<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cita-Cita Ridwan Kamil Jadikan Kota Tua Pusat Wisata Internasional&amp;nbsp;</title><description>Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil bersama wakilnya Suswono bercita-cita untuk menjadikan Kota Tua menjadi pusat wisata internasional.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/24/338/3066767/cita-cita-ridwan-kamil-jadikan-kota-tua-pusat-wisata-internasional-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/24/338/3066767/cita-cita-ridwan-kamil-jadikan-kota-tua-pusat-wisata-internasional-nbsp"/><item><title>Cita-Cita Ridwan Kamil Jadikan Kota Tua Pusat Wisata Internasional&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/24/338/3066767/cita-cita-ridwan-kamil-jadikan-kota-tua-pusat-wisata-internasional-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/24/338/3066767/cita-cita-ridwan-kamil-jadikan-kota-tua-pusat-wisata-internasional-nbsp</guid><pubDate>Selasa 24 September 2024 01:52 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/24/338/3066767/ridwan_kamil-7MAx_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ridwan Kamil (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/24/338/3066767/ridwan_kamil-7MAx_large.jpg</image><title>Ridwan Kamil (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil bersama wakilnya Suswono bercita-cita untuk menjadikan Kota Tua menjadi pusat wisata internasional. Salah satunya ide yang dilakukan adalah dengan mengajak universitas untuk berkolaborasi meningkatkan perekonomian di tengah masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jakarta kota harus jadi pusat wisata internasional, jadi di Jakarta kota, di Kota Tua, kami cari universitas-universitas yang bisa buka cabang dalam ekonomi kreatif untuk jurusan-jurusannya. Sudah ada beberapa kampus yang merdiskusikan, tapi bukan sebagai kampus utama, tapi sebagai kampus remote atau service program,&amp;quot; kata Ridwan Kamil dalam Dialog Publik Seni di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin (23/9/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Lalu di Kota Tua itu nanti penuh dengan orang-orang kreatif, orang-orang yang suka berkesenian, nanti kita cek secara tata ruang, bisakah disuntikan untuk hunian, kos kosannya,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Lantas dia memberikan contoh di mana pesatnya pertumbuhan wilayah Karawaci karena didukung dengan kampus Universitas Pelita Harapan (UPH). &amp;quot;Sehingga seperti UPH di Karawaci. Di Karawaci itu tanpa UPH ekonomi Karawaci, biar saja. Setelah ada ekonomi kampus yang namanya UPH, bergeraklah segala rupa ekonominya,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sehingga dia berencana dalam 5 tahun, Kota Tua hidup oleh ekonomi kampus-kampus dan ekonomi kreatif. Yang mana mereka tinggal, bekerja dan bermain di Kota Tua.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan insyaallah dalam imajinasi kami, kawasan Kota Tua bisa hidup lagi, ramai, budaya cafe, budaya diskusi, budaya berkesenian, oleh strategi pendidikan sebagai cara pelaksanaan kita,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Selain itu, Kang Emil mengatakan bahwa kebudayaan adalah identitas yang penting. Sehingga Jakarta adalah simpul luar biasa, global, tetapi tidak boleh melupakan kebetawiannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka kami ada program namanya Gerbang Betawi Gerakan, Membangun Budaya Betawi, pendidikan, kesenian, arsitektur kota, dan pelestarian situs-situs. Di kombinasi dengan tadi Komitmen Dana Berkesenian, harusnya dalam lima tahun terjadi perubahan cukup signifikan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil bersama wakilnya Suswono bercita-cita untuk menjadikan Kota Tua menjadi pusat wisata internasional. Salah satunya ide yang dilakukan adalah dengan mengajak universitas untuk berkolaborasi meningkatkan perekonomian di tengah masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jakarta kota harus jadi pusat wisata internasional, jadi di Jakarta kota, di Kota Tua, kami cari universitas-universitas yang bisa buka cabang dalam ekonomi kreatif untuk jurusan-jurusannya. Sudah ada beberapa kampus yang merdiskusikan, tapi bukan sebagai kampus utama, tapi sebagai kampus remote atau service program,&amp;quot; kata Ridwan Kamil dalam Dialog Publik Seni di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin (23/9/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Lalu di Kota Tua itu nanti penuh dengan orang-orang kreatif, orang-orang yang suka berkesenian, nanti kita cek secara tata ruang, bisakah disuntikan untuk hunian, kos kosannya,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Lantas dia memberikan contoh di mana pesatnya pertumbuhan wilayah Karawaci karena didukung dengan kampus Universitas Pelita Harapan (UPH). &amp;quot;Sehingga seperti UPH di Karawaci. Di Karawaci itu tanpa UPH ekonomi Karawaci, biar saja. Setelah ada ekonomi kampus yang namanya UPH, bergeraklah segala rupa ekonominya,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sehingga dia berencana dalam 5 tahun, Kota Tua hidup oleh ekonomi kampus-kampus dan ekonomi kreatif. Yang mana mereka tinggal, bekerja dan bermain di Kota Tua.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan insyaallah dalam imajinasi kami, kawasan Kota Tua bisa hidup lagi, ramai, budaya cafe, budaya diskusi, budaya berkesenian, oleh strategi pendidikan sebagai cara pelaksanaan kita,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Selain itu, Kang Emil mengatakan bahwa kebudayaan adalah identitas yang penting. Sehingga Jakarta adalah simpul luar biasa, global, tetapi tidak boleh melupakan kebetawiannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka kami ada program namanya Gerbang Betawi Gerakan, Membangun Budaya Betawi, pendidikan, kesenian, arsitektur kota, dan pelestarian situs-situs. Di kombinasi dengan tadi Komitmen Dana Berkesenian, harusnya dalam lima tahun terjadi perubahan cukup signifikan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
