<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Negara Ini Bantu Israel Tangkis Rudal Iran yang Mengarah ke Tel Aviv, Salah Satunya Anggota Liga Arab</title><description>Militer Israel melaporkan bahwa Iran meluncurkan sekitar 180 rudal, yang memaksa jutaan orang berlindung di tempat aman.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/10/18/3073079/4-negara-ini-bantu-israel-tangkis-rudal-iran-yang-mengarah-ke-tel-aviv-salah-satunya-anggota-liga-arab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/10/10/18/3073079/4-negara-ini-bantu-israel-tangkis-rudal-iran-yang-mengarah-ke-tel-aviv-salah-satunya-anggota-liga-arab"/><item><title>4 Negara Ini Bantu Israel Tangkis Rudal Iran yang Mengarah ke Tel Aviv, Salah Satunya Anggota Liga Arab</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/10/10/18/3073079/4-negara-ini-bantu-israel-tangkis-rudal-iran-yang-mengarah-ke-tel-aviv-salah-satunya-anggota-liga-arab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/10/10/18/3073079/4-negara-ini-bantu-israel-tangkis-rudal-iran-yang-mengarah-ke-tel-aviv-salah-satunya-anggota-liga-arab</guid><pubDate>Kamis 10 Oktober 2024 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Naomi Angelina Panjaitan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/10/18/3073079/iran-Y1dz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Iran meluncurkan gelombang rudal balistik ke arah Israel, namun sebagian besar berhasil digagalkan oleh otoritas Israel (Foto: The New York Times)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/10/18/3073079/iran-Y1dz_large.jpg</image><title> Iran meluncurkan gelombang rudal balistik ke arah Israel, namun sebagian besar berhasil digagalkan oleh otoritas Israel (Foto: The New York Times)</title></images><description>IRAN - Iran meluncurkan gelombang rudal balistik ke arah Israel, namun sebagian besar berhasil digagalkan oleh otoritas Israel pada Selasa (1/10/2024) malam. Serangan ini meningkatkan kemungkinan terjadinya perang besar antara dua kekuatan militer terbesar di Timur Tengah.&#13;
&#13;
Melansir The New York Times, militer Israel melaporkan bahwa Iran meluncurkan sekitar 180 rudal, yang memaksa jutaan orang berlindung di tempat aman. Namun, pada tengah malam, pembatasan untuk berkumpul di beberapa wilayah Israel, termasuk Yerusalem dan Tel Aviv telah dicabut, menunjukkan bahwa serangan lanjutan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.&#13;
&#13;
Iran mengklaim rudal-rudalnya menargetkan tiga pangkalan militer dan markas besar Mossad, badan intelijen Israel. Militer Israel menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat banyak rudal tersebut, dan tidak ada laporan korban di Israel, meskipun seorang pria Palestina tewas terkena serpihan di Tepi Barat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Israel juga mengonfirmasi bahwa salah satu rudal Iran mengenai sebuah sekolah di Gedera, namun tidak ada dampak signifikan terhadap kemampuan operasional angkatan udara Israel. Serangan rudal Iran yang berhasil digagalkan, sebagian besar berkat bantuan dari negara-negara lain untuk menangkis rudal-rudal tersebut sebelum mencapai Israel.&#13;
&#13;
Berikut empat negara yang membantu Israel menangkis rudal Iran yang mengarah ke Tel Aviv dilansir berbagai sumber:&#13;
&#13;
1. Amerika Serikat&#13;
&#13;
Berdasarkan Pernyataan Pentagon yang dilansir oleh BBC, Amerika Serikat (AS) menembakkan sekitar selusin interceptor untuk menghadapi serangan rudal balistik Iran yang diluncurkan ke Israel. Presiden AS, Joe Biden, mengatakan bahwa AS secara aktif mendukung pertahanan Israel berdasarkan arahannya.&#13;
&#13;
Dalam konferensi pers di Pentagon, Jenderal Patrick Ryder menjelaskan bahwa dua kapal perusak Angkatan Laut AS menembakkan interceptor ke arah rudal-rudal yang diyakini diluncurkan dari Iran. Dia tidak memastikan apakah interceptor tersebut berhasil menghantam rudal Iran, dan mengatakan bahwa informasi ini sedang dipastikan.&#13;
