<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Jepang Mengaku Terpaksa Edit Foto Kabinet Menteri Biar Lebih Rapi, Warganet Lempar Ejekan</title><description>Setelah banyak ejekan daring, seorang juru bicara pemerintah pada Senin (7/10/2024) mengatakan bahwa sedikit penyuntingan telah dilakukan pada gambar tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/08/18/3072313/pemerintah-jepang-mengaku-terpaksa-edit-foto-kabinet-menteri-biar-lebih-rapi-warganet-lempar-ejekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/08/18/3072313/pemerintah-jepang-mengaku-terpaksa-edit-foto-kabinet-menteri-biar-lebih-rapi-warganet-lempar-ejekan"/><item><title>Pemerintah Jepang Mengaku Terpaksa Edit Foto Kabinet Menteri Biar Lebih Rapi, Warganet Lempar Ejekan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/08/18/3072313/pemerintah-jepang-mengaku-terpaksa-edit-foto-kabinet-menteri-biar-lebih-rapi-warganet-lempar-ejekan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/08/18/3072313/pemerintah-jepang-mengaku-terpaksa-edit-foto-kabinet-menteri-biar-lebih-rapi-warganet-lempar-ejekan</guid><pubDate>Selasa 08 Oktober 2024 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/08/18/3072313/jepang-yvJq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah Jepang telah mengakui bahwa foto resmi kabinet barunya telah dimanipulasi atau diedit agar para anggotanya terlihat lebih rapi (Foto: Newscom/Alamy Live News and Prime Minister&amp;#039;s Office of Japan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/08/18/3072313/jepang-yvJq_large.jpg</image><title>Pemerintah Jepang telah mengakui bahwa foto resmi kabinet barunya telah dimanipulasi atau diedit agar para anggotanya terlihat lebih rapi (Foto: Newscom/Alamy Live News and Prime Minister&amp;#039;s Office of Japan)</title></images><description>TOKYO - Pemerintah Jepang telah mengakui bahwa foto resmi kabinet menteri yang baru&amp;nbsp;telah dimanipulasi atau diedit agar para anggotanya terlihat lebih rapi. Sebelumnya beredar spekulasi daring bahwa foto tersebut telah diedit.&#13;
&#13;
Foto-foto yang diambil oleh media lokal menunjukkan Perdana Menteri (PM) baru, Shigeru Ishiba, dan menteri pertahanannya dengan sedikit bercak kemeja putih yang terlihat di balik jas mereka.&#13;
&#13;
Namun, dalam foto resmi yang dikeluarkan oleh kantor perdana menteri pada Kamis (3/10/2024), ketidakrapian tersebut telah hilang. Setelah banyak ejekan daring, seorang juru bicara pemerintah pada Senin (7/10/2024) mengatakan bahwa sedikit penyuntingan telah dilakukan pada gambar tersebut.&#13;
&#13;
Juru bicara Yoshimasa Hayashi mengatakan kepada wartawan bahwa gambar tersebut telah dimanipulasi karena foto-foto kelompok yang diambil oleh kantor perdana menteri akan dilestarikan selamanya sebagai kenang-kenangan&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa pengeditan kecil biasanya dilakukan pada foto-foto ini. Komentarnya muncul setelah serangkaian ejekan di media sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini lebih mengerikan daripada foto kelompok semacam klub lansia selama perjalanan ke sumber air panas. Benar-benar memalukan,&amp;quot; tulis seorang warganet di X.&#13;
&#13;
Warganet lain mengatakan bahwa anggota kabinet mengenakan jas dengan ukuran yang salah. Menurut media lokal, warganet lain menyebut para menteri kabinet dan celana panjang mereka terlihat tidak pas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Foto itu diambil pada Kamis (3/10/2024) setelah pertemuan pertama kabinet baru Jepang. Beberapa hari sebelumnya, Ishiba, 67 tahun, menggantikan perdana menteri yang akan lengser, Fumio Kishida, sebagai kepala partai yang berkuasa di negara itu.&#13;
&#13;
Ia secara resmi ditunjuk untuk jabatan PM pada Selasa (1/10/2024). Ishiba telah mengumumkan rencana untuk pemilihan umum dadakan pada tanggal 27 Oktober.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penting bagi pemerintahan baru untuk dinilai oleh rakyat sesegera mungkin,&amp;quot; katanya dalam konferensi pers di Tokyo, menurut Reuters.&#13;
&#13;
Pemilihan umum yang akan berlangsung lebih dari setahun sebelum jatuh tempo ini akan memutuskan partai mana yang mengendalikan majelis rendah parlemen.&#13;
</description><content:encoded>TOKYO - Pemerintah Jepang telah mengakui bahwa foto resmi kabinet menteri yang baru&amp;nbsp;telah dimanipulasi atau diedit agar para anggotanya terlihat lebih rapi. Sebelumnya beredar spekulasi daring bahwa foto tersebut telah diedit.&#13;
&#13;
Foto-foto yang diambil oleh media lokal menunjukkan Perdana Menteri (PM) baru, Shigeru Ishiba, dan menteri pertahanannya dengan sedikit bercak kemeja putih yang terlihat di balik jas mereka.&#13;
&#13;
Namun, dalam foto resmi yang dikeluarkan oleh kantor perdana menteri pada Kamis (3/10/2024), ketidakrapian tersebut telah hilang. Setelah banyak ejekan daring, seorang juru bicara pemerintah pada Senin (7/10/2024) mengatakan bahwa sedikit penyuntingan telah dilakukan pada gambar tersebut.&#13;
&#13;
Juru bicara Yoshimasa Hayashi mengatakan kepada wartawan bahwa gambar tersebut telah dimanipulasi karena foto-foto kelompok yang diambil oleh kantor perdana menteri akan dilestarikan selamanya sebagai kenang-kenangan&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa pengeditan kecil biasanya dilakukan pada foto-foto ini. Komentarnya muncul setelah serangkaian ejekan di media sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini lebih mengerikan daripada foto kelompok semacam klub lansia selama perjalanan ke sumber air panas. Benar-benar memalukan,&amp;quot; tulis seorang warganet di X.&#13;
&#13;
Warganet lain mengatakan bahwa anggota kabinet mengenakan jas dengan ukuran yang salah. Menurut media lokal, warganet lain menyebut para menteri kabinet dan celana panjang mereka terlihat tidak pas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Foto itu diambil pada Kamis (3/10/2024) setelah pertemuan pertama kabinet baru Jepang. Beberapa hari sebelumnya, Ishiba, 67 tahun, menggantikan perdana menteri yang akan lengser, Fumio Kishida, sebagai kepala partai yang berkuasa di negara itu.&#13;
&#13;
Ia secara resmi ditunjuk untuk jabatan PM pada Selasa (1/10/2024). Ishiba telah mengumumkan rencana untuk pemilihan umum dadakan pada tanggal 27 Oktober.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penting bagi pemerintahan baru untuk dinilai oleh rakyat sesegera mungkin,&amp;quot; katanya dalam konferensi pers di Tokyo, menurut Reuters.&#13;
&#13;
Pemilihan umum yang akan berlangsung lebih dari setahun sebelum jatuh tempo ini akan memutuskan partai mana yang mengendalikan majelis rendah parlemen.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
