<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Oknum Ojol Penculik Bocah Laki-Laki di Serpong Ternyata Punya Kelainan Seks</title><description>Pelaku penculikan bocah laki-laki berinisial A (11) di Jelupang, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), telah ditangkap polisi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/18/337/3064370/oknum-ojol-penculik-bocah-laki-laki-di-serpong-ternyata-punya-kelainan-seks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/18/337/3064370/oknum-ojol-penculik-bocah-laki-laki-di-serpong-ternyata-punya-kelainan-seks"/><item><title>Oknum Ojol Penculik Bocah Laki-Laki di Serpong Ternyata Punya Kelainan Seks</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/18/337/3064370/oknum-ojol-penculik-bocah-laki-laki-di-serpong-ternyata-punya-kelainan-seks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/18/337/3064370/oknum-ojol-penculik-bocah-laki-laki-di-serpong-ternyata-punya-kelainan-seks</guid><pubDate>Rabu 18 September 2024 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/18/337/3064370/konferensi_pers_kasus_penculikan_di_tangsel-xhHw_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Konferensi Pers kasus penculikan di Tangsel</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/18/337/3064370/konferensi_pers_kasus_penculikan_di_tangsel-xhHw_large.JPG</image><title>Konferensi Pers kasus penculikan di Tangsel</title></images><description>TANGERANG SELATAN&amp;nbsp;- Pelaku penculikan bocah laki-laki berinisial A (11) di Jelupang, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), telah ditangkap polisi. Pelaku rupanya memiliki kelainan hasrat seksual.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaku merupakan seorang oknum ojek online (Ojol) berinisial MB (49). Dia menculik A saat bermain sepeda dengan teman-temannya pada Minggu 8 September 2024 sekira pukul 16.30 WIB.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban sempat dibawa berkeliling hingga ke wilayah Cisauk, Kabupaten Tangerang. Setiba di sana, didapati sebuah lahan kebun kosong yang sepi. Pelaku kemudian mengancam korban yang menangis untuk menuruti hasrat seksualnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Di situ korban sudah mulai menangis, malah tersangka kemudian melakukan pengancaman dan kemudian akan meninggalkan korban, serta menakut-nakuti korban kalau kemudian tersangka ini akan mencekik korban jika korban tidak menuruti kemauan dari si tersangka,&amp;quot; terang Kapolres Tangsel, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang, Rabu (18/09/24).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaku melampiaskan aksi bejatnya di lokasi. Dia pun sempat menyuruh korban membersihkan bagian vitalnya menggunakan air mineral. Korban dengan tertekan tak kuasa menolak karena mendapat ancaman.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaku berhasil ditangkap saat tengah menjalani profesinya sebagai Ojol, Senin 9 September 2024 sekira pukul 16.00 WIB di kawasan Alam Sutera, Serpong Utara.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menambahkan itu, Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Alvino Cahyadi menjelaskan bahwa pelaku dari awal memang sudah berniat menculik untuk mencabuli korbannya. Perbuatan itu disertai pula iming-iming sejumlah uang agar korban mau diajak pergi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Modus operandi tersangka MB ini adalah sedari awal yang bersangkutan sudah memiliki niat untuk memuaskan hasrat biologisnya kemudian mencari korban anak di bawah umur yang dapat dibawa pergi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23&amp;nbsp; Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN&amp;nbsp;- Pelaku penculikan bocah laki-laki berinisial A (11) di Jelupang, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), telah ditangkap polisi. Pelaku rupanya memiliki kelainan hasrat seksual.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaku merupakan seorang oknum ojek online (Ojol) berinisial MB (49). Dia menculik A saat bermain sepeda dengan teman-temannya pada Minggu 8 September 2024 sekira pukul 16.30 WIB.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban sempat dibawa berkeliling hingga ke wilayah Cisauk, Kabupaten Tangerang. Setiba di sana, didapati sebuah lahan kebun kosong yang sepi. Pelaku kemudian mengancam korban yang menangis untuk menuruti hasrat seksualnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Di situ korban sudah mulai menangis, malah tersangka kemudian melakukan pengancaman dan kemudian akan meninggalkan korban, serta menakut-nakuti korban kalau kemudian tersangka ini akan mencekik korban jika korban tidak menuruti kemauan dari si tersangka,&amp;quot; terang Kapolres Tangsel, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang, Rabu (18/09/24).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaku melampiaskan aksi bejatnya di lokasi. Dia pun sempat menyuruh korban membersihkan bagian vitalnya menggunakan air mineral. Korban dengan tertekan tak kuasa menolak karena mendapat ancaman.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaku berhasil ditangkap saat tengah menjalani profesinya sebagai Ojol, Senin 9 September 2024 sekira pukul 16.00 WIB di kawasan Alam Sutera, Serpong Utara.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menambahkan itu, Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Alvino Cahyadi menjelaskan bahwa pelaku dari awal memang sudah berniat menculik untuk mencabuli korbannya. Perbuatan itu disertai pula iming-iming sejumlah uang agar korban mau diajak pergi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Modus operandi tersangka MB ini adalah sedari awal yang bersangkutan sudah memiliki niat untuk memuaskan hasrat biologisnya kemudian mencari korban anak di bawah umur yang dapat dibawa pergi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23&amp;nbsp; Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
