<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Herman Khaeron: Diversifikasi Pangan untuk Bangun Kemandirian! </title><description>Sistem pangan yang mandiri harus mengedepankan mekanisme yang berbasis komunitas.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/22/337/3066256/herman-khaeron-diversifikasi-pangan-untuk-bangun-kemandirian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/22/337/3066256/herman-khaeron-diversifikasi-pangan-untuk-bangun-kemandirian"/><item><title>Herman Khaeron: Diversifikasi Pangan untuk Bangun Kemandirian! </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/22/337/3066256/herman-khaeron-diversifikasi-pangan-untuk-bangun-kemandirian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/22/337/3066256/herman-khaeron-diversifikasi-pangan-untuk-bangun-kemandirian</guid><pubDate>Minggu 22 September 2024 21:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/22/337/3066256/dpr-EWfQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Politikus Partai Demokrat Herman Khaeron/dok DPR</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/22/337/3066256/dpr-EWfQ_large.jpg</image><title>Politikus Partai Demokrat Herman Khaeron/dok DPR</title></images><description>JAKARTA - Anggota DPR RI, Herman Khaeron, menegaskan pentingnya diversifikasi dan kedaulatan pangan untuk membangun kemandirian pangan. &amp;nbsp;Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Digication Batch 7 yang diselenggarakan&amp;nbsp;Universitas Insan Cita Indonesia (UICI).&#13;
&#13;
Politikus Partai Demokrat ini menyampaikan bahwa diversifikasi pangan merupakan strategi utama dalam menghadapi tantangan global terkait ketergantungan impor dan pengendalian oleh negara asing.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sistem pangan yang mandiri harus mengedepankan mekanisme yang berbasis komunitas, berkolaborasi, dan memanfaatkan teknologi cerdas serta agroindustri lokal,&amp;rdquo; ujarnya dikutip, Minggu (22/9/2024).&#13;
&#13;
Menurutnya, melalui diversifikasi pangan, maka dapat mengurangi dominasi korporasi asing yang mengendalikan input dan produksi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Diversifikasi ini harus berbasis pada nilai ekologis dan humanis, menghargai keragaman geografi dan demografi, serta sejalan dengan perkembangan masyarakat 5.0,&amp;quot; ujar Herman.&#13;
&#13;
Koordinator Presidium KAHMI itu&amp;nbsp; menambahkan, bahwa diversifikasi pangan harus disertai dengan pengembangan sistem pendukung yang komprehensif, mulai dari sistem irigasi, agraria, lingkungan, hingga agroindustri yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tanpa hal tersebut, kemandirian pangan hanya akan menjadi wacana dan tidak terwujud dalam kebijakan nyata,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa kedaulatan pangan tidak hanya sebatas kemampuan produksi dalam negeri, namun juga kemampuan mengelola input pertanian seperti benih, bibit, pakan, obat-obatan, serta teknologi pertanian yang bebas dari kendali pihak asing.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kedaulatan pangan tidak boleh hanya menjadi hiasan kebijakan. Kita harus mengintegrasikan sektor pertanian dengan berbagai sektor lainnya secara sistemik dan berkelanjutan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan konsep &amp;quot;Gudang Cerdas&amp;quot; yang akan menjadi pusat promosi dan pemasaran produk pangan bernilai ekonomi tinggi, khususnya yang dihasilkan oleh komunitas petani.&#13;
&#13;
Gudang ini dirancang untuk memanfaatkan teknologi cerdas dan manajemen modern, dikelola oleh tenaga-tenaga muda yang profesional dan berjiwa wirausaha.&#13;
&#13;
&amp;ldquo; Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai kedaulatan pangan yang berkelanjutan jika seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani hingga pemerintah, bersatu padu dalam membangun sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan,&amp;rdquo; pungkasnya..&#13;
&#13;
Selain Herman, hadir dalam pembukaan adalah Peneliti Senior BRIN sekaligus Ketua Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI Prof. Siti Zuhro. &amp;nbsp;Sebagai narasumber dalam Digication Batch 7 ini adalah guru besar IPB Yandra Arkeman &amp;nbsp;dan lain sebagainya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota DPR RI, Herman Khaeron, menegaskan pentingnya diversifikasi dan kedaulatan pangan untuk membangun kemandirian pangan. &amp;nbsp;Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Digication Batch 7 yang diselenggarakan&amp;nbsp;Universitas Insan Cita Indonesia (UICI).&#13;
&#13;
Politikus Partai Demokrat ini menyampaikan bahwa diversifikasi pangan merupakan strategi utama dalam menghadapi tantangan global terkait ketergantungan impor dan pengendalian oleh negara asing.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sistem pangan yang mandiri harus mengedepankan mekanisme yang berbasis komunitas, berkolaborasi, dan memanfaatkan teknologi cerdas serta agroindustri lokal,&amp;rdquo; ujarnya dikutip, Minggu (22/9/2024).&#13;
&#13;
Menurutnya, melalui diversifikasi pangan, maka dapat mengurangi dominasi korporasi asing yang mengendalikan input dan produksi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Diversifikasi ini harus berbasis pada nilai ekologis dan humanis, menghargai keragaman geografi dan demografi, serta sejalan dengan perkembangan masyarakat 5.0,&amp;quot; ujar Herman.&#13;
&#13;
Koordinator Presidium KAHMI itu&amp;nbsp; menambahkan, bahwa diversifikasi pangan harus disertai dengan pengembangan sistem pendukung yang komprehensif, mulai dari sistem irigasi, agraria, lingkungan, hingga agroindustri yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tanpa hal tersebut, kemandirian pangan hanya akan menjadi wacana dan tidak terwujud dalam kebijakan nyata,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa kedaulatan pangan tidak hanya sebatas kemampuan produksi dalam negeri, namun juga kemampuan mengelola input pertanian seperti benih, bibit, pakan, obat-obatan, serta teknologi pertanian yang bebas dari kendali pihak asing.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kedaulatan pangan tidak boleh hanya menjadi hiasan kebijakan. Kita harus mengintegrasikan sektor pertanian dengan berbagai sektor lainnya secara sistemik dan berkelanjutan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan konsep &amp;quot;Gudang Cerdas&amp;quot; yang akan menjadi pusat promosi dan pemasaran produk pangan bernilai ekonomi tinggi, khususnya yang dihasilkan oleh komunitas petani.&#13;
&#13;
Gudang ini dirancang untuk memanfaatkan teknologi cerdas dan manajemen modern, dikelola oleh tenaga-tenaga muda yang profesional dan berjiwa wirausaha.&#13;
&#13;
&amp;ldquo; Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai kedaulatan pangan yang berkelanjutan jika seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani hingga pemerintah, bersatu padu dalam membangun sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan,&amp;rdquo; pungkasnya..&#13;
&#13;
Selain Herman, hadir dalam pembukaan adalah Peneliti Senior BRIN sekaligus Ketua Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI Prof. Siti Zuhro. &amp;nbsp;Sebagai narasumber dalam Digication Batch 7 ini adalah guru besar IPB Yandra Arkeman &amp;nbsp;dan lain sebagainya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
