<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Merapi Meletus Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.100 Meter</title><description>Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh 1.100 meter malam ini, Rabu (18/9/2024) pukul 22.46 WIB.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/19/337/3064690/gunung-merapi-meletus-luncurkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-100-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/19/337/3064690/gunung-merapi-meletus-luncurkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-100-meter"/><item><title>Gunung Merapi Meletus Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.100 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/19/337/3064690/gunung-merapi-meletus-luncurkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-100-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/19/337/3064690/gunung-merapi-meletus-luncurkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-100-meter</guid><pubDate>Kamis 19 September 2024 00:42 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/19/337/3064690/gunung_meletus-8sL5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi meletus (Foto: Badan Geologi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/19/337/3064690/gunung_meletus-8sL5_large.jpg</image><title>Gunung Merapi meletus (Foto: Badan Geologi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh 1.100 meter malam ini, Rabu (18/9/2024) pukul 22.46 WIB. Awan panas guguran tersebut meluncur ke arah Kali Bebeng.&#13;
&#13;
Gunung Merapi yang terletak di Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah dengan ketinggian 2968 mdpl itu saat ini masih berada pada level III (Siaga).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi Awan Panas Guguran di Gunung Merapi Rabu, 18 September 2024 pada pukul 22.46 WIB dengan Amplitudo maksimal 42 mm, durasi 112 detik, jarak luncur 1100 m ke arah Barat Daya (Kali Bebeng),&amp;rdquo; tulis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) lewat akun media sosial resminya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, BPPTKG melaporkan saat ini arah angin ke barat. Visual Gunung Merapi tampak. Masyarakat pun diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.&#13;
&#13;
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh 1.100 meter malam ini, Rabu (18/9/2024) pukul 22.46 WIB. Awan panas guguran tersebut meluncur ke arah Kali Bebeng.&#13;
&#13;
Gunung Merapi yang terletak di Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah dengan ketinggian 2968 mdpl itu saat ini masih berada pada level III (Siaga).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi Awan Panas Guguran di Gunung Merapi Rabu, 18 September 2024 pada pukul 22.46 WIB dengan Amplitudo maksimal 42 mm, durasi 112 detik, jarak luncur 1100 m ke arah Barat Daya (Kali Bebeng),&amp;rdquo; tulis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) lewat akun media sosial resminya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, BPPTKG melaporkan saat ini arah angin ke barat. Visual Gunung Merapi tampak. Masyarakat pun diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.&#13;
&#13;
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
