<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPIP Akan Serahkan Rekomendasi Pengelolaan SDA ke Prabowo</title><description>BPIP menekankan pentingnya adanya badan atau komisi yang melindungi ekosistem lingkungan hidup.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/04/337/3071012/bpip-akan-serahkan-rekomendasi-pengelolaan-sda-ke-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/04/337/3071012/bpip-akan-serahkan-rekomendasi-pengelolaan-sda-ke-prabowo"/><item><title>BPIP Akan Serahkan Rekomendasi Pengelolaan SDA ke Prabowo</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/04/337/3071012/bpip-akan-serahkan-rekomendasi-pengelolaan-sda-ke-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/04/337/3071012/bpip-akan-serahkan-rekomendasi-pengelolaan-sda-ke-prabowo</guid><pubDate>Jum'at 04 Oktober 2024 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/04/337/3071012/bpip-Bcv4_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPIP Akan Serahkan Rekomendasi Pengelolaan SDA ke Prabowo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/04/337/3071012/bpip-Bcv4_large.jpg</image><title>BPIP Akan Serahkan Rekomendasi Pengelolaan SDA ke Prabowo</title></images><description>JAKARTA &amp;nbsp;- &amp;nbsp;Presiden terpilih Prabowo Subianto diharapkan menjadi Panglima yang mampu mengurai permasalahan lingkungan dan menindak tegas para pelaku penyimpangan pengelolaan lingkungan tanpa pandang bulu untuk kemakmuran rakyat.&#13;
&#13;
Hal itu mengemuka dalam diskusi kelompok terpumpun (FGD) bertema Kerapuhan Etika Penyelenggara Negara dalam Berbangsa dan Bernegara: Kedaulatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Universitas Tanjung Pura, Pontianak, Kalimantan Barat.&#13;
&#13;
Guru Besar Hukum Pidana Universitas Pancasila Agus Surono mengatakan, tantangan terbesar dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) adalah masalah deforestasi, pasca-tambang, dan kemiskinan di daerah yang kaya SDA.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemiskinan di daerah kaya SDA masih menjadi persoalan besar bangsa. Pada tahun 2023 masih terdapat 26,5 juta penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan,&amp;rdquo;katanya, dikutip, Jumat (4/10/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fenomena ini sering disebut sebagai &amp;lsquo;resource curse&amp;rsquo; atau kutukan sumber daya, di mana kekayaan alam justru tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat,&amp;rdquo;sambungnya.&#13;
&#13;
Selain itu, Agus juga menyebutkan regulasi yang ada seperti UU tentang pertambangan dan lingkungan hidup masih kurang relevan dengan tantangan saat ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keterlibatan masyarakat juga dibutuhkan dalam pengelolaan SDA, baik melalui pengambilan keputusan maupun mekanisme pengawasan,&amp;rdquo;tutupnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Dosen Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura, Aji Ali Akbar, menyoroti permasalahan stunting yang terjadi di daerah kaya sumber daya alam seperti Papua.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;quot;Stunting terbesar terjadi di Papua, padahal di sana ada minyak, gas, emas, dan segala macam sumber daya alam,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain itu, dia juga menyoroti masalah bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama banjir dan tanah longsor. &amp;quot;Bencana alam ini sebagian besar disebabkan oleh alih fungsi lahan yang terjadi puluhan tahun lalu,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dijelaskannya, pengelolaan SDA yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan menjadi salah satu penyebab utama bencana-bencana tersebut. Dalam pandangannya, salah satu solusi adalah penguatan penegakan hukum, terutama di bidang lingkungan hidup.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Di sisi lain, Bambang Hero Saharjo, Pakar Lingkungan dari IPB University, menyoroti korupsi besar-besaran yang terjadi dalam pengelolaan SDA, seperti kasus kerusakan lingkungan akibat pertambangan timah yang menyebabkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kasus timah di Babel menyebabkan kerugian lingkungan sebesar Rp 271 triliun. Ini adalah salah satu contoh bagaimana SDA kita dikelola dengan sangat buruk,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Pakar Hukum Lingkungan Universitas Brawijaya, Rachmad Safa&amp;rsquo;at menambahkan, kerusakan SDA di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia. Dia menyoroti bagaimana eksploitasi SDA secara besar-besaran telah merusak hutan-hutan di Kalimantan dan menyebabkan kekayaan SDA tidak dapat dinikmati oleh rakyat Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Eksploitasi SDA kita luar biasa, tapi hasilnya untuk siapa?&amp;quot; tanyanya. Menurut Rachmad, oligarki dan dominasi perusahaan asing dalam sektor SDA telah menyebabkan rakyat Indonesia, terutama masyarakat lokal, tidak dapat menikmati kekayaan alam mereka sendiri.&#13;
&#13;
Menyikapi permasalahan tersebut, BPIP akan menyusun rekomendasi untuk disampaikan kepada Presiden terpilih agar dapat ditindaklanjuti sebagai upaya mencapai kesejahteraan rakyat yang berkeadilan. Hal tersebut diungkapkan Anggota Dewan Pengarah BPIP, &amp;nbsp;M. Amin Abdullah yang memantik jalannya diskusi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita akan bawa ini untuk disampaikan kepada Presiden terpilih. Pak Prabowo itu bapaknya pahlawan. Saya yakin darah patriotiknya masih terjaga untuk mengurai persoalan ini,&amp;rdquo;ungkap &amp;nbsp;Amin.&#13;
&#13;