&#13;
Biden mengatakan bahwa AS sepenuhnya mendukung Israel setelah serangan Hizbullah pada hari Rabu (25/09). Dia menyatakan bahwa militer AS secara aktif mendukung pertahanan Israel dan masih mengevaluasi dampak dari serangan tersebut. Serangan yang diberikan ke Israel tampaknya telah gagal dan tidak efektif, sehingga menunjukkan kemampuan militer Israel dan militer AS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketika ditanya tentang tanggapan terhadap Iran, Biden mengatakan itu masih dalam diskusi aktif. Dia berencana berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, sebelumnya menyebut serangan Iran sebagai eskalasi serius dan menegaskan bahwa akan ada konsekuensi berat atas tindakan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa AS akan bekerja sama dengan Israel untuk memastikan hal itu terjadi. Sullivan tidak merinci apa saja konsekuensi tersebut, tetapi tidak meminta Israel untuk menahan diri, seperti yang dilakukan AS setelah serangan Iran sebelumnya pada bulan April.&#13;
&#13;
2. Inggris&#13;
&#13;
Menyadur BBC, Menteri Pertahanan John Healey mengatakan bahwa Inggris terlibat dalam mendukung Israel setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke arah negara tersebut. Healey yang berada di Siprus untuk mengunjungi personel militer, menyebut bahwa pasukan Inggris berperan dalam upaya mencegah eskalasi lebih lanjut pada hari Selasa (1/10). Dia juga menambahkan bahwa jet-jet Angkatan Udara Kerajaan Inggris atau Royal Air Force (RAF) siap untuk menghadapi target Iran jika dibutuhlan.&#13;
&#13;
Jet-jet militer Inggris tidak menembak jatuh rudal balistik Iran, dan kapal perusak HMS Duncan tidak meluncurkan misil Sea Viper-nya. Para ahli militer menyebut bahwa jet RAF Typhoon tidak dirancang untuk menembak jatuh rudal balistik. Namun, Inggris kemungkinan memberikan data intelijen, pengawasan, atau pelacakan dalam serangan tersebut.&#13;
&#13;
Healey mengatakan bahwa jet RAF Typhoon sudah di udara saat Iran mulai menyerang pada Selasa malam. Mereka berperan dalam mencegah eskalasi lebih lanjut dan menunjukkan dukungan Inggris yang kuat terhadap hak Israel untuk mempertahankan diri. Ketika ditanya mengapa Jet Typhoon tidak menyerang target, dia menjelaskan bahwa serangan kali ini berbeda dibandingkan dengan insiden di bulan April, dan Israel telah menangani serangan tersebut dengan sistem pertahanannya.&#13;
&#13;
3. Prancis&#13;
&#13;
Menurut Financial Times, Prancis mengklaim telah memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat sistem pertahanan Israel, sehingga dapat menangkal serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran. Sistem pertahanan udara Israel, yang dikenal sebagai sistem berlapis, berhasil mencegat sebagian besar rudal yang diluncurkan terhadap negara tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dukungan Prancis berperan dalam meningkatkan kemampuan pertahanan Israel melalui kerjasama teknologi dan dukungan strategis. Melalui Reuters, Prancis mengecam serangan rudal yang diarahkan ke Israel dan menegaskan komitmennya terhadap keamanan Israel. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai peran spesifik yang dilakukan Prancis dalam melawan serangan Iran, namun seorang pejabat menyebutkan bahwa Prancis turut berpartisipasi pada Selasa malam untuk menghentikan rudal-rudal Iran.&#13;
&#13;
4. Yordania&#13;
&#13;
