<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Tanpa Bayangan Bakal Kembali Terjadi di Indonesia, Catat Tanggal dan Waktunya</title><description>Hari tanpa bayangan bisa disebut juga kulminasi atau transit atau istiwa&amp;#39; yang merupakan fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/17/337/3063945/hari-tanpa-bayangan-bakal-kembali-terjadi-di-indonesia-catat-tanggal-dan-waktunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/17/337/3063945/hari-tanpa-bayangan-bakal-kembali-terjadi-di-indonesia-catat-tanggal-dan-waktunya"/><item><title>Hari Tanpa Bayangan Bakal Kembali Terjadi di Indonesia, Catat Tanggal dan Waktunya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/17/337/3063945/hari-tanpa-bayangan-bakal-kembali-terjadi-di-indonesia-catat-tanggal-dan-waktunya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/17/337/3063945/hari-tanpa-bayangan-bakal-kembali-terjadi-di-indonesia-catat-tanggal-dan-waktunya</guid><pubDate>Selasa 17 September 2024 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/17/337/3063945/hari_tanpa_bayangan-utqK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi hari tanpa bayangan (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/17/337/3063945/hari_tanpa_bayangan-utqK_large.jpg</image><title>Ilustrasi hari tanpa bayangan (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Hari tanpa bayangan bakal kembali terjadi di Indonesia. Hari tanpa bayangan bisa disebut juga kulminasi atau transit atau istiwa&amp;#39; yang merupakan fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lalu, kapan tanggal dan waktunya?&#13;
&#13;
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada saat itu, jelas BMKG, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat &amp;quot;menghilang&amp;quot;, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. &amp;quot;Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan,&amp;quot; tulis BMKG dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (17/9/2024).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, BMKG menjelaskan fenomena kulminasi terjadi karena bidang ekuator Bumi atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi Bumi. Sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat LU sampai dengan 23,5 derajat LS. Hal ini disebut sebagai gerak semu harian Matahari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada tahun ini, ungkap BMKG, Matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2024 pukul 10.06 WIB dan 22 September 2024 pukul 19.43 WIB. Adapun pada 21 Juni 2024 pukul 03.50 WIB Matahari berada di titik balik Utara dan pada 21 Desember 2024 pukul 16.20 WIB Matahari berada di titik balik Selatan.&#13;
&#13;
Kapan terjadinya fenomena kulminasi di Indonesia? BMKG membeberkan mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi Matahari sama dengan lintang kota tersebut. Khusus untuk kota Jakarta, fenomena ini terjadi pada 4 Maret 2024, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan pada 8 Oktober 2024, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB,&amp;quot; ungkap BMKG.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Secara umum, BMKG melaporkan kulminasi utama tahun 2024 di Indonesia terjadi terjadi antara 21 Februari 2024 di Baa, Nusa Tenggara Timur hingga 4 April 2024 di Sabang, Aceh dan 7 September 2024 di Sabang, Aceh sampai dengan 21 Oktober 2024 di Baa, Nusa Tenggara Timur.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berikut daftar lengkap kulminasi utama di setiap ibukota provinsi:&#13;
&#13;
1. Banda Aceh: 8 September 2024, Pukul 12:36:20 WIB&#13;
2. Medan: 13 September 2024, Pukul 12:21:06 WIB&#13;
3. Padang: 25 September 2024, Pukul 12:10:25 WIB&amp;nbsp;&#13;
4. Pekanbaru: 21 September 2024, Pukul 12:07:11 WIB&#13;
5. Bengkulu: 2 Oktober 2024, Pukul 12:00:14 WIB&#13;
6. Jambi: 27 September 2024, Pukul 11:56:48 WIB&amp;nbsp;&#13;
7. Tanjung Pinang: 20 September 2024, Pukul 11:55:34 WIB&amp;nbsp;&#13;
8. Palembang: 30 September 2024, Pukul 11:50:52 WIB&#13;
9. Bandar Lampung: 6 Oktober 2024, Pukul 11:47:01 WIB&#13;
10. Pangkal Pinang: 28 September 2024, Pukul 11:46:07 WIB&#13;
11. Serang: 8 Oktober 2024, Pukul 11:42:51 WIB&#13;
12. Jakarta Pusat: 8 Oktober 2024, Pukul 11:40:10 WIB&#13;
13. Bandung: 10 Oktober 2024, Pukul 11:36:31 WIB&#13;
14. Semarang: 10 Oktober 2024, Pukul 11:25:10 WIB&#13;
15. Yogyakarta: 13 Oktober 2024, Pukul 11:24:43 WIB&#13;
16. Surabaya: 11 Oktober 2024, Pukul 11:15:50 WIB&#13;
17. Pontianak: 22 September 2024, Pukul 11:35:18 WIB&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
18. Palangka Raya: 28 September 2024, Pukul 11:15:01 WIB&#13;
19. Banjarmasin: 1 Oktober 2024, Pukul 12:11:14 WITA&#13;
20. Samarinda: 24 September 2024, Pukul 12:03:28 WITA&#13;
21. Tanjungselor: 15 September 2024, Pukul 12:05:41 WITA&#13;
22. Denpasar: 15 Oktober 2024, Pukul 12:04:53 WITA&#13;
23. Mataram: 15 Oktober 2024, Pukul 12:01:20 WITA&#13;