Salah satu upaya yang akan dilakukan BPIP adalah menginisiasi dan mendorong adanya UU Etika Pengatur dan Pembuat Kebijakan yang berasaskan nilai-nilai Pancasila, terutama mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&#13;
&#13;
Selain itu, BPIP menekankan pentingnya adanya badan atau komisi yang melindungi ekosistem lingkungan hidup.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BPIP mengawal agar penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengelolaan SDA dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang terjadi, seperti konflik lahan, ketidakadilan ekonomi, dan degradasi lingkungan,&amp;rdquo;tutup &amp;nbsp;Amin.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;nbsp;- &amp;nbsp;Presiden terpilih Prabowo Subianto diharapkan menjadi Panglima yang mampu mengurai permasalahan lingkungan dan menindak tegas para pelaku penyimpangan pengelolaan lingkungan tanpa pandang bulu untuk kemakmuran rakyat.&#13;
&#13;
Hal itu mengemuka dalam diskusi kelompok terpumpun (FGD) bertema Kerapuhan Etika Penyelenggara Negara dalam Berbangsa dan Bernegara: Kedaulatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Universitas Tanjung Pura, Pontianak, Kalimantan Barat.&#13;
&#13;
Guru Besar Hukum Pidana Universitas Pancasila Agus Surono mengatakan, tantangan terbesar dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) adalah masalah deforestasi, pasca-tambang, dan kemiskinan di daerah yang kaya SDA.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemiskinan di daerah kaya SDA masih menjadi persoalan besar bangsa. Pada tahun 2023 masih terdapat 26,5 juta penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan,&amp;rdquo;katanya, dikutip, Jumat (4/10/2024).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fenomena ini sering disebut sebagai &amp;lsquo;resource curse&amp;rsquo; atau kutukan sumber daya, di mana kekayaan alam justru tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat,&amp;rdquo;sambungnya.&#13;
&#13;
Selain itu, Agus juga menyebutkan regulasi yang ada seperti UU tentang pertambangan dan lingkungan hidup masih kurang relevan dengan tantangan saat ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keterlibatan masyarakat juga dibutuhkan dalam pengelolaan SDA, baik melalui pengambilan keputusan maupun mekanisme pengawasan,&amp;rdquo;tutupnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Dosen Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura, Aji Ali Akbar, menyoroti permasalahan stunting yang terjadi di daerah kaya sumber daya alam seperti Papua.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;quot;Stunting terbesar terjadi di Papua, padahal di sana ada minyak, gas, emas, dan segala macam sumber daya alam,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain itu, dia juga menyoroti masalah bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama banjir dan tanah longsor. &amp;quot;Bencana alam ini sebagian besar disebabkan oleh alih fungsi lahan yang terjadi puluhan tahun lalu,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dijelaskannya, pengelolaan SDA yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan menjadi salah satu penyebab utama bencana-bencana tersebut. Dalam pandangannya, salah satu solusi adalah penguatan penegakan hukum, terutama di bidang lingkungan hidup.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Di sisi lain, Bambang Hero Saharjo, Pakar Lingkungan dari IPB University, menyoroti korupsi besar-besaran yang terjadi dalam pengelolaan SDA, seperti kasus kerusakan lingkungan akibat pertambangan timah yang menyebabkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kasus timah di Babel menyebabkan kerugian lingkungan sebesar Rp 271 triliun. Ini adalah salah satu contoh bagaimana SDA kita dikelola dengan sangat buruk,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Pakar Hukum Lingkungan Universitas Brawijaya, Rachmad Safa&amp;rsquo;at menambahkan, kerusakan SDA di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia. Dia menyoroti bagaimana eksploitasi SDA secara besar-besaran telah merusak hutan-hutan di Kalimantan dan menyebabkan kekayaan SDA tidak dapat dinikmati oleh rakyat Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Eksploitasi SDA kita luar biasa, tapi hasilnya untuk siapa?&amp;quot; tanyanya. Menurut Rachmad, oligarki dan dominasi perusahaan asing dalam sektor SDA telah menyebabkan rakyat Indonesia, terutama masyarakat lokal, tidak dapat menikmati kekayaan alam mereka sendiri.&#13;
&#13;
Menyikapi permasalahan tersebut, BPIP akan menyusun rekomendasi untuk disampaikan kepada Presiden terpilih agar dapat ditindaklanjuti sebagai upaya mencapai kesejahteraan rakyat yang berkeadilan. Hal tersebut diungkapkan Anggota Dewan Pengarah BPIP, &amp;nbsp;M. Amin Abdullah yang memantik jalannya diskusi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita akan bawa ini untuk disampaikan kepada Presiden terpilih. Pak Prabowo itu bapaknya pahlawan. Saya yakin darah patriotiknya masih terjaga untuk mengurai persoalan ini,&amp;rdquo;ungkap &amp;nbsp;Amin.&#13;
&#13;
Salah satu upaya yang akan dilakukan BPIP adalah menginisiasi dan mendorong adanya UU Etika Pengatur dan Pembuat Kebijakan yang berasaskan nilai-nilai Pancasila, terutama mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&#13;
&#13;
Selain itu, BPIP menekankan pentingnya adanya badan atau komisi yang melindungi ekosistem lingkungan hidup.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BPIP mengawal agar penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengelolaan SDA dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang terjadi, seperti konflik lahan, ketidakadilan ekonomi, dan degradasi lingkungan,&amp;rdquo;tutup &amp;nbsp;Amin.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
