<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News: DPR Sepakat Sahkan RUU Kementerian Negara Jadi UU, Jumlah Menteri Diserahkan ke Presiden</title><description>DPR RI sepakat mengesahkan (RUU) tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara menjadi UU.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/19/337/3064898/breaking-news-dpr-sepakat-sahkan-ruu-kementerian-negara-jadi-uu-jumlah-menteri-diserahkan-ke-presiden</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/19/337/3064898/breaking-news-dpr-sepakat-sahkan-ruu-kementerian-negara-jadi-uu-jumlah-menteri-diserahkan-ke-presiden"/><item><title>Breaking News: DPR Sepakat Sahkan RUU Kementerian Negara Jadi UU, Jumlah Menteri Diserahkan ke Presiden</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/19/337/3064898/breaking-news-dpr-sepakat-sahkan-ruu-kementerian-negara-jadi-uu-jumlah-menteri-diserahkan-ke-presiden</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/19/337/3064898/breaking-news-dpr-sepakat-sahkan-ruu-kementerian-negara-jadi-uu-jumlah-menteri-diserahkan-ke-presiden</guid><pubDate>Kamis 19 September 2024 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/19/337/3064898/rapat_paripurna_dpr-GSCN_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Rapat Paripurna DPR</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/19/337/3064898/rapat_paripurna_dpr-GSCN_large.JPG</image><title>Rapat Paripurna DPR</title></images><description>JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sepakat mengesahkan (RUU) tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara menjadi UU.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kesepakatan diambil dalam forum Rapat Paripurna Ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2024-2025 yang digelar&amp;nbsp; di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/2024). Kesepakatan itu, diambik setelah Wakil Ketua Baleg Achmad Baidowi menyampaikan laporan proses penyusunan RUU Kementerian Negara.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah itu, Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F Paulus yang bertindak sebagai pimpinan rapat, meminta persetujuan usulan RUU Kementerian Negara untuk disahkan menjadi UU kepada para peserta.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sidang dewan yang kami hormati, selanjutnya kami menanyakan sekali lagi kepada seluruh anggota dewan terhadap usulan penyempurnaan rumusan sebagaimana tersebut di atas, apakah dapat disetujui?&amp;quot; tanya Lodewijk.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Setuju,&amp;quot; seru peserta rapat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Selanjutnya kami tanyakan kepada fraksi-fraksi apakah RUU trntang perubahan atas UU Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara dengan penyempurnaan rumusan sebagaimana di atas apakah dapat disetujui menjadi UU?&amp;quot; ucap Lodewijk.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Setuju,&amp;quot; sahut peserta rapat yang hadir.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekedar informasi, Badan Legislasi (Baleg) DPR dan Pemerintah telah menyepakati tingkat I atas revisi UU Kementerian Negara pada Senin (9/9/2024). Tak ada penolakan dari 9 fraksi terhadap pengesahan perundang-undangan tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Terdapat sejumlah perubahan dalam revisi UU Kementerian Negara seperti, jumlah nomenklatur kementerian tak lagi dibatasi, melainkan menyesuaikan dengan kebutuhan presiden dengan mempertimbangkan efektivitas pemerintahan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Padahal, dalam peraturan perundang-undangan yang lama, jumlah kementerian dan lembaga dibatasi sebanyak 34. Selain itu, terdapat penambahan dua pasal baru yang disisipkan. Yaitu, Pasal 6 dan Pasal 9A.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pasal 6 bunyinya &amp;quot;Dalam hal tertentu, pembentukan Kementerian tersendiri dapat didasarkan pada sub urusan pemerintahan atau perincian urusan pemerintahan sepanjang memiliki keterkaitan ruang lingkup urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada pasal 5 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3).&amp;quot;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pasal 9A sehingga berbunyi sebagai berikut, &amp;quot;Dalam hal terdapat undang-undang yang menuliskan, mengatur dan/ mencantumkan unsur organisasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 9, presiden dapat melakukan perubahan unsur organisasi dimaksud dalam peraturan pelaksanaan sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan.&amp;quot;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sepakat mengesahkan (RUU) tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara menjadi UU.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kesepakatan diambil dalam forum Rapat Paripurna Ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2024-2025 yang digelar&amp;nbsp; di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/2024). Kesepakatan itu, diambik setelah Wakil Ketua Baleg Achmad Baidowi menyampaikan laporan proses penyusunan RUU Kementerian Negara.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah itu, Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F Paulus yang bertindak sebagai pimpinan rapat, meminta persetujuan usulan RUU Kementerian Negara untuk disahkan menjadi UU kepada para peserta.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sidang dewan yang kami hormati, selanjutnya kami menanyakan sekali lagi kepada seluruh anggota dewan terhadap usulan penyempurnaan rumusan sebagaimana tersebut di atas, apakah dapat disetujui?&amp;quot; tanya Lodewijk.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Setuju,&amp;quot; seru peserta rapat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Selanjutnya kami tanyakan kepada fraksi-fraksi apakah RUU trntang perubahan atas UU Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara dengan penyempurnaan rumusan sebagaimana di atas apakah dapat disetujui menjadi UU?&amp;quot; ucap Lodewijk.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Setuju,&amp;quot; sahut peserta rapat yang hadir.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekedar informasi, Badan Legislasi (Baleg) DPR dan Pemerintah telah menyepakati tingkat I atas revisi UU Kementerian Negara pada Senin (9/9/2024). Tak ada penolakan dari 9 fraksi terhadap pengesahan perundang-undangan tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Terdapat sejumlah perubahan dalam revisi UU Kementerian Negara seperti, jumlah nomenklatur kementerian tak lagi dibatasi, melainkan menyesuaikan dengan kebutuhan presiden dengan mempertimbangkan efektivitas pemerintahan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Padahal, dalam peraturan perundang-undangan yang lama, jumlah kementerian dan lembaga dibatasi sebanyak 34. Selain itu, terdapat penambahan dua pasal baru yang disisipkan. Yaitu, Pasal 6 dan Pasal 9A.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pasal 6 bunyinya &amp;quot;Dalam hal tertentu, pembentukan Kementerian tersendiri dapat didasarkan pada sub urusan pemerintahan atau perincian urusan pemerintahan sepanjang memiliki keterkaitan ruang lingkup urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada pasal 5 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3).&amp;quot;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pasal 9A sehingga berbunyi sebagai berikut, &amp;quot;Dalam hal terdapat undang-undang yang menuliskan, mengatur dan/ mencantumkan unsur organisasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 9, presiden dapat melakukan perubahan unsur organisasi dimaksud dalam peraturan pelaksanaan sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan.&amp;quot;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
