<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>22 Bocah di Sleman Disodomi Tetangganya, Modus Wifi Gratis</title><description>Sebanyak 22 bocah laki-laki kelas 5 SD hingga SMP di Kapanewon (Kecamatan) Gamping, Kabupaten Sleman menjadi korban predator seksual sesama jenis yang juga tetangganya sendiri, EDW (29).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/09/510/3072763/22-bocah-di-sleman-disodomi-tetangganya-modus-wifi-gratis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/09/510/3072763/22-bocah-di-sleman-disodomi-tetangganya-modus-wifi-gratis"/><item><title>22 Bocah di Sleman Disodomi Tetangganya, Modus Wifi Gratis</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/09/510/3072763/22-bocah-di-sleman-disodomi-tetangganya-modus-wifi-gratis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/09/510/3072763/22-bocah-di-sleman-disodomi-tetangganya-modus-wifi-gratis</guid><pubDate>Rabu 09 Oktober 2024 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/09/510/3072763/pelaku_sodomi_di_sleman-sK9D_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku sodomi di Sleman (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/09/510/3072763/pelaku_sodomi_di_sleman-sK9D_large.jpg</image><title>Pelaku sodomi di Sleman (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
SLEMAN - Sebanyak 22 bocah laki-laki kelas 5 SD hingga SMP di Kapanewon (Kecamatan) Gamping, Kabupaten Sleman menjadi korban predator seksual sesama jenis yang juga tetangganya sendiri, EDW (29). Mereka dicabuli dengan iming-iming sambungan wifi gratis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku yang berprofesi sebagai guru les seni, statusnya outshoursing TK itu menyediakan makanan hingga wifi bagi para korbannya,&amp;quot; ujar Kapolsek Gamping, AKP Sandro Dwi Rahadian, Rabu (9/10/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kapolsek menyebut, dari 22 korban 19 orang di antaranya masih di bawah umur. Dan 3 orang lainnya sudah berumur di atas 18 tahun. Semuanya berjenis kelamin laki-laki dan merupakan tetangga pelaku.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaku melakukan pendekatan ke para korban dengan cara mengajaknya untuk mampir ke rumahnya. Anak-anak yang menjadi korban diberi makanan dan sambungan wifi gratis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau pas wifinan, anak-anak sering dikasih makan,&amp;quot; kata dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahkan karena seringnya mendapat makanan, anak-anak itu bahkan dengan sukarela membawa makanan ataupun bahan makanan seperti beras dan lain-lain untuk dimasak di rumah pelaku.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketika anak-anak tengah bermain gadget, pelaku kemudian membujuk korban untuk melakukan kegiatan cabul sesama jenis antara pelaku dengan anak-anak itu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka itu satu-satu, tidak pernah bareng-bareng,&amp;quot; tambahnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sandro mengungkapkan, anak-anak yang menjadi korbannya itu tidak diberi imbalan usai melangsungkan aksi bejatnya itu. Korban hanya sesekali sempat diajak jalan-jalan saja.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kasus ini terungkap setelah ada seseorang yang memberi tahu pelapor yang merupakan orang tua korban tentang video pencabulan. Kemudian setelah diperiksa, ternyata korban diketahui merupakan anak kandungnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu orangtua korban juga merasa aneh dengan sikap perilaku korban yang mengalami perubahan,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu orangtua korban merasa aneh dengan perilaku anaknya. Di mana akibat peristiwa tersebut korban tak langsung pulang setelah sekolah melainkan langsung main ke tempat tinggal pelaku bersama teman-temannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mengetahui kejadian tersebut, salah satu orang tua korban lantas melapor ke Polsek Gamping. Usai mendapat laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan hingga dilakukan penangkapan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;EDW dilakukan penahanan di Rutan Polsek Gamping,&amp;quot; terang dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UU No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang jo pasal 64 KUHP atau pasal 292 KUHP jo pasal 64 KUHP. Dengan hukuman maksimal 15 tahun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
SLEMAN - Sebanyak 22 bocah laki-laki kelas 5 SD hingga SMP di Kapanewon (Kecamatan) Gamping, Kabupaten Sleman menjadi korban predator seksual sesama jenis yang juga tetangganya sendiri, EDW (29). Mereka dicabuli dengan iming-iming sambungan wifi gratis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelaku yang berprofesi sebagai guru les seni, statusnya outshoursing TK itu menyediakan makanan hingga wifi bagi para korbannya,&amp;quot; ujar Kapolsek Gamping, AKP Sandro Dwi Rahadian, Rabu (9/10/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kapolsek menyebut, dari 22 korban 19 orang di antaranya masih di bawah umur. Dan 3 orang lainnya sudah berumur di atas 18 tahun. Semuanya berjenis kelamin laki-laki dan merupakan tetangga pelaku.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaku melakukan pendekatan ke para korban dengan cara mengajaknya untuk mampir ke rumahnya. Anak-anak yang menjadi korban diberi makanan dan sambungan wifi gratis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau pas wifinan, anak-anak sering dikasih makan,&amp;quot; kata dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahkan karena seringnya mendapat makanan, anak-anak itu bahkan dengan sukarela membawa makanan ataupun bahan makanan seperti beras dan lain-lain untuk dimasak di rumah pelaku.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketika anak-anak tengah bermain gadget, pelaku kemudian membujuk korban untuk melakukan kegiatan cabul sesama jenis antara pelaku dengan anak-anak itu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka itu satu-satu, tidak pernah bareng-bareng,&amp;quot; tambahnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sandro mengungkapkan, anak-anak yang menjadi korbannya itu tidak diberi imbalan usai melangsungkan aksi bejatnya itu. Korban hanya sesekali sempat diajak jalan-jalan saja.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kasus ini terungkap setelah ada seseorang yang memberi tahu pelapor yang merupakan orang tua korban tentang video pencabulan. Kemudian setelah diperiksa, ternyata korban diketahui merupakan anak kandungnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu orangtua korban juga merasa aneh dengan sikap perilaku korban yang mengalami perubahan,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu orangtua korban merasa aneh dengan perilaku anaknya. Di mana akibat peristiwa tersebut korban tak langsung pulang setelah sekolah melainkan langsung main ke tempat tinggal pelaku bersama teman-temannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mengetahui kejadian tersebut, salah satu orang tua korban lantas melapor ke Polsek Gamping. Usai mendapat laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan hingga dilakukan penangkapan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;EDW dilakukan penahanan di Rutan Polsek Gamping,&amp;quot; terang dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UU No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang jo pasal 64 KUHP atau pasal 292 KUHP jo pasal 64 KUHP. Dengan hukuman maksimal 15 tahun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
