<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap Penyebab Banyaknya Ikan Mati di Aliran Sungai Cileles Lebak, Begini Penjelasannya&amp;nbsp;</title><description>Warga Kabupaten Lebak dihebohkan oleh fenomena banyaknya ikan mati di Sungai Ciujung atau aliran sungai Cileles di Desa Cileles, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/16/340/3063428/terungkap-penyebab-banyaknya-ikan-mati-di-aliran-sungai-cileles-lebak-begini-penjelasannya-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/16/340/3063428/terungkap-penyebab-banyaknya-ikan-mati-di-aliran-sungai-cileles-lebak-begini-penjelasannya-nbsp"/><item><title>Terungkap Penyebab Banyaknya Ikan Mati di Aliran Sungai Cileles Lebak, Begini Penjelasannya&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/16/340/3063428/terungkap-penyebab-banyaknya-ikan-mati-di-aliran-sungai-cileles-lebak-begini-penjelasannya-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/16/340/3063428/terungkap-penyebab-banyaknya-ikan-mati-di-aliran-sungai-cileles-lebak-begini-penjelasannya-nbsp</guid><pubDate>Senin 16 September 2024 05:17 WIB</pubDate><dc:creator>Fariz Abdullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/16/340/3063428/ikan_di_sungai_cileles_mati_mendadak-gH6V_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ikan di Sungai Cileles mati mendadak</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/16/340/3063428/ikan_di_sungai_cileles_mati_mendadak-gH6V_large.JPG</image><title>Ikan di Sungai Cileles mati mendadak</title></images><description>LEBAK - Warga Kabupaten Lebak dihebohkan oleh fenomena banyaknya ikan mati di Sungai Ciujung atau aliran sungai Cileles di Desa Cileles, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak.&#13;
&#13;
Aliran sungai yang kerap dijadikan warga untuk mencuci itu pun kondisinya kini mengkhawatirkan. Selain berwarna abu-abu pekat juga menimbulkan bau tidak sedap serta berbusa. Mereka menuding aliran sungai telah tercemar limbah.&#13;
&#13;
Kekinian pemerintah Kabupaten Lebak telah melakukan pengambilan sampel air. Hasilnya memang aliran sungai Cileles terbukti tercemar limbah yang membuat ekosistem air rusak.&#13;
&#13;
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Iwan Sutikno mengatakan aliran sungai itu tercemar oleh limbah dari PT &amp;nbsp;Tiger Chamois Indonesia (TCI) yang memproduksi kanebo.&#13;
&#13;
Dari hasil pemantauan lapangan DLH Lebak, menurut Iwan, limbah tersebut masuk ke sungai karena sudah tidak tertampung oleh bak pembuangan limbah yang ada di sekitar pabrik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebetulnya bukan racun. Tetapi ada parameter air limbah yang melebihi baku mutu,&amp;quot; terang Iwan kepada awak media, Minggu (15/9/2024).&#13;
&#13;
Terkait dengan kondisi limbah tersebut, apakah sangat berbahaya bagi ekosistem dan lingkungan sekitar. Iwan menuturkan, bahwa sebelum ada pencemaran sudah ada dampak lainnya mencemari sungai Ciujung di wilayah Cileles.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi parameter yang melebihi baku mutu. Seperti pH, minyak lemak nya. Dan perlu diketahui bahwa sebelum masuknya air dari PT ini juga parameter lain sudah tinggi,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, dengan adanya sanksi sementara pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap keberadaan pabrik pengolahan Kanebo tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka untuk tidak menimbulkan keresahan DLH memberikan sanksi dihentikan sementara sambil memperbaiki pengolah limbahnya,&amp;quot; tandasnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>LEBAK - Warga Kabupaten Lebak dihebohkan oleh fenomena banyaknya ikan mati di Sungai Ciujung atau aliran sungai Cileles di Desa Cileles, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak.&#13;
&#13;
Aliran sungai yang kerap dijadikan warga untuk mencuci itu pun kondisinya kini mengkhawatirkan. Selain berwarna abu-abu pekat juga menimbulkan bau tidak sedap serta berbusa. Mereka menuding aliran sungai telah tercemar limbah.&#13;
&#13;
Kekinian pemerintah Kabupaten Lebak telah melakukan pengambilan sampel air. Hasilnya memang aliran sungai Cileles terbukti tercemar limbah yang membuat ekosistem air rusak.&#13;
&#13;
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Iwan Sutikno mengatakan aliran sungai itu tercemar oleh limbah dari PT &amp;nbsp;Tiger Chamois Indonesia (TCI) yang memproduksi kanebo.&#13;
&#13;
Dari hasil pemantauan lapangan DLH Lebak, menurut Iwan, limbah tersebut masuk ke sungai karena sudah tidak tertampung oleh bak pembuangan limbah yang ada di sekitar pabrik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebetulnya bukan racun. Tetapi ada parameter air limbah yang melebihi baku mutu,&amp;quot; terang Iwan kepada awak media, Minggu (15/9/2024).&#13;
&#13;
Terkait dengan kondisi limbah tersebut, apakah sangat berbahaya bagi ekosistem dan lingkungan sekitar. Iwan menuturkan, bahwa sebelum ada pencemaran sudah ada dampak lainnya mencemari sungai Ciujung di wilayah Cileles.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi parameter yang melebihi baku mutu. Seperti pH, minyak lemak nya. Dan perlu diketahui bahwa sebelum masuknya air dari PT ini juga parameter lain sudah tinggi,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, dengan adanya sanksi sementara pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap keberadaan pabrik pengolahan Kanebo tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka untuk tidak menimbulkan keresahan DLH memberikan sanksi dihentikan sementara sambil memperbaiki pengolah limbahnya,&amp;quot; tandasnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
