<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Pager Meledak di Lebanon, Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban</title><description>Dalam serangan yang meledakkan ribuan pager di Lebanon, Kemenlu memastikan tak Ada WNI yang menjadi korban.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/21/18/3065736/ribuan-pager-meledak-di-lebanon-kemenlu-pastikan-tak-ada-wni-jadi-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/21/18/3065736/ribuan-pager-meledak-di-lebanon-kemenlu-pastikan-tak-ada-wni-jadi-korban"/><item><title>Ribuan Pager Meledak di Lebanon, Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/21/18/3065736/ribuan-pager-meledak-di-lebanon-kemenlu-pastikan-tak-ada-wni-jadi-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/21/18/3065736/ribuan-pager-meledak-di-lebanon-kemenlu-pastikan-tak-ada-wni-jadi-korban</guid><pubDate>Sabtu 21 September 2024 07:44 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/21/18/3065736/ribuan_pager_meledak_di_lebanon-65h8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan pager meledak di Lebanon, Kemenlu pastikan tak ada WNI jadi korban. (AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/21/18/3065736/ribuan_pager_meledak_di_lebanon-65h8_large.jpg</image><title>Ribuan pager meledak di Lebanon, Kemenlu pastikan tak ada WNI jadi korban. (AP)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia menjadi korban dalam serangkaian ledakan pager di Lebanon.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, pada 17-18 September terjadi ledakan perangkat komunikasi yang digunakan ribuan WN Lebanon. Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan Lebanon (19/9/2024), insiden tersebut menewaskan 32 org dan mengakibatkan 4.250 orang luka, dengan 300 di antaranya dalam kondisi kritis.&#13;
&#13;
&amp;quot;KBRI Beirut telah menjalin komunikasi dengan&amp;nbsp;para WNI di Lebanon. Sejauh ini, tidak ada WNI yang menjadi korban,&amp;quot; ujar Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia Kemenlu RI, Judha Nugraha, dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/9/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia mengatakan, KBRI Beirut terus memonitor perkembangan, melakukan komunikasi intensif dengang WNI. Pihaknya pun terus mengimbau WNI agar dapat mengikuti proses evakuasi yang dipersiapkan KBRI Beirut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejak pecah konflik pada 7 Oktober, KBRI Beirut menetapkan Siaga 1 di wilayah Lebanon Selatan pada 10 Oktober 2023. Status Siaga 1 itu kemudian ditetapkan di seluruh wilayah Lebanon sejak 4 Agustus 2024.&#13;
&#13;
Judha mengungkapkan, berdasarkan data KBRI Beirut, saat ini terdapat 152 WNI yang menetap di Lebanon.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejak penetapan Siaga 1, KBRI telah memfasilitasi kepulangan 25 org WNI dalam tiga tahap gelombang. Sedang sebagian besar lainnya memilih untuk tetap tinggal di Lebanon. WNI yang &amp;nbsp;masih bertahan di Wilayah Lebanon tersebut mayoritas sebagai mahasiswa,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Judha menjelaskan, mereka memilih untuk tetap tinggal di Lebanon karena alasan pribadi. &amp;quot;Mereka terdiri dari WNI yang menikah dengan WN Lebanon dan mahasiswa WNI,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia menjadi korban dalam serangkaian ledakan pager di Lebanon.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, pada 17-18 September terjadi ledakan perangkat komunikasi yang digunakan ribuan WN Lebanon. Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan Lebanon (19/9/2024), insiden tersebut menewaskan 32 org dan mengakibatkan 4.250 orang luka, dengan 300 di antaranya dalam kondisi kritis.&#13;
&#13;
&amp;quot;KBRI Beirut telah menjalin komunikasi dengan&amp;nbsp;para WNI di Lebanon. Sejauh ini, tidak ada WNI yang menjadi korban,&amp;quot; ujar Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia Kemenlu RI, Judha Nugraha, dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/9/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia mengatakan, KBRI Beirut terus memonitor perkembangan, melakukan komunikasi intensif dengang WNI. Pihaknya pun terus mengimbau WNI agar dapat mengikuti proses evakuasi yang dipersiapkan KBRI Beirut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sejak pecah konflik pada 7 Oktober, KBRI Beirut menetapkan Siaga 1 di wilayah Lebanon Selatan pada 10 Oktober 2023. Status Siaga 1 itu kemudian ditetapkan di seluruh wilayah Lebanon sejak 4 Agustus 2024.&#13;
&#13;
Judha mengungkapkan, berdasarkan data KBRI Beirut, saat ini terdapat 152 WNI yang menetap di Lebanon.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejak penetapan Siaga 1, KBRI telah memfasilitasi kepulangan 25 org WNI dalam tiga tahap gelombang. Sedang sebagian besar lainnya memilih untuk tetap tinggal di Lebanon. WNI yang &amp;nbsp;masih bertahan di Wilayah Lebanon tersebut mayoritas sebagai mahasiswa,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Judha menjelaskan, mereka memilih untuk tetap tinggal di Lebanon karena alasan pribadi. &amp;quot;Mereka terdiri dari WNI yang menikah dengan WN Lebanon dan mahasiswa WNI,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
