<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Korban Tewas Tambang Emas di Solok Sumbar Bertambah Jadi 13 Orang</title><description>Sebanyak 13 orang tewas dalam longsor tambang emas di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Selain korban tewas, ada 12 orang luka-luka.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/29/340/3068869/korban-tewas-tambang-emas-di-solok-sumbar-bertambah-jadi-13-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/09/29/340/3068869/korban-tewas-tambang-emas-di-solok-sumbar-bertambah-jadi-13-orang"/><item><title> Korban Tewas Tambang Emas di Solok Sumbar Bertambah Jadi 13 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/09/29/340/3068869/korban-tewas-tambang-emas-di-solok-sumbar-bertambah-jadi-13-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/09/29/340/3068869/korban-tewas-tambang-emas-di-solok-sumbar-bertambah-jadi-13-orang</guid><pubDate>Minggu 29 September 2024 13:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/29/340/3068869/tim_sar_evakuasi_korban_tewas_tambang_emas_di_solok-kCTn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tim SAR evakuasi korban tewas tambang emas di Solok (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/29/340/3068869/tim_sar_evakuasi_korban_tewas_tambang_emas_di_solok-kCTn_large.jpg</image><title>Tim SAR evakuasi korban tewas tambang emas di Solok (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
PADANG - Sebanyak 13 orang tewas dalam longsor tambang emas di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Selain korban tewas, ada 12 orang luka-luka.&#13;
&#13;
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik mengatakan, memasuki hari ketiga ini, pada pukul 08.20 WIB korban terakhir telah dievakuasi ke posko kondisi meninggal dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini total korban 25 orang, dengan keterangan 13 orang meninggal dunia, dan 12 orang selamat, saat ini dalam kondisi penanganan medis di rumah sakit M Nasir Kabupaten Solok,&amp;rdquo; kata Malik kepada wartawan, Minggu (29/9/2024).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban yang dievakuasi terakhir ini kata Abdul, terhambat hujan lebat kemarin, tim gabungan terpaksa beristirahat. &amp;ldquo;Pada pukul 06.00 WIB tadi pagi kembali melanjutkan perjalanan dan sampai pada pukul 08.20 WIB di posko,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Dengan ditemukan korban terakhir ini, tim gabungan melakukan evaluasi kembali, namun menunggu tim dari lokasi kejadian untuk menjelaskan kondisinya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tim gabungan masih ada di lokasi, nanti setelah mereka kita akan melakukan evaluasi, apakah masih ada yang hilang atau tidak,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Tewasnya korban tambang tradisional pada Kamis (26/9/2024) sore, setelah lubang tambang longsor dan menimpa para penambang.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
PADANG - Sebanyak 13 orang tewas dalam longsor tambang emas di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Selain korban tewas, ada 12 orang luka-luka.&#13;
&#13;
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik mengatakan, memasuki hari ketiga ini, pada pukul 08.20 WIB korban terakhir telah dievakuasi ke posko kondisi meninggal dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini total korban 25 orang, dengan keterangan 13 orang meninggal dunia, dan 12 orang selamat, saat ini dalam kondisi penanganan medis di rumah sakit M Nasir Kabupaten Solok,&amp;rdquo; kata Malik kepada wartawan, Minggu (29/9/2024).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban yang dievakuasi terakhir ini kata Abdul, terhambat hujan lebat kemarin, tim gabungan terpaksa beristirahat. &amp;ldquo;Pada pukul 06.00 WIB tadi pagi kembali melanjutkan perjalanan dan sampai pada pukul 08.20 WIB di posko,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Dengan ditemukan korban terakhir ini, tim gabungan melakukan evaluasi kembali, namun menunggu tim dari lokasi kejadian untuk menjelaskan kondisinya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tim gabungan masih ada di lokasi, nanti setelah mereka kita akan melakukan evaluasi, apakah masih ada yang hilang atau tidak,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Tewasnya korban tambang tradisional pada Kamis (26/9/2024) sore, setelah lubang tambang longsor dan menimpa para penambang.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
