<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa M6,2 Guncang Wakatobi, Begini Analisis BMKG</title><description>Gempa bumi bermagnitudo (M) 6,2 mengguncang Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (1/10/2024).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/01/340/3069785/gempa-m6-2-guncang-wakatobi-begini-analisis-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/01/340/3069785/gempa-m6-2-guncang-wakatobi-begini-analisis-bmkg"/><item><title>Gempa M6,2 Guncang Wakatobi, Begini Analisis BMKG</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/01/340/3069785/gempa-m6-2-guncang-wakatobi-begini-analisis-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/01/340/3069785/gempa-m6-2-guncang-wakatobi-begini-analisis-bmkg</guid><pubDate>Selasa 01 Oktober 2024 18:07 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/01/340/3069785/ilustrasi-7fXE_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/01/340/3069785/ilustrasi-7fXE_large.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Gempa bumi bermagnitudo (M) 6,2 mengguncang Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (1/10/2024). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMK) menyatakan bahwa gempa berlangsung&amp;nbsp;pukul 16.28&amp;nbsp;WIB.&#13;
&#13;
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,15&amp;deg; LS ; 125,02&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 182 Km arah tenggara &amp;nbsp;Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada kedalaman 599 km.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dalam akibat adanya aktivitas deformasi dalam lempeng (intra-slab earthquake),&amp;quot; kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.&#13;
&#13;
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Wakatobi dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Daryono memastikan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hingga pukul 16.48 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun &amp;nbsp;tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&amp;quot; imbaunya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gempa bumi bermagnitudo (M) 6,2 mengguncang Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (1/10/2024). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMK) menyatakan bahwa gempa berlangsung&amp;nbsp;pukul 16.28&amp;nbsp;WIB.&#13;
&#13;
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,15&amp;deg; LS ; 125,02&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 182 Km arah tenggara &amp;nbsp;Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada kedalaman 599 km.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dalam akibat adanya aktivitas deformasi dalam lempeng (intra-slab earthquake),&amp;quot; kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.&#13;
&#13;
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Wakatobi dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Daryono memastikan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hingga pukul 16.48 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun &amp;nbsp;tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&amp;quot; imbaunya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