Melalui Middle East Eye (MEE), sebagai negara tetangga israel, Yordania menanggapi serangan iran dengan menembak jatuh beberapa rudal yang melintas di wilayah udaranya. Yordania mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal dan drone yang ditujukan ke Israel. Direktur Keamanan Publik Yordania menyatakan bahwa langkah tersebut adalah untuk melindungi kedaulatan negara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Yordania beralasan bahwa tindakan menembak jatuh rudal adalah bentuk pertahanan diri. Meskipun rudal-rudal tersebut tidak ditujukan langsung kepada Yordania, keberadaannya dianggap sebagai pelanggaran. Lamis Andoni, seorang analis mengenai isu di Timur Tengah, menyebutkan bahwa Yordania terpaksa terlibat di bawah tekanan dari AS karena mendapatkan kucuran dana yang besar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keputusan Yordania untuk melindungi Israel mendapatkan berbagsi reaksi, beberapa mendukung untuk alasan keamanan, sementara yang lain mempertanyakan alasan di baliknya. Meski ada kritik, Yordania tetap menjaga hubungan diplomatik dengan Israel dan berusaha mempertahankan stabilitas regional.&#13;
</description><content:encoded>IRAN - Iran meluncurkan gelombang rudal balistik ke arah Israel, namun sebagian besar berhasil digagalkan oleh otoritas Israel pada Selasa (1/10/2024) malam. Serangan ini meningkatkan kemungkinan terjadinya perang besar antara dua kekuatan militer terbesar di Timur Tengah.&#13;
&#13;
Melansir The New York Times, militer Israel melaporkan bahwa Iran meluncurkan sekitar 180 rudal, yang memaksa jutaan orang berlindung di tempat aman. Namun, pada tengah malam, pembatasan untuk berkumpul di beberapa wilayah Israel, termasuk Yerusalem dan Tel Aviv telah dicabut, menunjukkan bahwa serangan lanjutan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.&#13;
&#13;
Iran mengklaim rudal-rudalnya menargetkan tiga pangkalan militer dan markas besar Mossad, badan intelijen Israel. Militer Israel menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat banyak rudal tersebut, dan tidak ada laporan korban di Israel, meskipun seorang pria Palestina tewas terkena serpihan di Tepi Barat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Israel juga mengonfirmasi bahwa salah satu rudal Iran mengenai sebuah sekolah di Gedera, namun tidak ada dampak signifikan terhadap kemampuan operasional angkatan udara Israel. Serangan rudal Iran yang berhasil digagalkan, sebagian besar berkat bantuan dari negara-negara lain untuk menangkis rudal-rudal tersebut sebelum mencapai Israel.&#13;
&#13;
Berikut empat negara yang membantu Israel menangkis rudal Iran yang mengarah ke Tel Aviv dilansir berbagai sumber:&#13;
&#13;
1. Amerika Serikat&#13;
&#13;
Berdasarkan Pernyataan Pentagon yang dilansir oleh BBC, Amerika Serikat (AS) menembakkan sekitar selusin interceptor untuk menghadapi serangan rudal balistik Iran yang diluncurkan ke Israel. Presiden AS, Joe Biden, mengatakan bahwa AS secara aktif mendukung pertahanan Israel berdasarkan arahannya.&#13;
&#13;
Dalam konferensi pers di Pentagon, Jenderal Patrick Ryder menjelaskan bahwa dua kapal perusak Angkatan Laut AS menembakkan interceptor ke arah rudal-rudal yang diyakini diluncurkan dari Iran. Dia tidak memastikan apakah interceptor tersebut berhasil menghantam rudal Iran, dan mengatakan bahwa informasi ini sedang dipastikan.&#13;
&#13;
Biden mengatakan bahwa AS sepenuhnya mendukung Israel setelah serangan Hizbullah pada hari Rabu (25/09). Dia menyatakan bahwa militer AS secara aktif mendukung pertahanan Israel dan masih mengevaluasi dampak dari serangan tersebut. Serangan yang diberikan ke Israel tampaknya telah gagal dan tidak efektif, sehingga menunjukkan kemampuan militer Israel dan militer AS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketika ditanya tentang tanggapan terhadap Iran, Biden mengatakan itu masih dalam diskusi aktif. Dia berencana berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, sebelumnya menyebut serangan Iran sebagai eskalasi serius dan menegaskan bahwa akan ada konsekuensi berat atas tindakan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa AS akan bekerja sama dengan Israel untuk memastikan hal itu terjadi. Sullivan tidak merinci apa saja konsekuensi tersebut, tetapi tidak meminta Israel untuk menahan diri, seperti yang dilakukan AS setelah serangan Iran sebelumnya pada bulan April.&#13;
