<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Modus Usir Gangguan Siluman, Santriwati di Curug Kembar Dicabuli Pengurus Ponpes</title><description>Santriwati itu memberanikan diri untuk menceritakan kejadian yang dialaminya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/07/525/3071788/modus-usir-gangguan-siluman-santriwati-di-curug-kembar-dicabuli-pengurus-ponpes</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/07/525/3071788/modus-usir-gangguan-siluman-santriwati-di-curug-kembar-dicabuli-pengurus-ponpes"/><item><title>Modus Usir Gangguan Siluman, Santriwati di Curug Kembar Dicabuli Pengurus Ponpes</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/07/525/3071788/modus-usir-gangguan-siluman-santriwati-di-curug-kembar-dicabuli-pengurus-ponpes</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/07/525/3071788/modus-usir-gangguan-siluman-santriwati-di-curug-kembar-dicabuli-pengurus-ponpes</guid><pubDate>Senin 07 Oktober 2024 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Ilham Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/07/525/3071788/viral-EjW9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Santriwati di Curug Kembar Dicabuli Pengurus Ponpes</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/07/525/3071788/viral-EjW9_large.jpg</image><title> Santriwati di Curug Kembar Dicabuli Pengurus Ponpes</title></images><description>SUKABUMI - Kasus dugaan pelecehan seksual di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Curug Kembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat membuat heboh warga. Pasalnya, pelaku merupakan pengurus ponpes tersebut.&#13;
&#13;
Korban merupakan santriwati yang menjadi korban pencabulan oleh oknum pengurus yayasan berinisial HD (50 tahun). Kasus ini sedang dalam penanganan polisi setelah laporan resmi diajukan oleh orang tua korban.&#13;
&#13;
Dugaan pencabulan tersebut terungkap saat salah seorang santriwati memberanikan diri untuk menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya.&#13;
&#13;
Berdasarkan pengakuan korban, pelecehan dilakukan di rumah pelaku yang berlokasi tak jauh dari pondok tempatnya belajar. Pelaku, HD, menggunakan modus spiritual dengan alasan ingin membersihkan tubuh korban dari gangguan supranatural.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Modusnya adalah dengan dalih membersihkan badan korban dari gangguan siluman, dengan cara mengusap, memijat tubuh, dan lebih dari itu,&amp;quot; ungkap SN, salah satu orang tua korban.&#13;
&#13;
Kanit Reskrim Polsek Curugkembar, Aipda Cecep Pendi R, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan kasus ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Benar, laporan sudah kami terima dan langsung kami teruskan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya mendapatkan keterangan dari enam orang terkait kasus ini, namun untuk informasi lebih lanjut, Polsek menyerahkannya kepada Unit PPA Polres Sukabumi yang sedang mendalami jumlah pasti korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sementara yang di serap oleh Polsek ada enam orang, lebih jelasnya ke unit PPA,&amp;quot; tutup Aipda Cecep Pendi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri, mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung, terutama karena kejadian tersebut diduga terjadi 3-4 tahun lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Laporan itu ada, kami sedang dalami karena kan kejadian 3-4 tahun lalu, jadi perlu penyelidikan lebih dalam lagi, perlu visum dulu, dan lainnya tapi yang bersangkutan sudah dilakukan interogasi juga,&amp;quot; ujar Ali.&#13;
&#13;
Pelaku, yang merupakan pengurus yayasan dan bertugas mengobati santri yang sakit, sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Kasat Reskrim menegaskan bahwa setiap perkembangan akan disampaikan kepada ke publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya memang kejadian disana tapi kan 3-4 tahun lalu, yang bersangkutan pegawai juga disana jadi pengobatan ke santri misalnya klo ada yang sakit dia yang mengobati. Intinya Kita dalami semuanya, klo apa apa kita kabari,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>SUKABUMI - Kasus dugaan pelecehan seksual di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Curug Kembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat membuat heboh warga. Pasalnya, pelaku merupakan pengurus ponpes tersebut.&#13;
&#13;
Korban merupakan santriwati yang menjadi korban pencabulan oleh oknum pengurus yayasan berinisial HD (50 tahun). Kasus ini sedang dalam penanganan polisi setelah laporan resmi diajukan oleh orang tua korban.&#13;
&#13;
Dugaan pencabulan tersebut terungkap saat salah seorang santriwati memberanikan diri untuk menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya.&#13;
&#13;
Berdasarkan pengakuan korban, pelecehan dilakukan di rumah pelaku yang berlokasi tak jauh dari pondok tempatnya belajar. Pelaku, HD, menggunakan modus spiritual dengan alasan ingin membersihkan tubuh korban dari gangguan supranatural.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Modusnya adalah dengan dalih membersihkan badan korban dari gangguan siluman, dengan cara mengusap, memijat tubuh, dan lebih dari itu,&amp;quot; ungkap SN, salah satu orang tua korban.&#13;
&#13;
Kanit Reskrim Polsek Curugkembar, Aipda Cecep Pendi R, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan kasus ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Benar, laporan sudah kami terima dan langsung kami teruskan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya mendapatkan keterangan dari enam orang terkait kasus ini, namun untuk informasi lebih lanjut, Polsek menyerahkannya kepada Unit PPA Polres Sukabumi yang sedang mendalami jumlah pasti korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sementara yang di serap oleh Polsek ada enam orang, lebih jelasnya ke unit PPA,&amp;quot; tutup Aipda Cecep Pendi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri, mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung, terutama karena kejadian tersebut diduga terjadi 3-4 tahun lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Laporan itu ada, kami sedang dalami karena kan kejadian 3-4 tahun lalu, jadi perlu penyelidikan lebih dalam lagi, perlu visum dulu, dan lainnya tapi yang bersangkutan sudah dilakukan interogasi juga,&amp;quot; ujar Ali.&#13;
&#13;
Pelaku, yang merupakan pengurus yayasan dan bertugas mengobati santri yang sakit, sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Kasat Reskrim menegaskan bahwa setiap perkembangan akan disampaikan kepada ke publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya memang kejadian disana tapi kan 3-4 tahun lalu, yang bersangkutan pegawai juga disana jadi pengobatan ke santri misalnya klo ada yang sakit dia yang mengobati. Intinya Kita dalami semuanya, klo apa apa kita kabari,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
