<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menlu Retno Bicara di&amp;nbsp;Sidang PBB, Serukan Penghapusan Total Senjata Nuklir</title><description>Retno juga menyoroti kekhawatiran global atas mundurnya kesepakatan-kesepakatan pengendalian senjata.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/27/337/3068138/menlu-retno-bicara-di-sidang-pbb-serukan-penghapusan-total-senjata-nuklir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/27/337/3068138/menlu-retno-bicara-di-sidang-pbb-serukan-penghapusan-total-senjata-nuklir"/><item><title>Menlu Retno Bicara di&amp;nbsp;Sidang PBB, Serukan Penghapusan Total Senjata Nuklir</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/27/337/3068138/menlu-retno-bicara-di-sidang-pbb-serukan-penghapusan-total-senjata-nuklir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/27/337/3068138/menlu-retno-bicara-di-sidang-pbb-serukan-penghapusan-total-senjata-nuklir</guid><pubDate>Jum'at 27 September 2024 09:18 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/27/337/3068138/menlu_retno-suAN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Retno berbicara di Sidang PBB. (Foto: Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/27/337/3068138/menlu_retno-suAN_large.jpg</image><title>Menlu Retno berbicara di Sidang PBB. (Foto: Dok Ist)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi menyerukan komitmen kuat Indonesia dalam mewujudkan dunia yang bebas dari senjata nuklir pada Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperingati Hari Internasional Penghapusan Total Senjata Nuklir.&#13;
&#13;
Dalam pidatonya, Menlu Retno mengingatkan bahwa meskipun dunia memimpikan masa depan bersama yang penuh harapan, kenyataannya dunia masih berada di bawah bayang-bayang ancaman kehancuran nuklir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebanyak 13.000 senjata nuklir masih dimiliki oleh beberapa negara, termasuk yang berada di luar NPT (Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir),&amp;rdquo; ungkap Retno dalam keterangan resminya, Jumat (27/9/2024).&#13;
&#13;
Retno&amp;nbsp;juga menyoroti kekhawatiran&amp;nbsp;global&amp;nbsp;atas mundurnya&amp;nbsp;kesepakatan-kesepakatan pengendalian senjata, meningkatnya retorika nuklir yang agresif, serta kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) yang semakin memperumit risiko nuklir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam perkembangan yang suram ini, kita harus bertanya pada diri sendiri: Apakah rasa takut terhadap senjata nuklir menjadi jaminan perdamaian? Jawaban Indonesia akan selamanya tidak,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Setelah secara resmi menyampaikan instrumen ratifikasi Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir (TPNW)&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; PBB tanggal 25&amp;nbsp; September silam, Retno menegaskan kembali bahwa Indonesia menolak berdiam diri di tengah ancaman perang nuklir yang hari ini lebih tinggi daripada masa Perang Dingin.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Retno menyerukan fokus global pada tiga langkah aksi konkret yaitu pertama, memulai negosiasi perlucutan senjata dengan sungguh-sungguh. Retno menegaskan bahwa berdiam diri bukanlah pilihan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita harus memperbarui kemauan politik dan menggandakan upaya kita untuk memajukan perlucutan senjata, membangun kembali kepercayaan, dan bergerak menuju dunia bebas senjata nuklir,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Kedua, menghadapi risiko teknologi yang berkembang. Menlu Retno menyerukan pentingnya regulasi yang kuat dan pengendalian yang ketat untuk mencegah meningkatnya ancaman konflik nuklir akibat kemajuan teknologi.&#13;
&#13;
Ketiga, menjaga perdamaian. Untuk membangun perdamaian, kita harus mengesampingkan perpecahan, ketidakpercayaan, dan paradigma lama, serta memilih persatuan, kerja sama, dan komitmen terhadap perdamaian.&#13;
&#13;
Retno menutup pidatonya dengan menyatakan bahwa pilihan-pilihan yang kita buat hari ini akan membentuk dunia bagi generasi mendatang. &amp;ldquo;Rasa takut tidak boleh menjadi penentu masa depan kita. Indonesia tetap teguh dalam tujuannya untuk penghapusan total senjata nuklir,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi menyerukan komitmen kuat Indonesia dalam mewujudkan dunia yang bebas dari senjata nuklir pada Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperingati Hari Internasional Penghapusan Total Senjata Nuklir.&#13;
&#13;
Dalam pidatonya, Menlu Retno mengingatkan bahwa meskipun dunia memimpikan masa depan bersama yang penuh harapan, kenyataannya dunia masih berada di bawah bayang-bayang ancaman kehancuran nuklir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebanyak 13.000 senjata nuklir masih dimiliki oleh beberapa negara, termasuk yang berada di luar NPT (Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir),&amp;rdquo; ungkap Retno dalam keterangan resminya, Jumat (27/9/2024).&#13;
&#13;
Retno&amp;nbsp;juga menyoroti kekhawatiran&amp;nbsp;global&amp;nbsp;atas mundurnya&amp;nbsp;kesepakatan-kesepakatan pengendalian senjata, meningkatnya retorika nuklir yang agresif, serta kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) yang semakin memperumit risiko nuklir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam perkembangan yang suram ini, kita harus bertanya pada diri sendiri: Apakah rasa takut terhadap senjata nuklir menjadi jaminan perdamaian? Jawaban Indonesia akan selamanya tidak,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Setelah secara resmi menyampaikan instrumen ratifikasi Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir (TPNW)&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; PBB tanggal 25&amp;nbsp; September silam, Retno menegaskan kembali bahwa Indonesia menolak berdiam diri di tengah ancaman perang nuklir yang hari ini lebih tinggi daripada masa Perang Dingin.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Retno menyerukan fokus global pada tiga langkah aksi konkret yaitu pertama, memulai negosiasi perlucutan senjata dengan sungguh-sungguh. Retno menegaskan bahwa berdiam diri bukanlah pilihan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita harus memperbarui kemauan politik dan menggandakan upaya kita untuk memajukan perlucutan senjata, membangun kembali kepercayaan, dan bergerak menuju dunia bebas senjata nuklir,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Kedua, menghadapi risiko teknologi yang berkembang. Menlu Retno menyerukan pentingnya regulasi yang kuat dan pengendalian yang ketat untuk mencegah meningkatnya ancaman konflik nuklir akibat kemajuan teknologi.&#13;
&#13;
Ketiga, menjaga perdamaian. Untuk membangun perdamaian, kita harus mengesampingkan perpecahan, ketidakpercayaan, dan paradigma lama, serta memilih persatuan, kerja sama, dan komitmen terhadap perdamaian.&#13;
&#13;
Retno menutup pidatonya dengan menyatakan bahwa pilihan-pilihan yang kita buat hari ini akan membentuk dunia bagi generasi mendatang. &amp;ldquo;Rasa takut tidak boleh menjadi penentu masa depan kita. Indonesia tetap teguh dalam tujuannya untuk penghapusan total senjata nuklir,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
