<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Tambang Emas di Solok Sumbar Longsor, 15 Tewas dan Puluhan Orang Tertimbun</title><description>Lokasi kejadian dijadikan oleh masyarakat setempat sebagai area dengan potensi emas,&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/27/340/3068277/breaking-news-tambang-emas-di-solok-sumbar-longsor-15-tewas-dan-puluhan-orang-tertimbun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/27/340/3068277/breaking-news-tambang-emas-di-solok-sumbar-longsor-15-tewas-dan-puluhan-orang-tertimbun"/><item><title>Breaking News! Tambang Emas di Solok Sumbar Longsor, 15 Tewas dan Puluhan Orang Tertimbun</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/27/340/3068277/breaking-news-tambang-emas-di-solok-sumbar-longsor-15-tewas-dan-puluhan-orang-tertimbun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/27/340/3068277/breaking-news-tambang-emas-di-solok-sumbar-longsor-15-tewas-dan-puluhan-orang-tertimbun</guid><pubDate>Jum'at 27 September 2024 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/27/340/3068277/longsor-yO6l_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Tambang Emas Longsor</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/27/340/3068277/longsor-yO6l_large.jpg</image><title>Ilustrasi Tambang Emas Longsor</title></images><description>PADANG- Sebanyak 15 orang tewas akibat tertimbun runtuhan tambang emas di kawasan Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).&amp;nbsp; Sementara itu, 25 pekerja juga masih tertimbun.&#13;
&#13;
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Irwan Efendi, mengatakan sampai saat ini baru 15 orang yang ditemukan meninggal dunia dan 25 orang masih tertimbun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kejadian itu kemarin sore, namun lokasi kejadian itu sangat jauh, sampai siang ini masih proses evakuasi dan pencarian,&amp;rdquo; katanya, Jumat (27/9/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Irwan melanjutkan, lokasi kejadian dijadikan oleh&amp;nbsp;masyarakat setempat sebagai area dengan potensi emas, meskipun aktivitas penambangan di sana diduga ilegal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah sering mengingatkan masyarakat tentang bahaya penambangan ilegal, namun karena faktor ekonomi, banyak yang tetap nekat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Saat ini pihak BPBD Solok dan kepolisian masih menyelidiki penyebab longsornya tambang emas yang menimbun penambang tersebut. &amp;ldquo;Untuk menuju ke lokasi tersebut menempuh waktu cukup lama,&amp;rdquo;tutup Irwan Efendi.&#13;
</description><content:encoded>PADANG- Sebanyak 15 orang tewas akibat tertimbun runtuhan tambang emas di kawasan Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).&amp;nbsp; Sementara itu, 25 pekerja juga masih tertimbun.&#13;
&#13;
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Irwan Efendi, mengatakan sampai saat ini baru 15 orang yang ditemukan meninggal dunia dan 25 orang masih tertimbun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kejadian itu kemarin sore, namun lokasi kejadian itu sangat jauh, sampai siang ini masih proses evakuasi dan pencarian,&amp;rdquo; katanya, Jumat (27/9/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Irwan melanjutkan, lokasi kejadian dijadikan oleh&amp;nbsp;masyarakat setempat sebagai area dengan potensi emas, meskipun aktivitas penambangan di sana diduga ilegal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah sering mengingatkan masyarakat tentang bahaya penambangan ilegal, namun karena faktor ekonomi, banyak yang tetap nekat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Saat ini pihak BPBD Solok dan kepolisian masih menyelidiki penyebab longsornya tambang emas yang menimbun penambang tersebut. &amp;ldquo;Untuk menuju ke lokasi tersebut menempuh waktu cukup lama,&amp;rdquo;tutup Irwan Efendi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
