<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Korban Gempa Bandung, Rumah Porak Poranda dan Bersyukur Bisa Selamat</title><description>Reni Herawati (47) terpaksa menyaksikan rumahnya yang telah menjadi tempat tinggal sejak 2006 di Kampung Lapangsari, Desa Cibeureum, porak poranda setelah diguncang gempa magnitudo 5.0.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/19/525/3064910/kisah-korban-gempa-bandung-rumah-porak-poranda-dan-bersyukur-bisa-selamat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/19/525/3064910/kisah-korban-gempa-bandung-rumah-porak-poranda-dan-bersyukur-bisa-selamat"/><item><title>Kisah Korban Gempa Bandung, Rumah Porak Poranda dan Bersyukur Bisa Selamat</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/19/525/3064910/kisah-korban-gempa-bandung-rumah-porak-poranda-dan-bersyukur-bisa-selamat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/19/525/3064910/kisah-korban-gempa-bandung-rumah-porak-poranda-dan-bersyukur-bisa-selamat</guid><pubDate>Kamis 19 September 2024 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Agi Ilman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/19/525/3064910/korban_gempa_bandung_saat_menatap_rumahnya_yang_hancur-M5q9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban gempa Bandung saat menatap rumahnya yang hancur (foto: Okezone/Agi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/19/525/3064910/korban_gempa_bandung_saat_menatap_rumahnya_yang_hancur-M5q9_large.jpg</image><title>Korban gempa Bandung saat menatap rumahnya yang hancur (foto: Okezone/Agi)</title></images><description>&#13;
&#13;
BANDUNG - Reni Herawati (47) terpaksa menyaksikan rumahnya yang telah menjadi tempat tinggal sejak 2006 di Kampung Lapangsari, Desa Cibeureum, porak poranda setelah diguncang gempa magnitudo 5.0.&#13;
&#13;
Gempa itu datang tiba-tiba, tanpa peringatan, mengakibatkan rumah yang dibangun dengan kerja kerasnya dan suami hancur dalam sekejap.&#13;
&#13;
&amp;quot;Getaran membesar, dan dalam hitungan detik rumah langsung runtuh,&amp;quot; ujarnya saat ditemui Kamis (19/9/2024).&#13;
&#13;
Saat gempa terjadi, Reni dan suaminya berada di dalam rumah. Debu dan puing-puing menyelimuti mereka, tetapi keduanya berhasil selamat meski suaminya mengalami luka di kaki. Sedangkan dua anaknya tidak berada di rumah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lagi di dalam rumah. Udah gak kelihatan apa-apa di dalem, karena ketutupin bangunan, ada asap kebul juga. Alhamdulillah masih bisa keluar,&amp;quot; terang dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Reni mengungkapkan, bahwa ini adalah kali kedua dia mengalami gempa di daerah tersebut, namun kali ini merupakan yang terburuk.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada 2009, dia juga merasakan getaran serupa, tetapi kerusakan tidak terlalu parah,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dengan rumah yang hancur dan tidak ada tempat pengungsian yang layak, Reni berencana mencari perlindungan di masjid terdekat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya masih syok dan belum tahu langkah selanjutnya. Harapan saya, ada bantuan dari pemerintah,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
BANDUNG - Reni Herawati (47) terpaksa menyaksikan rumahnya yang telah menjadi tempat tinggal sejak 2006 di Kampung Lapangsari, Desa Cibeureum, porak poranda setelah diguncang gempa magnitudo 5.0.&#13;
&#13;
Gempa itu datang tiba-tiba, tanpa peringatan, mengakibatkan rumah yang dibangun dengan kerja kerasnya dan suami hancur dalam sekejap.&#13;
&#13;
&amp;quot;Getaran membesar, dan dalam hitungan detik rumah langsung runtuh,&amp;quot; ujarnya saat ditemui Kamis (19/9/2024).&#13;
&#13;
Saat gempa terjadi, Reni dan suaminya berada di dalam rumah. Debu dan puing-puing menyelimuti mereka, tetapi keduanya berhasil selamat meski suaminya mengalami luka di kaki. Sedangkan dua anaknya tidak berada di rumah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lagi di dalam rumah. Udah gak kelihatan apa-apa di dalem, karena ketutupin bangunan, ada asap kebul juga. Alhamdulillah masih bisa keluar,&amp;quot; terang dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Reni mengungkapkan, bahwa ini adalah kali kedua dia mengalami gempa di daerah tersebut, namun kali ini merupakan yang terburuk.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada 2009, dia juga merasakan getaran serupa, tetapi kerusakan tidak terlalu parah,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dengan rumah yang hancur dan tidak ada tempat pengungsian yang layak, Reni berencana mencari perlindungan di masjid terdekat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya masih syok dan belum tahu langkah selanjutnya. Harapan saya, ada bantuan dari pemerintah,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
