<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Direktorat PPA-PPO Bareskrim Diyakini Bakal Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak</title><description>Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Direktorat Tindak Pidana Pelayanan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri, pada 20 September 2024 lalu.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/23/337/3066590/direktorat-ppa-ppo-bareskrim-diyakini-bakal-perkuat-perlindungan-perempuan-dan-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/23/337/3066590/direktorat-ppa-ppo-bareskrim-diyakini-bakal-perkuat-perlindungan-perempuan-dan-anak"/><item><title>Direktorat PPA-PPO Bareskrim Diyakini Bakal Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/23/337/3066590/direktorat-ppa-ppo-bareskrim-diyakini-bakal-perkuat-perlindungan-perempuan-dan-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/23/337/3066590/direktorat-ppa-ppo-bareskrim-diyakini-bakal-perkuat-perlindungan-perempuan-dan-anak</guid><pubDate>Senin 23 September 2024 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/23/337/3066590/bareskrim_polri-L9Ot_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bareskrim Polri (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/23/337/3066590/bareskrim_polri-L9Ot_large.jpg</image><title>Bareskrim Polri (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Direktorat Tindak Pidana Pelayanan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri, pada 20 September 2024 lalu.&#13;
&#13;
Menanggapi hal tersebut, Direktur Imparsial Gufron Mabruri mengapresiasi pembentukan Direktorat Tindak PPA-PPO Bareskrim Polri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memandang pembentukan Direktorat Tindak Pidana PPA -PPO merupakan langkah yang tepat dan terobosan penting,&amp;quot; ujar Gufron dalam keterangannya, Senin (23/9/2024).&#13;
&#13;
Hal itu mengingat kasus-kasus tindak pidana melibatkan anak dan perempuan yang makin mengkhawatirkan. Belakangan, kata Gufron, kasus-kasus seperti bullying dan penculikan serta pembunuhan terhadap anak di bawah umur sering menghiasi pemberitaan media.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kasus-kasus yang menjadi perhatian publik seperti bullying di Binus dan penculikan serta pembunuhan anak lima tahun di Cilegon menunjukkan adanya kebutuhan serius terhadap penanganan kasus pidana anak,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, dalam konteks perempuan, pembentukan Direktorat Tindak Pidana PPPA-PPO memang tidak terelakan lagi mengingat perkembangan jenis-jenis tindak pidana terhadap perempuan seperti kekerasan berbasis gender yang sudah menjadi perhatian publik yang serius.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Komnas Perempuan dalam semester pertama 2024 mencatat terdapat 2,343 kasus yang dilaporkan. Jumlah ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, di mana sebanyak 4.374 kasus dilaporkan langsung ke Komnas Perempuan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim yang baru dibentuk dapat memberikan keadilan dengan tetap berpegang pada perspektif korban dan peraturan perundang-undangan yang ada,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
Untuk itu, mengingat Direktorat PPA-PPO Bareskrim Polri baru dibentuk, penting untuk membuka diri yakni melibatkan pemangku kepentingan seperti NGO, Komnas Perempuan, KPAI, LPSK, serta Kompolnas guna memperkuat perspektif korban dan hak perempuan dan anak.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Direktorat Tindak Pidana Pelayanan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri, pada 20 September 2024 lalu.&#13;
&#13;
Menanggapi hal tersebut, Direktur Imparsial Gufron Mabruri mengapresiasi pembentukan Direktorat Tindak PPA-PPO Bareskrim Polri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memandang pembentukan Direktorat Tindak Pidana PPA -PPO merupakan langkah yang tepat dan terobosan penting,&amp;quot; ujar Gufron dalam keterangannya, Senin (23/9/2024).&#13;
&#13;
Hal itu mengingat kasus-kasus tindak pidana melibatkan anak dan perempuan yang makin mengkhawatirkan. Belakangan, kata Gufron, kasus-kasus seperti bullying dan penculikan serta pembunuhan terhadap anak di bawah umur sering menghiasi pemberitaan media.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kasus-kasus yang menjadi perhatian publik seperti bullying di Binus dan penculikan serta pembunuhan anak lima tahun di Cilegon menunjukkan adanya kebutuhan serius terhadap penanganan kasus pidana anak,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, dalam konteks perempuan, pembentukan Direktorat Tindak Pidana PPPA-PPO memang tidak terelakan lagi mengingat perkembangan jenis-jenis tindak pidana terhadap perempuan seperti kekerasan berbasis gender yang sudah menjadi perhatian publik yang serius.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Komnas Perempuan dalam semester pertama 2024 mencatat terdapat 2,343 kasus yang dilaporkan. Jumlah ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, di mana sebanyak 4.374 kasus dilaporkan langsung ke Komnas Perempuan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim yang baru dibentuk dapat memberikan keadilan dengan tetap berpegang pada perspektif korban dan peraturan perundang-undangan yang ada,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
Untuk itu, mengingat Direktorat PPA-PPO Bareskrim Polri baru dibentuk, penting untuk membuka diri yakni melibatkan pemangku kepentingan seperti NGO, Komnas Perempuan, KPAI, LPSK, serta Kompolnas guna memperkuat perspektif korban dan hak perempuan dan anak.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
