<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MenKopUKM Tekankan PLUT-KUMKM Fokus Kembangkan Komoditas Unggulan</title><description>MenkopUKM Teten Masduki menekankan bahwa setiap PLUT KUMKM harus mulai fokus mengembangkan produk unggulan setiap daerah sesuai dengan potensinya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/09/340/3072850/menkopukm-tekankan-plut-kumkm-fokus-kembangkan-komoditas-unggulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/09/340/3072850/menkopukm-tekankan-plut-kumkm-fokus-kembangkan-komoditas-unggulan"/><item><title>MenKopUKM Tekankan PLUT-KUMKM Fokus Kembangkan Komoditas Unggulan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/09/340/3072850/menkopukm-tekankan-plut-kumkm-fokus-kembangkan-komoditas-unggulan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/09/340/3072850/menkopukm-tekankan-plut-kumkm-fokus-kembangkan-komoditas-unggulan</guid><pubDate>Rabu 09 Oktober 2024 20:56 WIB</pubDate><dc:creator>Agustina Wulandari </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/09/340/3072850/plut_award-q8g0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MenKopUKM minta PLUT-KUMKM fokus kembangkan komoditas unggulan. (Foto: dok KemenKopUKM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/09/340/3072850/plut_award-q8g0_large.jpg</image><title>MenKopUKM minta PLUT-KUMKM fokus kembangkan komoditas unggulan. (Foto: dok KemenKopUKM)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menekankan bahwa setiap Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM harus mulai fokus mengembangkan produk unggulan setiap daerah sesuai dengan potensinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini nanti yang akan kita prioritaskan,&amp;quot; ujar MenKopUKM Teten Masduki pada acara penganugerahan PLUT Award 2024 yang bekerja sama dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) di Jakarta, Rabu (9/10).&#13;
&#13;
Selain itu, Menteri Teten juga merujuk pentingnya upaya memperkuat brand produk dan akses kepada pasar luar. &amp;quot;Yang juga tak kalah penting adalah melakukan inovasi produk, baik melalui akses teknologi produksi yang lebih modern maupun model bisnisnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Bahkan, sertifikasi dan legalitas usaha juga harus terus didorong, baik sertifikasi produk halal maupun keamanan pangan. &amp;quot;Salah satu market terbesar UMKM adalah kebijakan belanja pemerintah 40 persen&amp;nbsp;untuk memperkuat pasar produk lokal yang harus dimanfaatkan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, MenKopUKM mendorong fungsi PLUT yang penting untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan konsultan serta pendampingnya. &amp;quot;Ini harus betul dikelola mereka yang kompeten, karena outputnya akan diukur apakah setiap PLUT mampu menghasilkan produk yang unggul atau tidak,&amp;quot; kata Menteri Teten.&#13;
&#13;
Baginya, PLUT bukan hanya sekadar tempat Center of Excellence, tapi juga memperluas market dan jejaring. Nantinya, bisa dihubungkan dengan pembangunan Rumah Produksi Bersama, dengan mengacu data unggulan di masing-masing PLUT.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak mungkin produk UMKM kita punya daya saing global kalau hanya menggunakan teknologi produksi rumahan yang sederhana, kita mulai konsolidasi, kita bangunkan tempat maklon yang jadi bagian hilirisasi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Lebih dari itu, Menteri Teten juga mengulas peranan PLUT dengan memperkuat kolaborasi bersama lebih banyak stakeholder. &amp;quot;UMKM rata-rata tidak memiliki supply chain, ini harus diperkuat baik dengan lembaga keuangan, lembaga riset, swasta, komunitas, media, hingga lembaga inkubator,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, MenKopUKM memberikan ucapan selamat kepada para penerima penghargaan, dan berharap mereka terus melakukan inovasi dan mencari produk yang menjadi unggulan masing-masing daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lakukan hilirisasi sehingga ke depan desain UMKM bukan lagi sekadar ekonomi subsisten atau skala rumah tangga. Ke depan, UMKM harus jadi bagian industrialisasi hingga menjadi bagian pertumbuhan ekonomi nasional,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam ajang PLUT Award 2024 kali ini, Provinsi Sumbar, DI Yogyakarta, dan Sumut untuk Kategori Provinsi, masing-masing sebagai pemenang satu, dua, dan tiga. Di Kategori Kabupaten/Kota, posisi pertama diraih Kabupaten Pacitan, selanjutnya ditempati Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Bandung.&#13;
&#13;
Untuk Kategori Pendamping/Konsultan PLUT Terbaik diraih Siti Deanti Amatilah (Kabupaten Tasikmalaya), Bhakti Darmawan (Jember, Jatim), dan Gina Wahyuni dari Sumbar.&#13;
&#13;
Sedangkan, Konsultan PLUT Terfavorit diraih Nurul Qamariyah dari Kota Batam. Untuk Kategori Pemda Terkontributif diraih DI Yogyakarta (provinsi) dan Kabupaten Bangli (kabupaten/kota).&#13;
&#13;
