<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembubaran Diskusi di Kemang, PKB: Kita Tidak Bisa Diam saat Premanisme Mengintimidasi!</title><description>Polisi telah mengamankan lima orang terkait aksi premanisme tersebut. Dua orang diantaranya sudah ditetapkan tersangka.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/29/338/3069016/pembubaran-diskusi-di-kemang-pkb-kita-tidak-bisa-diam-saat-premanisme-mengintimidasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/29/338/3069016/pembubaran-diskusi-di-kemang-pkb-kita-tidak-bisa-diam-saat-premanisme-mengintimidasi"/><item><title>Pembubaran Diskusi di Kemang, PKB: Kita Tidak Bisa Diam saat Premanisme Mengintimidasi!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/29/338/3069016/pembubaran-diskusi-di-kemang-pkb-kita-tidak-bisa-diam-saat-premanisme-mengintimidasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/29/338/3069016/pembubaran-diskusi-di-kemang-pkb-kita-tidak-bisa-diam-saat-premanisme-mengintimidasi</guid><pubDate>Minggu 29 September 2024 21:14 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/29/338/3069016/pkb-0bwY_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PKB: Kita Tidak Bisa Diam saat Premanisme Mengintimidasi!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/29/338/3069016/pkb-0bwY_large.jpg</image><title>PKB: Kita Tidak Bisa Diam saat Premanisme Mengintimidasi!</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Harian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Najmi Mumtaza Rabbany merasa terganggu dengan peristiwa pembubaran forum diskusi kebangsaan yang dihadiri sejumlah tokoh nasional di Kemang, Jakarta Selatan.&#13;
&#13;
Diketahui, Polda Metro Jaya juga telah mengamankan lima orang terkait aksi premanisme tersebut. Dua orang diantaranya sudah ditetapkan tersangka.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kejadian ini sangat mengganggu kita semua, terutama bagi kita yang percaya pada demokrasi dan hak asasi manusia,&amp;quot; ujarnya, Minggu (29/9/2024.&#13;
&#13;
Gus Najmi -- panggilan akrabnya mengatakan--&amp;nbsp; bahwa kebebasan berpendapat adalah hak semua orang yang sangat berharga.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam konstitusi,&amp;nbsp; Pasal 28E dan 28F jelas menjamin hak setiap orang untuk berbicara dan berkumpul secara damai. Namun, lanjunya,&amp;nbsp; apa yang terjadi di Kemang menunjukkan bahwa hak-hak ini masih terancam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak bisa diam saja saat premanisme mengintimidasi diskusi yang seharusnya menjadi wadah untuk bertukar ide dan gagasan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dikatakannya, Gus Najmi, berdasarkan laporan dari Freedom House, kebebasan sipil di Indonesia menunjukkan penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ini adalah fakta yang mengkhawatirkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak bisa membiarkan suasana intimidasi dan ketakutan membungkam suara-suara kritis kita. Kita perlu memastikan bahwa setiap orang, tanpa terkecuali, dapat berbicara dan berdiskusi tanpa rasa takut,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gus Najmi sangat mengapresiasi langkah pihak kepolisian yang telah mencatat laporan terkait insiden ini. Namun,&amp;nbsp; semua harus memastikan bahwa tindakan tegas diambil terhadap pelaku premanisme ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak ingin kejadian serupa terulang di masa depan. Kita, sebagai generasi muda, harus berani bersuara untuk melawan ketidakadilan,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ruang publik sebagai tempat yang aman untuk berdiskusi dan berpendapat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harus bersatu untuk melawan intimidasi dan untuk memperjuangkan kebebasan berbicara. Dengan melindungi hak-hak ini, kita sedang memperjuangkan masa depan Indonesia yang lebih baik dan lebih demokratis,&amp;quot; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Harian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Najmi Mumtaza Rabbany merasa terganggu dengan peristiwa pembubaran forum diskusi kebangsaan yang dihadiri sejumlah tokoh nasional di Kemang, Jakarta Selatan.&#13;
&#13;
Diketahui, Polda Metro Jaya juga telah mengamankan lima orang terkait aksi premanisme tersebut. Dua orang diantaranya sudah ditetapkan tersangka.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kejadian ini sangat mengganggu kita semua, terutama bagi kita yang percaya pada demokrasi dan hak asasi manusia,&amp;quot; ujarnya, Minggu (29/9/2024.&#13;
&#13;
Gus Najmi -- panggilan akrabnya mengatakan--&amp;nbsp; bahwa kebebasan berpendapat adalah hak semua orang yang sangat berharga.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam konstitusi,&amp;nbsp; Pasal 28E dan 28F jelas menjamin hak setiap orang untuk berbicara dan berkumpul secara damai. Namun, lanjunya,&amp;nbsp; apa yang terjadi di Kemang menunjukkan bahwa hak-hak ini masih terancam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak bisa diam saja saat premanisme mengintimidasi diskusi yang seharusnya menjadi wadah untuk bertukar ide dan gagasan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dikatakannya, Gus Najmi, berdasarkan laporan dari Freedom House, kebebasan sipil di Indonesia menunjukkan penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ini adalah fakta yang mengkhawatirkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak bisa membiarkan suasana intimidasi dan ketakutan membungkam suara-suara kritis kita. Kita perlu memastikan bahwa setiap orang, tanpa terkecuali, dapat berbicara dan berdiskusi tanpa rasa takut,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gus Najmi sangat mengapresiasi langkah pihak kepolisian yang telah mencatat laporan terkait insiden ini. Namun,&amp;nbsp; semua harus memastikan bahwa tindakan tegas diambil terhadap pelaku premanisme ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak ingin kejadian serupa terulang di masa depan. Kita, sebagai generasi muda, harus berani bersuara untuk melawan ketidakadilan,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ruang publik sebagai tempat yang aman untuk berdiskusi dan berpendapat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harus bersatu untuk melawan intimidasi dan untuk memperjuangkan kebebasan berbicara. Dengan melindungi hak-hak ini, kita sedang memperjuangkan masa depan Indonesia yang lebih baik dan lebih demokratis,&amp;quot; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
