<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LPPOM MUI: Jual Produk Non-Halal Pelaku Usaha Wajib Sertifikasi!</title><description>Sejumlah persyaratan wajib diimplementasikan oleh perusahaan untuk memenuhi kewajiban tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/03/337/3070684/lppom-mui-jual-produk-non-halal-pelaku-usaha-wajib-sertifikasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/03/337/3070684/lppom-mui-jual-produk-non-halal-pelaku-usaha-wajib-sertifikasi"/><item><title>LPPOM MUI: Jual Produk Non-Halal Pelaku Usaha Wajib Sertifikasi!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/03/337/3070684/lppom-mui-jual-produk-non-halal-pelaku-usaha-wajib-sertifikasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/03/337/3070684/lppom-mui-jual-produk-non-halal-pelaku-usaha-wajib-sertifikasi</guid><pubDate>Kamis 03 Oktober 2024 21:06 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/03/337/3070684/mui-WAvo_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati/dok MUI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/03/337/3070684/mui-WAvo_large.jpg</image><title>Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati/dok MUI</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama LPPOM MUI, Muti Arintawati, menekankan, bahwa jasa retailer terkait makanan dan minuman termasuk dalam kategori yang wajib bersertifikat halal sesuai PP No. 39 tahun 2021.&amp;nbsp;Sertifikat halal untuk jasa retailer memberikan persepsi yang beragam di masyarakat.&#13;
&#13;
Sejumlah persyaratan wajib diimplementasikan oleh perusahaan untuk memenuhi kewajiban tersebut. Salah satunya memisahkan fasilitas antara produk yang halal dan haram.&#13;
&#13;
Sertifikasi halal jasa retailer meliputi proses penanganan arus bahan atau produk yang harus bebas dari najis yang berpotensi mengkontaminansi bahan atau produk halal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;​Ruang lingkupnya mencakup pergudangan​, distribusi (penerimaan barang)​, penanganan dan penyimpanan, serta pemajangan​,&amp;rdquo; ujar Muti dalam diskusi bertema&amp;ldquo;Jual Produk Non-Halal, Jasa Retailer Tetap Harus Disertifikasi Halal&amp;rdquo;, Kamis (3/10/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Artinya, seluruh produk yang bersertifikat halal terjamin tidak terkontaminasi najis hingga sampai ditangan konsumen,&amp;rdquo;sambungnya.&#13;
&#13;
Dilanjutkannya, produk yang ditangani retailer yang ingin mendapatkan sertifikat halal harus diidentifikasi dan ditangani sesuai standar. Ada tiga kategori produk dalam jasa retailer yang perlu penangan berbeda.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertama, produk yang jelas halal (seperti buah dan sayur) atau memiliki sertifikat halal tidak perlu handling khusus,&amp;rdquo;ujar Muti.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selanjutnya yang kedua, kata Muti, &amp;nbsp;produk haram seperti daging babi dan minuman keras harus dipastikan secara fasilitas tidak mengontaminasi produk yang sudah halal serta diberikan penanda yang jelas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketiga, produk yang belum jelas status kehalalannya namun bebas babi ditangani agar tidak mengkontaminasi produk yang disertifikasi halal,&amp;rdquo;tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama LPPOM MUI, Muti Arintawati, menekankan, bahwa jasa retailer terkait makanan dan minuman termasuk dalam kategori yang wajib bersertifikat halal sesuai PP No. 39 tahun 2021.&amp;nbsp;Sertifikat halal untuk jasa retailer memberikan persepsi yang beragam di masyarakat.&#13;
&#13;
Sejumlah persyaratan wajib diimplementasikan oleh perusahaan untuk memenuhi kewajiban tersebut. Salah satunya memisahkan fasilitas antara produk yang halal dan haram.&#13;
&#13;
Sertifikasi halal jasa retailer meliputi proses penanganan arus bahan atau produk yang harus bebas dari najis yang berpotensi mengkontaminansi bahan atau produk halal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;​Ruang lingkupnya mencakup pergudangan​, distribusi (penerimaan barang)​, penanganan dan penyimpanan, serta pemajangan​,&amp;rdquo; ujar Muti dalam diskusi bertema&amp;ldquo;Jual Produk Non-Halal, Jasa Retailer Tetap Harus Disertifikasi Halal&amp;rdquo;, Kamis (3/10/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Artinya, seluruh produk yang bersertifikat halal terjamin tidak terkontaminasi najis hingga sampai ditangan konsumen,&amp;rdquo;sambungnya.&#13;
&#13;
Dilanjutkannya, produk yang ditangani retailer yang ingin mendapatkan sertifikat halal harus diidentifikasi dan ditangani sesuai standar. Ada tiga kategori produk dalam jasa retailer yang perlu penangan berbeda.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertama, produk yang jelas halal (seperti buah dan sayur) atau memiliki sertifikat halal tidak perlu handling khusus,&amp;rdquo;ujar Muti.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selanjutnya yang kedua, kata Muti, &amp;nbsp;produk haram seperti daging babi dan minuman keras harus dipastikan secara fasilitas tidak mengontaminasi produk yang sudah halal serta diberikan penanda yang jelas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketiga, produk yang belum jelas status kehalalannya namun bebas babi ditangani agar tidak mengkontaminasi produk yang disertifikasi halal,&amp;rdquo;tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
