<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pilot Susi Air Bebas dari KKB dengan Pendekatan Soft Approach, DPR: Strategi Tepat</title><description>Aparat keamanan TNI/Polri berhasil membebaskan Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens dari penyanderaan Kelompok Kriminal bersenjata (KKB) di Papua.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/21/337/3065964/pilot-susi-air-bebas-dari-kkb-dengan-pendekatan-soft-approach-dpr-strategi-tepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/21/337/3065964/pilot-susi-air-bebas-dari-kkb-dengan-pendekatan-soft-approach-dpr-strategi-tepat"/><item><title>Pilot Susi Air Bebas dari KKB dengan Pendekatan Soft Approach, DPR: Strategi Tepat</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/21/337/3065964/pilot-susi-air-bebas-dari-kkb-dengan-pendekatan-soft-approach-dpr-strategi-tepat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/21/337/3065964/pilot-susi-air-bebas-dari-kkb-dengan-pendekatan-soft-approach-dpr-strategi-tepat</guid><pubDate>Sabtu 21 September 2024 21:20 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/21/337/3065964/dpr-rne7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/21/337/3065964/dpr-rne7_large.jpg</image><title>Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Aparat keamanan TNI/Polri berhasil membebaskan Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens dari penyanderaan Kelompok Kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Strategi yang dilakukan dengan mengunakan dialog dan pendekatan humanis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Upaya yang dilakukan tidak mudah dan butuh perjalanan panjang. Sebab, Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens berhasil dibebaskan setelah 19 bulan disandera oleh KKB di Papua.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menilai pendekatan soft approach yang dilakukan oleh aparat merupakan strategi terbaik. Sebab, kunci dari misi pembebasan adalah dialog dengan pendekatan humanis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pendekatan soft approach yang dilakukan ini menunjukkan bahwa penyelesaian konflik dapat dilakukan dengan cara yang damai dan terukur. Ini adalah sebuah pencapaian yang perlu kita terus kembangkan dalam menghadapi situasi-situasi serupa ke depan,&amp;quot; kata Meutya Hafid dalam keterangannya, Sabtu (21/9/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pihaknya mengapresiasi keberhasilan Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 serta semua pihak yang terlibat dalam operasi pembebasan pilot berkebangsaan Selandia Baru itu. &amp;quot;Saya mengapresiasi keberhasilan Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 yang telah membebaskan Kapten Philip dengan strategi yang tepat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meutya juga mengacungi jempol kolaborasi aparat keamanan lintas instansi dalam misi tersebut. Tanpa adanya kolaborasi, menurut Meutya, negosiasi sulit berjalan baik.&#13;
&#13;
Apresiasi juga disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, jajaran TNI/Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Pemerintah Daerah Papua. Selain itu, juga untuk tokoh-tokoh adat dan tokoh Gereja di Papua, serta semua pihak yang telah berupaya &amp;nbsp;dalam pembebasan Pilot Susi Air itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terima kasih atas usaha dan kerja kerasnya selama 19 bulan dalam misi pembebasan yang membuahkan keberhasilan ini,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Pihaknya menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum bagi terciptanya keamanan dan stabilitas yang lebih baik di Papua. &amp;ldquo;Semoga keberhasilan ini juga menjadi titik awal bagi tercapainya perdamaian dan kesejahteraan yang lebih berkelanjutan di Papua,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Aparat keamanan TNI/Polri berhasil membebaskan Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens dari penyanderaan Kelompok Kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Strategi yang dilakukan dengan mengunakan dialog dan pendekatan humanis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Upaya yang dilakukan tidak mudah dan butuh perjalanan panjang. Sebab, Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens berhasil dibebaskan setelah 19 bulan disandera oleh KKB di Papua.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menilai pendekatan soft approach yang dilakukan oleh aparat merupakan strategi terbaik. Sebab, kunci dari misi pembebasan adalah dialog dengan pendekatan humanis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pendekatan soft approach yang dilakukan ini menunjukkan bahwa penyelesaian konflik dapat dilakukan dengan cara yang damai dan terukur. Ini adalah sebuah pencapaian yang perlu kita terus kembangkan dalam menghadapi situasi-situasi serupa ke depan,&amp;quot; kata Meutya Hafid dalam keterangannya, Sabtu (21/9/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pihaknya mengapresiasi keberhasilan Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 serta semua pihak yang terlibat dalam operasi pembebasan pilot berkebangsaan Selandia Baru itu. &amp;quot;Saya mengapresiasi keberhasilan Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 yang telah membebaskan Kapten Philip dengan strategi yang tepat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meutya juga mengacungi jempol kolaborasi aparat keamanan lintas instansi dalam misi tersebut. Tanpa adanya kolaborasi, menurut Meutya, negosiasi sulit berjalan baik.&#13;
&#13;
Apresiasi juga disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, jajaran TNI/Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Pemerintah Daerah Papua. Selain itu, juga untuk tokoh-tokoh adat dan tokoh Gereja di Papua, serta semua pihak yang telah berupaya &amp;nbsp;dalam pembebasan Pilot Susi Air itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terima kasih atas usaha dan kerja kerasnya selama 19 bulan dalam misi pembebasan yang membuahkan keberhasilan ini,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Pihaknya menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum bagi terciptanya keamanan dan stabilitas yang lebih baik di Papua. &amp;ldquo;Semoga keberhasilan ini juga menjadi titik awal bagi tercapainya perdamaian dan kesejahteraan yang lebih berkelanjutan di Papua,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
