<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukan Garsela, BNPB: Gempa Bandung Kemungkinan Berasal dari Sesar yang Belum Terpetakan</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut gempa bumi dangkal magnitudo 4,9 yang mengguncang Kabupaten Bandung, Rabu (18/9/2024) bukan akibat aktivitas Sesar Garsela&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/19/337/3064871/bukan-garsela-bnpb-gempa-bandung-kemungkinan-berasal-dari-sesar-yang-belum-terpetakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/19/337/3064871/bukan-garsela-bnpb-gempa-bandung-kemungkinan-berasal-dari-sesar-yang-belum-terpetakan"/><item><title>Bukan Garsela, BNPB: Gempa Bandung Kemungkinan Berasal dari Sesar yang Belum Terpetakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/19/337/3064871/bukan-garsela-bnpb-gempa-bandung-kemungkinan-berasal-dari-sesar-yang-belum-terpetakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/19/337/3064871/bukan-garsela-bnpb-gempa-bandung-kemungkinan-berasal-dari-sesar-yang-belum-terpetakan</guid><pubDate>Kamis 19 September 2024 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Agus Warsudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/19/337/3064871/ilustrasi-V7ni_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/19/337/3064871/ilustrasi-V7ni_large.JPG</image><title>Ilustrasi</title></images><description>BANDUNG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut gempa bumi dangkal magnitudo 4,9 yang mengguncang Kabupaten Bandung, Rabu (18/9/2024) bukan akibat aktivitas Sesar Garsela. Gempa bumi itu akibat sesar yang belum terpetakan.&#13;
&#13;
Saat ini BNPB menunggu hasil asesmen yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait sesar penyebab gempa bumi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil diskusi sementara, awalnya gempa ini diprediksi terjadi di Sesar Garsela akan &amp;nbsp;tetapi ketika dilakukan mapping detail dan data gempa susulan kemungkinan gempa ini terjadi pada sesar yang belum terpetakan,&amp;quot; kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat konferensi pers secara daring, Kamis (19/9/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Abdul Muhari menyatakan, gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Bandung pada Rabu (18/9/2024), tidak termasuk diakibatkan pada dua segmen Sesar Garsela dan Sesar Lembang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada dua segmen Sesar Garsela, distribusi gempa pertama dan susulan bukan sesar aktif Garsela, juga tidak Sesar Lembang,&amp;quot; ujar Abdul Muhari.&#13;
&#13;
Dia menyebut dalam beberapa bencana gempa bumi terakhir, seperti di Cianjur, terjadi akibat sesar yang belum terpetakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk melihat kembali mengutamakan dari sisi penelitian untuk mengidentifikasi sesar darat aktif yang belum terpetakan dengan baik,&amp;quot; tutur dia.&#13;
&#13;
Potensi gempa susulan, kata Abdul Muhari, masih dapat terjadi. Karena itu, BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada. Warga yang rumahnya tidak layak ditempati lebih baik mengungsi ke pengungsian.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat merasa mungkin rumahnya tidak cukup kuat layak untuk ditempati sementara masih ada gempa susulan sementara waktu tinggal di tempat pengungsian,&amp;quot; ucap Abdul.&#13;
&#13;
Diberitakan sebelumnya, gempa bumi magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya sekitar pukul 09.41 WIB, Rabu (18/9/2024). Titik gempa berada di darat 25 kilometer tenggara Kabupaten Bandung dengan kedalaman 10 kilometer.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 4,9,&amp;quot; kata Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu, Rabu (18/9/2024).&#13;
&#13;
Ayu, sapaan akrab Teguh Rahayu, gempa bumi yang mengguncang Bandung merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Garsela. Hasil analisis menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal.&#13;
&#13;
Ribuan rumah di beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung rusak. Kondisi terparah dialami Kecamatan Kertasari. Selain merusak bangunan, gempa bumi itu menyebabkan puluhan warga luka-luka.&#13;
</description><content:encoded>BANDUNG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut gempa bumi dangkal magnitudo 4,9 yang mengguncang Kabupaten Bandung, Rabu (18/9/2024) bukan akibat aktivitas Sesar Garsela. Gempa bumi itu akibat sesar yang belum terpetakan.&#13;
&#13;
Saat ini BNPB menunggu hasil asesmen yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait sesar penyebab gempa bumi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil diskusi sementara, awalnya gempa ini diprediksi terjadi di Sesar Garsela akan &amp;nbsp;tetapi ketika dilakukan mapping detail dan data gempa susulan kemungkinan gempa ini terjadi pada sesar yang belum terpetakan,&amp;quot; kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat konferensi pers secara daring, Kamis (19/9/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Abdul Muhari menyatakan, gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Bandung pada Rabu (18/9/2024), tidak termasuk diakibatkan pada dua segmen Sesar Garsela dan Sesar Lembang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada dua segmen Sesar Garsela, distribusi gempa pertama dan susulan bukan sesar aktif Garsela, juga tidak Sesar Lembang,&amp;quot; ujar Abdul Muhari.&#13;
&#13;
Dia menyebut dalam beberapa bencana gempa bumi terakhir, seperti di Cianjur, terjadi akibat sesar yang belum terpetakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk melihat kembali mengutamakan dari sisi penelitian untuk mengidentifikasi sesar darat aktif yang belum terpetakan dengan baik,&amp;quot; tutur dia.&#13;
&#13;
Potensi gempa susulan, kata Abdul Muhari, masih dapat terjadi. Karena itu, BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada. Warga yang rumahnya tidak layak ditempati lebih baik mengungsi ke pengungsian.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat merasa mungkin rumahnya tidak cukup kuat layak untuk ditempati sementara masih ada gempa susulan sementara waktu tinggal di tempat pengungsian,&amp;quot; ucap Abdul.&#13;
&#13;
Diberitakan sebelumnya, gempa bumi magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya sekitar pukul 09.41 WIB, Rabu (18/9/2024). Titik gempa berada di darat 25 kilometer tenggara Kabupaten Bandung dengan kedalaman 10 kilometer.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 4,9,&amp;quot; kata Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu, Rabu (18/9/2024).&#13;
&#13;
Ayu, sapaan akrab Teguh Rahayu, gempa bumi yang mengguncang Bandung merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Garsela. Hasil analisis menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal.&#13;
&#13;
Ribuan rumah di beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung rusak. Kondisi terparah dialami Kecamatan Kertasari. Selain merusak bangunan, gempa bumi itu menyebabkan puluhan warga luka-luka.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
