada rekaman CCTV di kantin, terlihat RE terlibat kontak fisik dengan salah satu siswa lainnya. Dalam rekaman itu, RE justru terlihat menjambak rambut siswa lain tersebut.&#13;
&#13;
Selanjutnya, ada 2 rekaman CCTV di depan toilet yang memperlihatkan RE bersama belasan siswa lainnya masuk ke dalam toilet. Rekaman ini juga membantah RE dipaksa masuk ke toilet untuk dirundung.&#13;
&#13;
Selain itu, ditunjukan pula rekaman yang di ambil dari salah satu ponsel siswa yang menunjukan aktivitas di dalam kamar mandi. Rupanya, di sana RE berkelahi dengan salah satu siswa.&#13;
&#13;
Perkelahian itu memang disaksikan oleh sejumlah siswa lainnha. Namun, setelah RE dan salah satu siswa lainnya berkelahi sempat dipisahkan oleh siswa lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ternyata di sana itu yang terjadi adalah adanya istilahnya siswa ini sepakat untuk bertinju, berkelahi. Jadi, satu lawan satu berkelahi. Setelah itu selesai,&amp;quot; ujar Otto.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski kasus ini sudah ditangani polisi, Otto berharap kasus ini bisa diselesaikan secara restorative justice.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah itu yang ingin kami sampaikan, jadi kalau fakta-fakta ini sudah diproses oleh polisi dan kami silahkan, kami mendukung upaya kepolisian untuk memproses ini. Walaupun sebenarnya terhadap anak-anak di bawah umur, kita mengutamakan restoratif justice,&amp;quot; jelas dia.&#13;
&#13;
Sebelumnya, viral kasus dugaan perundungan atau bullying di Binus School Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polisi turun tangan menangani kasus bullying yang dialami siswa berinisial RE (16) ini.&#13;
&#13;
Dewi mengungkapkan, kasus ini juga telah naik ke tahap penyidikan. Ada empat siswa yang menjadi terlapor yakni berinisial KU, RA, KY dan CA&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya sudah naik penyidikan sejak Senin kemarin dengan terlapor empat orang setelah dilakukan gelar perkara,&amp;quot; kata Nurma saat dihubungi, Sabtu (14/9/2024).&#13;
&#13;
Polisi juga telah memeriksa lebih dari 18 orang saksi terkait kasus ini.&#13;
&#13;
Sebelumnya, kuasa hukum RE, Sunan Kalijaga menerangkan, peristiwa bullying itu terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pelecehan, penghinaan hingga penganiayaan pada akhir Januari 2024 lalu. Geng pembully juga mengancam akan menghabisi korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dapat informasi juga, bahwa saat mencoba mencari alternatif sekolah melalui belajar online, itu pun masih dibully, masih diintimidasi. Jangan sampai ada kesan pelaku pengeroyokan tetap bersekolah seperti tidak ada masalah,&amp;quot; kata Sunan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