24. Kupang: 19 Oktober 2024, Pukul 11:30:37 WITA&#13;
25. Mamuju: 29 September 2024, Pukul 11:54:42 WITA&#13;
26. Makassar: 6 Oktober 2024, Pukul 11:50:23 WITA&#13;
27. Palu: 25 September 2024, Pukul 11:52:11 WITA&#13;
28. Kendari: 3 Oktober 2024, Pukul 11:38:54 WITA&#13;
29. Gorontalo: 21 September 2024, Pukul 11:40:46 WITA&#13;
30. Manado: 19 September 2024, Pukul 11:34:21 WITA&#13;
31. Sofifi: 20 September 2024, Pukul 12:23:08 WIT&#13;
32. Ambon: 2 Oktober 2024, Pukul 12:16:35 WIT&#13;
33. Manokwari: 25 September 2024, Pukul 11:55:19 WIT&#13;
34. Jayapura: 29 September 2024, Pukul 11:27:28 WIT&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Hari tanpa bayangan bakal kembali terjadi di Indonesia. Hari tanpa bayangan bisa disebut juga kulminasi atau transit atau istiwa&amp;#39; yang merupakan fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lalu, kapan tanggal dan waktunya?&#13;
&#13;
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada saat itu, jelas BMKG, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat &amp;quot;menghilang&amp;quot;, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. &amp;quot;Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan,&amp;quot; tulis BMKG dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (17/9/2024).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, BMKG menjelaskan fenomena kulminasi terjadi karena bidang ekuator Bumi atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi Bumi. Sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat LU sampai dengan 23,5 derajat LS. Hal ini disebut sebagai gerak semu harian Matahari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada tahun ini, ungkap BMKG, Matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2024 pukul 10.06 WIB dan 22 September 2024 pukul 19.43 WIB. Adapun pada 21 Juni 2024 pukul 03.50 WIB Matahari berada di titik balik Utara dan pada 21 Desember 2024 pukul 16.20 WIB Matahari berada di titik balik Selatan.&#13;
&#13;
Kapan terjadinya fenomena kulminasi di Indonesia? BMKG membeberkan mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi Matahari sama dengan lintang kota tersebut. Khusus untuk kota Jakarta, fenomena ini terjadi pada 4 Maret 2024, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan pada 8 Oktober 2024, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB,&amp;quot; ungkap BMKG.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Secara umum, BMKG melaporkan kulminasi utama tahun 2024 di Indonesia terjadi terjadi antara 21 Februari 2024 di Baa, Nusa Tenggara Timur hingga 4 April 2024 di Sabang, Aceh dan 7 September 2024 di Sabang, Aceh sampai dengan 21 Oktober 2024 di Baa, Nusa Tenggara Timur.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berikut daftar lengkap kulminasi utama di setiap ibukota provinsi:&#13;
&#13;
1. Banda Aceh: 8 September 2024, Pukul 12:36:20 WIB&#13;
2. Medan: 13 September 2024, Pukul 12:21:06 WIB&#13;
3. Padang: 25 September 2024, Pukul 12:10:25 WIB&amp;nbsp;&#13;
4. Pekanbaru: 21 September 2024, Pukul 12:07:11 WIB&#13;
5. Bengkulu: 2 Oktober 2024, Pukul 12:00:14 WIB&#13;
6. Jambi: 27 September 2024, Pukul 11:56:48 WIB&amp;nbsp;&#13;
7. Tanjung Pinang: 20 September 2024, Pukul 11:55:34 WIB&amp;nbsp;&#13;
8. Palembang: 30 September 2024, Pukul 11:50:52 WIB&#13;
9. Bandar Lampung: 6 Oktober 2024, Pukul 11:47:01 WIB&#13;
10. Pangkal Pinang: 28 September 2024, Pukul 11:46:07 WIB&#13;
11. Serang: 8 Oktober 2024, Pukul 11:42:51 WIB&#13;
12. Jakarta Pusat: 8 Oktober 2024, Pukul 11:40:10 WIB&#13;
13. Bandung: 10 Oktober 2024, Pukul 11:36:31 WIB&#13;
14. Semarang: 10 Oktober 2024, Pukul 11:25:10 WIB&#13;
15. Yogyakarta: 13 Oktober 2024, Pukul 11:24:43 WIB&#13;
16. Surabaya: 11 Oktober 2024, Pukul 11:15:50 WIB&#13;
17. Pontianak: 22 September 2024, Pukul 11:35:18 WIB&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
18. Palangka Raya: 28 September 2024, Pukul 11:15:01 WIB&#13;
19. Banjarmasin: 1 Oktober 2024, Pukul 12:11:14 WITA&#13;
20. Samarinda: 24 September 2024, Pukul 12:03:28 WITA&#13;
21. Tanjungselor: 15 September 2024, Pukul 12:05:41 WITA&#13;
22. Denpasar: 15 Oktober 2024, Pukul 12:04:53 WITA&#13;
23. Mataram: 15 Oktober 2024, Pukul 12:01:20 WITA&#13;
24. Kupang: 19 Oktober 2024, Pukul 11:30:37 WITA&#13;
25. Mamuju: 29 September 2024, Pukul 11:54:42 WITA&#13;
26. Makassar: 6 Oktober 2024, Pukul 11:50:23 WITA&#13;
27. Palu: 25 September 2024, Pukul 11:52:11 WITA&#13;
28. Kendari: 3 Oktober 2024, Pukul 11:38:54 WITA&#13;
29. Gorontalo: 21 September 2024, Pukul 11:40:46 WITA&#13;
30. Manado: 19 September 2024, Pukul 11:34:21 WITA&#13;
31. Sofifi: 20 September 2024, Pukul 12:23:08 WIT&#13;
32. Ambon: 2 Oktober 2024, Pukul 12:16:35 WIT&#13;
33. Manokwari: 25 September 2024, Pukul 11:55:19 WIT&#13;
34. Jayapura: 29 September 2024, Pukul 11:27:28 WIT&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