&#13;
2. Inggris&#13;
&#13;
Menyadur BBC, Menteri Pertahanan John Healey mengatakan bahwa Inggris terlibat dalam mendukung Israel setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke arah negara tersebut. Healey yang berada di Siprus untuk mengunjungi personel militer, menyebut bahwa pasukan Inggris berperan dalam upaya mencegah eskalasi lebih lanjut pada hari Selasa (1/10). Dia juga menambahkan bahwa jet-jet Angkatan Udara Kerajaan Inggris atau Royal Air Force (RAF) siap untuk menghadapi target Iran jika dibutuhlan.&#13;
&#13;
Jet-jet militer Inggris tidak menembak jatuh rudal balistik Iran, dan kapal perusak HMS Duncan tidak meluncurkan misil Sea Viper-nya. Para ahli militer menyebut bahwa jet RAF Typhoon tidak dirancang untuk menembak jatuh rudal balistik. Namun, Inggris kemungkinan memberikan data intelijen, pengawasan, atau pelacakan dalam serangan tersebut.&#13;
&#13;
Healey mengatakan bahwa jet RAF Typhoon sudah di udara saat Iran mulai menyerang pada Selasa malam. Mereka berperan dalam mencegah eskalasi lebih lanjut dan menunjukkan dukungan Inggris yang kuat terhadap hak Israel untuk mempertahankan diri. Ketika ditanya mengapa Jet Typhoon tidak menyerang target, dia menjelaskan bahwa serangan kali ini berbeda dibandingkan dengan insiden di bulan April, dan Israel telah menangani serangan tersebut dengan sistem pertahanannya.&#13;
&#13;
3. Prancis&#13;
&#13;
Menurut Financial Times, Prancis mengklaim telah memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat sistem pertahanan Israel, sehingga dapat menangkal serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran. Sistem pertahanan udara Israel, yang dikenal sebagai sistem berlapis, berhasil mencegat sebagian besar rudal yang diluncurkan terhadap negara tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dukungan Prancis berperan dalam meningkatkan kemampuan pertahanan Israel melalui kerjasama teknologi dan dukungan strategis. Melalui Reuters, Prancis mengecam serangan rudal yang diarahkan ke Israel dan menegaskan komitmennya terhadap keamanan Israel. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai peran spesifik yang dilakukan Prancis dalam melawan serangan Iran, namun seorang pejabat menyebutkan bahwa Prancis turut berpartisipasi pada Selasa malam untuk menghentikan rudal-rudal Iran.&#13;
&#13;
4. Yordania&#13;
&#13;
Melalui Middle East Eye (MEE), sebagai negara tetangga israel, Yordania menanggapi serangan iran dengan menembak jatuh beberapa rudal yang melintas di wilayah udaranya. Yordania mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal dan drone yang ditujukan ke Israel. Direktur Keamanan Publik Yordania menyatakan bahwa langkah tersebut adalah untuk melindungi kedaulatan negara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Yordania beralasan bahwa tindakan menembak jatuh rudal adalah bentuk pertahanan diri. Meskipun rudal-rudal tersebut tidak ditujukan langsung kepada Yordania, keberadaannya dianggap sebagai pelanggaran. Lamis Andoni, seorang analis mengenai isu di Timur Tengah, menyebutkan bahwa Yordania terpaksa terlibat di bawah tekanan dari AS karena mendapatkan kucuran dana yang besar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keputusan Yordania untuk melindungi Israel mendapatkan berbagsi reaksi, beberapa mendukung untuk alasan keamanan, sementara yang lain mempertanyakan alasan di baliknya. Meski ada kritik, Yordania tetap menjaga hubungan diplomatik dengan Israel dan berusaha mempertahankan stabilitas regional.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
