<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Catat 18 Kali Gempa Susulan Goyang Berau Kaltim sejak Minggu Malam</title><description>Gempa susulan ini bagian dari rangkaian gempa magnitudo 5,5 yang melanda Berau, Minggu 15 September malam tadi. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/16/340/3063511/bmkg-catat-18-kali-gempa-susulan-goyang-berau-kaltim-sejak-minggu-malam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/16/340/3063511/bmkg-catat-18-kali-gempa-susulan-goyang-berau-kaltim-sejak-minggu-malam"/><item><title>BMKG Catat 18 Kali Gempa Susulan Goyang Berau Kaltim sejak Minggu Malam</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/16/340/3063511/bmkg-catat-18-kali-gempa-susulan-goyang-berau-kaltim-sejak-minggu-malam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/16/340/3063511/bmkg-catat-18-kali-gempa-susulan-goyang-berau-kaltim-sejak-minggu-malam</guid><pubDate>Senin 16 September 2024 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/16/340/3063511/daryono-C8ok_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daryono (BMKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/16/340/3063511/daryono-C8ok_large.jpg</image><title>Daryono (BMKG)</title></images><description>JAKARTA - BMKG mencatat ada 18 kali gempa susulan terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) hingga Senin (16/9/2024) pukul 07.00 WIB. Gempa susulan ini bagian dari rangkaian gempa magnitudo 5,5 yang melanda Berau, Minggu 15 September malam tadi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Gempa Berau Kaltim M5,5 tadi malam diikuti sebanyak 18 kali gempa susulan hingga pukul 07.00 WIB pagi ini. Semoga kondisi tektonik segera stabil dan aman kembali,&amp;quot; kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.&#13;
&#13;
Daryono menyebut gempa Berau M5,5 mengingatkan peristiwa gempa besar pada 1921 silam di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gempa Berau dan Mangkalihat Kaltim M5,5 tadi malam mengingatkan kita pada peristiwa gempa besar yang terjadi di wilayah tersebut pada tahun 1921,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Daryono menjelaskan pada 14 Mei 1921 terjadi gempa kuat di Kalimantan Timur mencapai skala intensitas maksimum VII MMI (kerusakan berat).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Gempa ini menyebabkan kerusakan di wilayah Sangkulirang dengan kerusakan paling parah terjadi di Pulau Rending (Teluk Sangkulirang). Di Pulau ini banyak rumah rusak di Kaliorang dan Sekurau.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dampak gempa menyebabkan lubang bor menyemburkan air, terjadi rekahan-rekahan tanah sepanjang 10 m, lebar 20 cm, dengan kedalaman 2 m dan &amp;nbsp;menyemburkan air bercampur pasir dan tanah liat (terjadi likuifaksi).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Wilayah yang diguncang gempa ini mencapai radius 250 km. Terjadi 10 kali guncangan-guncangan kuat yang berulang (gempa susulan). Gempa dipicu Sesar Sangkulirang (Sangkulirang Fault Zone) ini memicu tsunami menimbulkan kerusakan parah di Sekurau. Menurut saksi mata, tsunami menggenangi jalan hingga setinggi 1 m,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - BMKG mencatat ada 18 kali gempa susulan terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) hingga Senin (16/9/2024) pukul 07.00 WIB. Gempa susulan ini bagian dari rangkaian gempa magnitudo 5,5 yang melanda Berau, Minggu 15 September malam tadi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Gempa Berau Kaltim M5,5 tadi malam diikuti sebanyak 18 kali gempa susulan hingga pukul 07.00 WIB pagi ini. Semoga kondisi tektonik segera stabil dan aman kembali,&amp;quot; kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.&#13;
&#13;
Daryono menyebut gempa Berau M5,5 mengingatkan peristiwa gempa besar pada 1921 silam di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gempa Berau dan Mangkalihat Kaltim M5,5 tadi malam mengingatkan kita pada peristiwa gempa besar yang terjadi di wilayah tersebut pada tahun 1921,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Daryono menjelaskan pada 14 Mei 1921 terjadi gempa kuat di Kalimantan Timur mencapai skala intensitas maksimum VII MMI (kerusakan berat).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Gempa ini menyebabkan kerusakan di wilayah Sangkulirang dengan kerusakan paling parah terjadi di Pulau Rending (Teluk Sangkulirang). Di Pulau ini banyak rumah rusak di Kaliorang dan Sekurau.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dampak gempa menyebabkan lubang bor menyemburkan air, terjadi rekahan-rekahan tanah sepanjang 10 m, lebar 20 cm, dengan kedalaman 2 m dan &amp;nbsp;menyemburkan air bercampur pasir dan tanah liat (terjadi likuifaksi).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Wilayah yang diguncang gempa ini mencapai radius 250 km. Terjadi 10 kali guncangan-guncangan kuat yang berulang (gempa susulan). Gempa dipicu Sesar Sangkulirang (Sangkulirang Fault Zone) ini memicu tsunami menimbulkan kerusakan parah di Sekurau. Menurut saksi mata, tsunami menggenangi jalan hingga setinggi 1 m,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
