<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marak Pelanggaran Etika Penyelenggara Negara, Indonesia Butuh Penguatan Integritas</title><description>Pelanggaran etika kerap terjadi di lembaga hukum.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/18/337/3064522/marak-pelanggaran-etika-penyelenggara-negara-indonesia-butuh-penguatan-integritas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/18/337/3064522/marak-pelanggaran-etika-penyelenggara-negara-indonesia-butuh-penguatan-integritas"/><item><title>Marak Pelanggaran Etika Penyelenggara Negara, Indonesia Butuh Penguatan Integritas</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/18/337/3064522/marak-pelanggaran-etika-penyelenggara-negara-indonesia-butuh-penguatan-integritas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/18/337/3064522/marak-pelanggaran-etika-penyelenggara-negara-indonesia-butuh-penguatan-integritas</guid><pubDate>Rabu 18 September 2024 16:33 WIB</pubDate><dc:creator>Salman Mardira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/18/337/3064522/dewas_kpk_menyidang_etik_nurul_ghufron-fkl0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dewas KPK menyidang etik Nurul Ghufron (Okezone.com/Nur Khabibi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/18/337/3064522/dewas_kpk_menyidang_etik_nurul_ghufron-fkl0_large.jpg</image><title>Dewas KPK menyidang etik Nurul Ghufron (Okezone.com/Nur Khabibi)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris Jenderal Transparancy International Indonesia (TII) Danang Widoyoko mengatakan bahwa persoalan pelanggaran etika&#13;
oleh penyelenggara negara masih marak terjadi dan jadi hal mendasar di Indonesia. Maka untuk itu butuh penguatan integritas menyeluruh&#13;
terutama bagi penyelenggara negara.&#13;
&#13;
Pelanggaran etika turut terjadi di lembaga peradilan yang akhirnya menimbulkan parodi Mahkamah Kakak untuk menyetil MK dan Mahkamah&#13;
Adik untuk mengkritik MA. Di lembaga lain yang berkaitan dengan hukum juga masih terjadi pelanggaran etika. Contohnya yang menimpa&#13;
pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Nurul Ghufron yang dijatuhi sanksi teguran dan pemotongan gaji akibat korespondensi dengan&#13;
pejabat di Kementerian Pertanian.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Dalam konteks ini, Danang menilai pentingnya integritas dan independensi dalam peradilan. &amp;quot;Independensi peradilan dan integritas aktor&#13;
peradilan adalah kunci utama,&amp;quot; katanya dalam diskusi kelompok terpumpun (FGD) bertema &amp;#39;Kerapuhan Etika Penyelenggara Negara:&#13;
Perspektif Budaya Hukum&amp;#39; yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan,&#13;
Selasa 17 September 2024.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Ia mencontohkan sosok Jaksa Agung Baharuddin Lopa dan Hakim Agung Artidjo Alkostar yang dengan kesederhanaan dan integritasnya, tidak&#13;
mudah diintervensi oleh kekuasaan. &amp;ldquo;BPIP dan Pancasila punya kemampuan untuk mendorong dan menegakkan integritas (di masyarakat),&amp;rdquo;&#13;
katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Pakar politik Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi mengatakan bahwa etika harus berlandaskan pada reasoning atau penalaran&#13;
yang rasional. &amp;quot;Etika publik adalah kemampuan reasoning. Sehingga kita memiliki argumen rasionalnya untuk berhadapan dengan publik,&amp;quot;&#13;
jelasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Ia menegaskan, rasionalitas dalam pengambilan Keputusan oleh kekuasaan penting agar hukum di Indonesia tidak dijadikan alat untuk&#13;
menghadirkan otokrasi legalisme, yaitu menggunakan hukum untuk memperkuat kekuasaan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Kerentanan penyelenggara negara jangan-jangan jantungnya pada kehilangan rasionalitas dan berpikir kritis tentang tindakan dan sikap yang&#13;
diambil penyelenggara negara tadi. Sehingga kemudian, yang muncul bukan etika,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menyikapi hal tersebut, BPIP melalui Kedeputian Bidang Pendidikan dan Pelatihan telah melakukan Pembinaan Ideologi Pancasila kepada&#13;
seluruh kalangan, termasuk Diklat PIP bagi eksekutif atau pejabat negara. BPIP senantiasa menekankan integritas penyelenggara negara&#13;
merupakan alasan fundamental dalam etika penyelenggaraan negara.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris Jenderal Transparancy International Indonesia (TII) Danang Widoyoko mengatakan bahwa persoalan pelanggaran etika&#13;
oleh penyelenggara negara masih marak terjadi dan jadi hal mendasar di Indonesia. Maka untuk itu butuh penguatan integritas menyeluruh&#13;
terutama bagi penyelenggara negara.&#13;
&#13;
Pelanggaran etika turut terjadi di lembaga peradilan yang akhirnya menimbulkan parodi Mahkamah Kakak untuk menyetil MK dan Mahkamah&#13;
Adik untuk mengkritik MA. Di lembaga lain yang berkaitan dengan hukum juga masih terjadi pelanggaran etika. Contohnya yang menimpa&#13;
pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Nurul Ghufron yang dijatuhi sanksi teguran dan pemotongan gaji akibat korespondensi dengan&#13;
pejabat di Kementerian Pertanian.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Dalam konteks ini, Danang menilai pentingnya integritas dan independensi dalam peradilan. &amp;quot;Independensi peradilan dan integritas aktor&#13;
peradilan adalah kunci utama,&amp;quot; katanya dalam diskusi kelompok terpumpun (FGD) bertema &amp;#39;Kerapuhan Etika Penyelenggara Negara:&#13;
Perspektif Budaya Hukum&amp;#39; yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan,&#13;
Selasa 17 September 2024.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Ia mencontohkan sosok Jaksa Agung Baharuddin Lopa dan Hakim Agung Artidjo Alkostar yang dengan kesederhanaan dan integritasnya, tidak&#13;
mudah diintervensi oleh kekuasaan. &amp;ldquo;BPIP dan Pancasila punya kemampuan untuk mendorong dan menegakkan integritas (di masyarakat),&amp;rdquo;&#13;
katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Pakar politik Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi mengatakan bahwa etika harus berlandaskan pada reasoning atau penalaran&#13;
yang rasional. &amp;quot;Etika publik adalah kemampuan reasoning. Sehingga kita memiliki argumen rasionalnya untuk berhadapan dengan publik,&amp;quot;&#13;
jelasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Ia menegaskan, rasionalitas dalam pengambilan Keputusan oleh kekuasaan penting agar hukum di Indonesia tidak dijadikan alat untuk&#13;
menghadirkan otokrasi legalisme, yaitu menggunakan hukum untuk memperkuat kekuasaan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Kerentanan penyelenggara negara jangan-jangan jantungnya pada kehilangan rasionalitas dan berpikir kritis tentang tindakan dan sikap yang&#13;
diambil penyelenggara negara tadi. Sehingga kemudian, yang muncul bukan etika,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menyikapi hal tersebut, BPIP melalui Kedeputian Bidang Pendidikan dan Pelatihan telah melakukan Pembinaan Ideologi Pancasila kepada&#13;
seluruh kalangan, termasuk Diklat PIP bagi eksekutif atau pejabat negara. BPIP senantiasa menekankan integritas penyelenggara negara&#13;
merupakan alasan fundamental dalam etika penyelenggaraan negara.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
