<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kompolnas Desak Polisi Usut Kasus Tujuh Remaja Tewas di Kali Bekasi dengan Scientific Crime Investigation</title><description>Kompolnas pun memantau penanganan kasus tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/23/338/3066302/kompolnas-desak-polisi-usut-kasus-tujuh-remaja-tewas-di-kali-bekasi-dengan-scientific-crime-investigation</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/23/338/3066302/kompolnas-desak-polisi-usut-kasus-tujuh-remaja-tewas-di-kali-bekasi-dengan-scientific-crime-investigation"/><item><title>Kompolnas Desak Polisi Usut Kasus Tujuh Remaja Tewas di Kali Bekasi dengan Scientific Crime Investigation</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/23/338/3066302/kompolnas-desak-polisi-usut-kasus-tujuh-remaja-tewas-di-kali-bekasi-dengan-scientific-crime-investigation</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/23/338/3066302/kompolnas-desak-polisi-usut-kasus-tujuh-remaja-tewas-di-kali-bekasi-dengan-scientific-crime-investigation</guid><pubDate>Senin 23 September 2024 03:00 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/23/338/3066302/anggota_kompolnas_poengky_indarti-VXuq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Kompolnas Poengky Indarti (Foto: istimewa/OKezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/23/338/3066302/anggota_kompolnas_poengky_indarti-VXuq_large.jpg</image><title>Anggota Kompolnas Poengky Indarti (Foto: istimewa/OKezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota untuk mengusut kasus tenggelamnya tujuh remaja di Kali Bekasi secara profesional menggunakan pendekatan scientific crime investigation. Kompolnas pun memantau penanganan kasus tersebut.&#13;
&#13;
Anggota Kompolnas Poengky Indarti menyebut, pihaknya telah mengikuti kasus ini untuk memastikan polisi tengah mengumpulkan fakta-fakta di lapangan.&amp;nbsp; &amp;quot;Penanganan kasus ini masih dalam tahap pengumpulan bahan keterangan, sebaiknya kita tunggu hasilnya,&amp;quot; kata Poengky, Minggu (22/9/2024).&#13;
&#13;
Poengky mendesak polisi untuk tidak salah menangani peristiwa tersebut. Polisi harus melakukan penyelidikan peristiwa itu dengan pendekatan scientific crime investigation.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kompolnas mendorong agar pemeriksaan dilakukan secara profesional dengan dukungan scientific crime investigation, sehingga hasilnya tidak terbantahkan,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Poengky juga menegaskan bahwa Kompolnas akan terus mengawasi proses penanganan kasus temuan tujuh remaja mengambang di kali Bekasi untuk memastikan keadilan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya diberitakan, 7 mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh ibu-ibu yang sedang mencari kucingnya yang hilang. Temuan itu kemudian dilaporkan ke kepolisian dan Koramil setempat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hasilnya, total terdapat 7 mayat yang ditemukan di lokasi. Belum diketahui identitas dari 7 mayat tersebut. Adapun 7 mayat itu sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota untuk mengusut kasus tenggelamnya tujuh remaja di Kali Bekasi secara profesional menggunakan pendekatan scientific crime investigation. Kompolnas pun memantau penanganan kasus tersebut.&#13;
&#13;
Anggota Kompolnas Poengky Indarti menyebut, pihaknya telah mengikuti kasus ini untuk memastikan polisi tengah mengumpulkan fakta-fakta di lapangan.&amp;nbsp; &amp;quot;Penanganan kasus ini masih dalam tahap pengumpulan bahan keterangan, sebaiknya kita tunggu hasilnya,&amp;quot; kata Poengky, Minggu (22/9/2024).&#13;
&#13;
Poengky mendesak polisi untuk tidak salah menangani peristiwa tersebut. Polisi harus melakukan penyelidikan peristiwa itu dengan pendekatan scientific crime investigation.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kompolnas mendorong agar pemeriksaan dilakukan secara profesional dengan dukungan scientific crime investigation, sehingga hasilnya tidak terbantahkan,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Poengky juga menegaskan bahwa Kompolnas akan terus mengawasi proses penanganan kasus temuan tujuh remaja mengambang di kali Bekasi untuk memastikan keadilan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya diberitakan, 7 mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh ibu-ibu yang sedang mencari kucingnya yang hilang. Temuan itu kemudian dilaporkan ke kepolisian dan Koramil setempat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hasilnya, total terdapat 7 mayat yang ditemukan di lokasi. Belum diketahui identitas dari 7 mayat tersebut. Adapun 7 mayat itu sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