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM Yulius menjelaskan bahwa PLUT Award yang merupakan agenda&amp;nbsp; dua tahunan, dilaksanakan untuk memberikan penghargaan atas kinerja dan kontribusi PLUT KUMKM dalam pemberdayaan KUMKM.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Juga bertujuan untuk mendorong inovasi dan kolaborasi PLUT KUMKM dalam meningkatkan peran pendampingan bagi pelaku KUMKM guna mencapai kemandirian dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Saat ini, jumlah PLUT KUMKM sebanyak 100 unit yang tersebar di 26 provinsi dan 74 kabupaten/kota. Jumlah PLUT KUMKM yang telah berstatus UPTD sebanyak 31, sedangkan yang telah UPTD secara bertahap akan didorong untuk menerapkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Peningkatan legalitas PLUT-KUMKM menjadi UPTD dan menerapkan BLUD adalah dalam rangka menjadikan PLUT-KUMKM agar lebih mandiri dan tidak bergantung pada dukungan APBN/APBD.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Program pengembangan PLUT KUMKM tahun 2024 yang kami lakukan seperti penguatan kelembagaan, peningkatan aktivitas di PLUT KUMKM, hingga dukungan pengembangan ekosistem PLUT KUMKM,&amp;quot; ujar Yulius.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menekankan bahwa setiap Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM harus mulai fokus mengembangkan produk unggulan setiap daerah sesuai dengan potensinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini nanti yang akan kita prioritaskan,&amp;quot; ujar MenKopUKM Teten Masduki pada acara penganugerahan PLUT Award 2024 yang bekerja sama dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) di Jakarta, Rabu (9/10).&#13;
&#13;
Selain itu, Menteri Teten juga merujuk pentingnya upaya memperkuat brand produk dan akses kepada pasar luar. &amp;quot;Yang juga tak kalah penting adalah melakukan inovasi produk, baik melalui akses teknologi produksi yang lebih modern maupun model bisnisnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Bahkan, sertifikasi dan legalitas usaha juga harus terus didorong, baik sertifikasi produk halal maupun keamanan pangan. &amp;quot;Salah satu market terbesar UMKM adalah kebijakan belanja pemerintah 40 persen&amp;nbsp;untuk memperkuat pasar produk lokal yang harus dimanfaatkan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, MenKopUKM mendorong fungsi PLUT yang penting untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan konsultan serta pendampingnya. &amp;quot;Ini harus betul dikelola mereka yang kompeten, karena outputnya akan diukur apakah setiap PLUT mampu menghasilkan produk yang unggul atau tidak,&amp;quot; kata Menteri Teten.&#13;
&#13;
Baginya, PLUT bukan hanya sekadar tempat Center of Excellence, tapi juga memperluas market dan jejaring. Nantinya, bisa dihubungkan dengan pembangunan Rumah Produksi Bersama, dengan mengacu data unggulan di masing-masing PLUT.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak mungkin produk UMKM kita punya daya saing global kalau hanya menggunakan teknologi produksi rumahan yang sederhana, kita mulai konsolidasi, kita bangunkan tempat maklon yang jadi bagian hilirisasi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Lebih dari itu, Menteri Teten juga mengulas peranan PLUT dengan memperkuat kolaborasi bersama lebih banyak stakeholder. &amp;quot;UMKM rata-rata tidak memiliki supply chain, ini harus diperkuat baik dengan lembaga keuangan, lembaga riset, swasta, komunitas, media, hingga lembaga inkubator,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, MenKopUKM memberikan ucapan selamat kepada para penerima penghargaan, dan berharap mereka terus melakukan inovasi dan mencari produk yang menjadi unggulan masing-masing daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lakukan hilirisasi sehingga ke depan desain UMKM bukan lagi sekadar ekonomi subsisten atau skala rumah tangga. Ke depan, UMKM harus jadi bagian industrialisasi hingga menjadi bagian pertumbuhan ekonomi nasional,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam ajang PLUT Award 2024 kali ini, Provinsi Sumbar, DI Yogyakarta, dan Sumut untuk Kategori Provinsi, masing-masing sebagai pemenang satu, dua, dan tiga. Di Kategori Kabupaten/Kota, posisi pertama diraih Kabupaten Pacitan, selanjutnya ditempati Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Bandung.&#13;
&#13;
Untuk Kategori Pendamping/Konsultan PLUT Terbaik diraih Siti Deanti Amatilah (Kabupaten Tasikmalaya), Bhakti Darmawan (Jember, Jatim), dan Gina Wahyuni dari Sumbar.&#13;
&#13;
Sedangkan, Konsultan PLUT Terfavorit diraih Nurul Qamariyah dari Kota Batam. Untuk Kategori Pemda Terkontributif diraih DI Yogyakarta (provinsi) dan Kabupaten Bangli (kabupaten/kota).&#13;
&#13;
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM Yulius menjelaskan bahwa PLUT Award yang merupakan agenda&amp;nbsp; dua tahunan, dilaksanakan untuk memberikan penghargaan atas kinerja dan kontribusi PLUT KUMKM dalam pemberdayaan KUMKM.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Juga bertujuan untuk mendorong inovasi dan kolaborasi PLUT KUMKM dalam meningkatkan peran pendampingan bagi pelaku KUMKM guna mencapai kemandirian dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Saat ini, jumlah PLUT KUMKM sebanyak 100 unit yang tersebar di 26 provinsi dan 74 kabupaten/kota. Jumlah PLUT KUMKM yang telah berstatus UPTD sebanyak 31, sedangkan yang telah UPTD secara bertahap akan didorong untuk menerapkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Peningkatan legalitas PLUT-KUMKM menjadi UPTD dan menerapkan BLUD adalah dalam rangka menjadikan PLUT-KUMKM agar lebih mandiri dan tidak bergantung pada dukungan APBN/APBD.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Program pengembangan PLUT KUMKM tahun 2024 yang kami lakukan seperti penguatan kelembagaan, peningkatan aktivitas di PLUT KUMKM, hingga dukungan pengembangan ekosistem PLUT KUMKM,&amp;quot; ujar Yulius.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
